Menyelami Surga di Kerajaan Para Naga

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

www.marketing.co.idBagi para penyelam, melakukan penyelaman di area Taman Nasional Komodo sudah pasti merupakan impian dan masuk dalam thing-must-to-do-before-die-list. Bahkan bagi para penyelam yang sudah pernah pun, tidak pernah merasa “kapok” ataupun puas untuk berkali-kali datang ke salah satu destinasi menyelam terbaik di dunia ini. Tidak percaya? Silahkan tanya teman anda yang sudah pernah menyelam di sini.

 

 

Berikut adalah beberapa hal – hal menarik pada penyelaman di Taman Nasional Komodo :

1.  Pemandangan bawah air yang indah

Hal yang paling sering dicari oleh para penyelam adalah pemandangan bawah air yang seperti bisa menahan dan menghentikan napas Anda ( breath-taking feeling ). Anda bisa menemukan hal ini di hampir setiap titik penyelaman disini.

2. Kingdom of Big Fish

Selain Raja Ampat dan Derawan, TN Komodo juga disebut sebagai kerajaan ikan-ikan raksasa. Kita dengan mudah dapat bertemu dengan ikan-ikan berukuran besar, baik itu ikan karang ( sweetlips, kerapu dan kakap ) maupun pelagis ( Giant Trevally, jackfish, tuna ). Jangan lupakan pula kesempatan melihat ikan hiu karang ( grey reef shark, white/black tip shark ) dan juga lumba-lumba, yang sedang menyerang ribuan ikan tipe fusilier ( selar atau kembung ) untuk makan. Atau juga menyaksikan dari dekat ikan pari Manta yang anggun.

3. Arus yang kuat

Arus kuat yang sering dijumpai di banyak titik penyelaman, membuat adrenalin kita terpompa. Ada beberapa titik penyelaman seperti Shotgun, yang menyuguhkan sensasi drifting atau meluncur mengikuti arus melalui celah layaknya Superman yang sedang terbang. Pada arus yang kuat ini, biasanya dapat kita jumpai ikan hiu, GT, lumba-lumba maupun pari Manta.

Melakukan penyelaman di TN Komodo lebih baik jika dilakukan dengan metode Live On Board dibandingkan dengan metode Land base. Live On Board atau biasa disingkat LoB adalah metode penyelaman dimana penyelam tinggal di atas kapal yang membawa mereka menjelajahi titik – titik penyelaman selama perjalanan.

Sedangkan pada metode Land Base, penyelam tinggal di hotel/wisma di pulau utama, kemudian menggunakan kapal kecil menuju titik penyelaman dan kembali di hari yang sama ke pulau utama. Dengan LoB, daya jelajah untuk menjelajahi titik penyelaman terjauh lebih luas dibandingkan dengan Land Base.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk LoB jelas lebih besar daripada Land Base dan sangat bervariatif tergantung jumlah hari penyelaman, jenis kapal, jumlah peserta dan diving operator. Harganya berkisar dari 4 juta hingga 17 juta ( atau lebih ) per orang. Anda dapat menggunakan diving operator lokal ( Grand Komodo, CN Dive, atau lainnya ) yang menawarkan harga lebih terjangkau dibandingkan diving operator yang dikelola oleh pihak asing (Gita Dimarsandy @gitadimar).

 

Previous articleInilah Argumen Apple ‘Putus’ dengan Google Maps
Next articleSeni Pemberdayaan (Empowerment) (2)
Mr. Gita Dimarsandy
Saya lahir di Malang, hampir 31 tahun silam. Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan internasional yang bergerak di bidang oil & gas sebagai supervisor lapangan. Saya mulai menyelam sejak tahun 2004, kemudian sempet vakum cukup lama. Comeback ke dunia penyelaman di mulai di April 2011 dengan menyelam di Raja Ampat. Sejak itu bisa dikatakan saya cukup aktif di dunia penyelaman dengan 3-4 bulan sekali mengunjungi titik penyelaman yang kebanyakan di daerah timur Indonesia. Saat ini saya sedang menekuni dunia fotografi bawah air dan berharap bisa terjun ke arah yang lebih profesional. Saya juga lebih memilih untuk keliling Indonesia untuk menyelam daripada jalan2 keluar negeri.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here