Mercedez SLK-Class Roadster: Amunisi Baru untuk Kejar Target Penjualan

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

Mobil Mercedes-Benz SLK-Class sudah dipasarkan secara resmi di Indonesia sejak tahun 2004 dan mempunyai penggemar yang cukup banyak di pasar Indonesia. Kini, untuk memperkuat daya gempur agar tetap mendominasi pasar mobil mewah di Indonesia, Mercedes-Benz memperkenalkan amunisi terbarunya, yaitu Mercedes-Benz SLK-Class Roadster generasi ketiga.

Persaingan pasar otomotif sekarang ini semakin seru. Pergulatan tidak saja terjadi pada segmen menengah, tetapi juga di segmen premium atau kelas atas. Ini terlihat dari aktivitas para pemain di industri otomotif, baik dari segi varian produk yang semakin banyak bermunculan maupun dari aktivitas promo mereka. Mercedes-Benz, sebagai pemain kelas premium, menyadari adanya pergulatan pasar yang semakin seru.

Sebagai pemain lama dan sudah memiliki konsumen yang fanatik, persaingan yang ketat ini tidak membuatnya gentar. Mercedes-Benz memang terkenal memiliki positioning sebagai kendaraan kelas atas lewat pencitraan di berbagai media, baik lewat ATL maupun BTL. Prestise dan gengsi serta kecanggihan teknologi termutakhir telah tertanam kuat di mobil ini. Melalui inovasi yang tiada henti serta kecanggihan teknologi yang terus ditawarkan, mobil asal Jerman ini nampaknya tetap kokoh sebagai pemain utama di segmennya.

Sebagai upaya untuk tetap eksis di kelasnya, baru-baru ini, bertempat di Epicentrum Walk, Jakarta, Mercedes-Benz melalui ajang Media Sneak Preview kembali memperkenalkan kepada masyarakat, mobil seri terbaru mereka, Mercedes-Benz SLK-Class Roadster versi 200 CGI dan SLK 350 CGI yang merupakan SLK Roadster generasi ketiga.

Saat ditemui dalam sebuah kesempatan wawancara beberapa waktu lalu, Yuniadi Hartono, Deputy Director Marketing PT Mercedes-Benz Indonesia mengungkapkan bahwa dalam memasarkan produk, PT Mercedes-Benz Indonesia mengombinasikan berbagai macam platform dalam strategi pemasarannya, baik melalui media massa maupun melalui event-event marketing yang bertujuan mendekatkan produk Mercedes-Benz kepada calon pelanggan. Strategi tersebut antara lain diimplementasikan dengan melakukan announcement melalui media massa, mall exhibition melalui jaringan diler resmi Mercedes-Benz, serta yang baru saja berlalu, yaitu lewat keikutsertaan dalam pameran IIMS 2011. Termasuk juga di dalamnya pendekatan komunikasi melalui teknologi digital, yakni lewat forum media sosial.

“Di dunia online kami membangun komunitas melalui media sosial, yaitu Facebook dan Twitter. Hasilnya cukup baik. Kami dapat berkomunikasi secara lebih intensif dan interaktif mengenai model-model terbaru maupun teknologi-teknologi mutakhir dari Mercedes-Benz kepada konsumen kami,” ungkap Yuniadi Hartono.

Lebih lanjut diungkapkan, di pasaran nasional saat ini, Mercedes-Benz SLK-Class Roadster berkompetisi dengan merek-merek terkenal lainnya seperti Audi TT, BMW Z4 Roadster, dan Porsche Boxter. Target market yang dibidik Mercedes-Benz SLK-Class Roadster adalah usia 35–40 tahun, memiliki karakter dinamis dengan antusiasme tinggi, dan mempunyai selera tinggi dalam memilih sebuah kendaraan. Kalangan ini umumnya adalah pengusaha muda, kolektor mobil eksotis, maupun eksekutif top.

Adapun keunggulan yang ditawarkan dari kendaraan ini, yang berbeda dengan kompetitor, antara lain fitur-fitur dengan teknologi terdepan dan inovatif (magic sky control, Mercedes-Benz safety features, desain mewah, serta fitur kenyamanan. Selain itu, ada pula integrated service package—bebas biaya perawatan dan perbaikan selama tiga tahun berturut-turut tanpa batasan kilometer.

Menurut Yuniadi Hartono, riset untuk mencari format produk yang menjadi keinginan konsumen juga dilakukan Mercedes-Benz. Sebagai contoh, sambung Yuniadi, Mercedes-Benz SLK-Class Roadster ini sudah dipasarkan secara resmi di Indonesia sejak tahun 2004 dan punya penggemar yang cukup banyak di pasar Indonesia. Semenjak tahun 2004, telah 217 unit beredar di pasar Indonesia dengan brand value yang tinggi.

Kini, untuk memperkuat daya gempur agar tetap mendominasi pasar mobil mewah di Indonesia, Roadster SLK terbaru generasi ketiga tersebut ditargetkan bisa dijual 100 unit sampai akhir tahun 2011 ini. Harga dua varian SLK adalah Rp 949 juta untuk versi 200 CGI dan Rp 1,599 miliar (off-the road) untuk SLK 350 CGI. Konon kabarnya, saat ini sudah cukup banyak pesanan dari konsumen di Indonesia.

“Makanya kami berani memasang target (total) penjualan hingga akhir tahun 2011 sebanyak 3.950 unit (untuk semua tipe Mercedes-Benz) dengan market share sebesar 67%,” katanya lagi.

Hal tersebut menurutnya bukan tanpa alasan. Dengan melihat asumsi pasar bahwa keadaan ekonomi Indonesia tahun 2012 akan lebih baik dari tahun 2011—yang terlihat melalui indikator ekonomi nasional seperti stabilnya kurs rupiah, pertumbuhan ekonomi yang cukup menggairahkan, dan terkendalinya tingkat inflasi—pihaknya melihat bahwa perkembangan pasar kendaraan premium akan mengikuti pertumbuhan ekonomi nasional.

Agar segala rencana sesuai dengan harapan, strategi distribusi yang diterapkan Mercedez juga tetap fokus, antara lain dengan terus-menerus memperbaiki mutu layanan dari jaringan resmi Mercedes-Benz Indonesia yang tersebar di 18 diler resmi di seluruh Indonesia.

“Selain itu, setiap pembelian Mercedes-Benz melalui jaringan ini akan mendapatkan ISP (integrated service package) sebagai bagian dari layanan purnajual kami,” imbuh Yuniadi.

Mengenai hambatan dalam pengembangan pasar di Indonesia, pihaknya berharap ada konsistensi kebijakan mengenai hambatan tarif maupun non tarif dan juga dalam hal perpajakan dari pemerintah. Selain itu, perbaikan infrastruktur juga diperlukan guna perluasan pasar, tidak hanya di Jakarta.

Mengingat produk yang dijual berkelas premium dengan pasar yang cukup segmentif, Yuniadi mengatakan bahwa kunci sukses dalam memasarkan produk seperti ini adalah menawarkan layanan purnajual yang mumpuni, product portfolio yang luas, serta nilai jual kembali yang tertinggi di segmennya. (Majalah Marketing/Harry Tanoso)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here