Portal Lengkap Dunia Marketing

Yuliana Agung

Mengomunitaskan Komunitas

Pertanyaan:

Komunitas adalah pasar yang menarik. Jumlahnya makin bertambah banyak karena didukung oleh perkembangan channel communication yang bersifat “unconventional”. Kami bermaksud menggarap pasar ini. Mohon saran Ibu, bagaimana mempenetrasi mereka?

AGT, di Jakarta Utara

Jawab:

Menyasar komunitas adalah cara efektif untuk penetrasi dan menumbuhkan revenue secara signifikan. Apalagi jika komunitas yang dituju punya banyak sekali anggota dan berpotensi sebagai pengguna jasa maupun produk Anda. Penetrasi dapat dilakukan. Pertama-tama, saran saya, pelajarilah  “bonding aspect” yang terjadi dalam komunitas tersebut. Coba Anda cari tahu kira-kira value apa yang dicari oleh para anggota yang menyebabkan komunitas ini eksis dan berkembang. Misalnya, apakah value tentang “informasi dunia yang digeluti oleh mereka”, bisa saja apakah “adanya dukungan regulasi dari pihak pemerintah” terhadap komunitas tersebut, atau hal lainnya.

Kemudian, tentu saja kita mencoba untuk memenuhi dan menambahkan added value ke dalam bonding aspect tersebut. Pertanyaannya, “Apakah produk dan jasa yang ditawarkan bisa menambah nilai untuk makin terbentuknya bonding aspect yang lama dalam komunitas tersebut?” Jika memang demikian, maka Anda punya peluang untuk menggarap pasar komunitas ini. Penetrasi akan lebih mudah jika sudah memang ada demand-nya. Maka terjadilah transaksi pemenuhan demand oleh produk dan atau jasa yang ditawarkan.

Berikutnya yang terpenting adalah apakah Anda hanya akan bertindak sebagai “mediator” atau secara proaktif bertindak sebagai “moderator”. Untuk lebih langgeng dan punya nilai tambah yang cukup tinggi, maka sebaiknya merek Anda mengambil peran sebagai moderator.  Artinya, ciptakan suatu bonding aspects yang baru, di mana bonding aspect ini sudah bukan lagi antara dua party tetapi sudah tiga party yang berkumpul bersama-sama untuk merasakan kehadiran tiga party ini secara bersama-sama. Justru dengan menjadi moderator dan kehadiran merek Anda bisa dirasakan oleh para anggota dan komunitasnya, maka merek Anda sudah menjadi bagian dari komunitas tersebut.  Akibatnya loyalitas terbentuk.  Bayangkan jika sebuah komunitas punya 10.000 anggota yang  digarap menjadi loyal terhadap merek, maka mereka akan sangat berpengaruh kepada 40 ribu orang lainnya.

Saat ini, pertumbuhan sudah tidak cukup hanya dengan melakukan akuisisi saja, karena sudah tidak efektif dan tidak langgeng. Pertumbuhan akan lebih langgeng kalau cara masuknya tidak dengan harga murah, produk bagus.  Menggarap komunitas dan membuat bonding aspect yang baru dengan komunitas membutuhkan paradigma service quality. Anda bukan lagi “menjual apa yang Anda jual”, tetapi membangun kemampuan berkompetisi dalam hal bagaimana Anda “menjual apa yang Anda jual”.  Selamat Bekerja. (Majalah MARKETING)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top