Portal Lengkap Dunia Marketing

Headline

Menggarap Lidah Lokal dengan Wine

wine 01Minum wine di kalangan orang Indonesia kian ngetren. Selain menjadi bagian dari gaya hidup urban, wine merupakan pasar yang sangat potensial untuk terus digarap. Vin+ sudah memulainya!

Minum wine telah menjadi bagian gaya hidup masyarakat urban. Tren ini ditandai dengan maraknya wine lounge yang berada di kota-kota besar, baik di pinggir jalan, hotel, maupun pusat perbelanjaan. Boleh dibilang trennya seperti gerai-gerai kopi yang sudah lama merebak dan menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan. Tren mulai meningkat sejak satu dekade belakangan ini.

Selain itu, komunitas-komunitas penggemar wine pun mulai marak. Fenomena ini menandakan pasar wine merupakan pasar potensial yang semakin bertambah peminatnya. Salah satu pemain besar sekaligus perintis dalam menggarap pasar wine adalah Vin+. Butik wine yang berdiri di Kemang, Jakarta Selatan ini beroperasi sejak tahun 2004.

“Berdirinya butik khusus wine ini dilatari oleh kehendak para investor yang melihat demand wine di kota cukup besar. Bahkan, peminatnya semakin lama semakin besar,” kata Yolanda Simorangkir, General Manager Vin+.

Butik Vin+ merupakan ritel wine yang menyuguhkan aneka jenis wine dari berbagai belahan dunia. Begitu memasuki butik seluas 1.400 m² itu, pengunjung akan disuguhi hamparan ribuan botol wine dengan aneka rasa dari berbagai negara, tertata rapi di rak. Di ujung butik, Vin+ menyediakan sebuah lounge dan resto untuk pelanggan yang ingin duduk santai sambil menikmati wine pilihannya. Awalnya, kawasan Kemang dipilih lantaran banyak ekspatriat yang tinggal, berlibur, maupun bekerja di sana.

“Pertama kali, pasar ini sangat segmented. Pemilihan tempat pun disesuaikan. Sekarang, kami membidik segmen lokal, mengingat jumlah ekspatriat menurun. Boleh dibilang komposisinya 80 persen pelanggan kami adalah orang lokal. Sisanya ekspatriat. Target pasar kita adalah menengah atas,” imbuh Yolanda.

Minum wine bukanlah kebiasaan orang Indonesia. Oleh karena itu, edukasi secara kontinu dibutuhkan. Vin+ menggelar berbagai program edukasi mengingat beragamnya tipe pelanggan. Di samping soal lokal atau ekspatriat, edukasi juga diperuntukkan bagi para penggemar wine dari tingkat pemula, menengah, maupun tingkat lanjut. “Kita berbisnis tetap mematuhi regulasi pemerintah yang ada soal minuman ini. Kita mengedukasi juga bahwa minum wine tidak identik dengan mabuk,” katanya.

Edukasi pun dilakukan dengan menggandeng komunitas penggemar wine. Vin+ menggelar program free wine testing bagi siapa saja yang mau menjajal wine keluaran terbaru. Vin+ juga menggarap komunitas itu melalui milis, newsletter, maupun jejaring sosial seperti Facebook. “Vin+ mendukung kegiatan komunitas-komunitas itu. Sementara, pendekatan dengan pelanggan lokal dan ekspatriat pun berbeda. Meski perlu diingat, tak semua ekspatriat jagoan wine,” Yolanda menjelaskan.

Merebaknya komunitas wine dipicu oleh tren bahwa minum wine tak seperti halnya minum teh. Bagi penggemarnya, minum wine adalah menikmati seni. Wine itu merupakan sebuah seni yang bisa diobrolkan dari berbagai sudut pandang. Minum wine tak sekadar menggelontorkan wine ke dalam kerongkongan. Tapi, juga seni memilih gelas, membuka botol, menuangkan, mengayun gelas, menyeruput, dan sebagainya.

Salah satu keunggulan dari butik Vin+ adalah kelengkapan dan ketersediaan barang. Vin+ menyediakan beragam wine dari berbagai negara. Sebut saja Perancis, Australia, Amerika, Cile, Argentina, Italia, Afrika Selatan, dan Spanyol. Aneka wine tersebut diimpor langsung oleh PT Megaguna Usaha Bersama—pengelola merek Vin+ Kemang. Sekarang, ada sekitar 500 merek wine dari negara-negara tersebut. Produk yang belakangan ini diminati antara lain Concha y Toro dari Cile, Yellow Tail dari Australia, maupun red wine asal Prancis yang dikenal sebagai Maurel Vedeau (MV) Privelege. Tipe wine satu ini dipesan khusus untuk lidah orang Indonesia dari sebuah rumah wine di Rhône, Perancis.

Vin+, menurut Yolanda, menyediakan wine dengan harga moderat sampai harga premium. Rentang harga dimulai dari ratusan ribu sampai puluhan juta. Satu wine termahal milik Vin+ adalah wine tipe merlot asal Chateau Petrus, Bordeaux, Perancis, dengan angka tahun 1982. Tipe ini dibanderol dengan harga Rp 98 juta per botol.
“Sebenarnya, impor langsung dari negara asal ini cukup memangkas ongkos. Hasilnya, kita bisa menyuguhkan wine dengan harga terjangkau menurut kelasnya,” imbuh Yolanda.

Pelanggan yang semakin banyak perlu diservis sedemikian rupa agar tetap loyal. Yolanda mengatakan ada sekitar 7.000 database pelanggan yang kini ia kelola. Khusus untuk pelanggan yang rutin berbelanja dalam skala besar, Vin+ menyediakan previlege card. Dengan kartu ini, pelanggan mendapat diskon 10 persen untuk setiap pembelian dan mendapat jasa layanan antar gratis. Untuk jasa antar, Vin+ membatasi bagi pembelian enam botol atau harga minimum Rp 2 juta. Pelanggan khusus ini juga mendapat kesempatan free wine testing setiap kali ada premium wine yang baru.

Lounge yang ditata secara apik dengan interior, tata lampu, maupun desain cozy tersebut juga dilengkapi dengan program hiburan. Setiap malam Minggu, digelar hiburan berupa classic disco dengan disk jokey (DJ) andalan. Ada juga classic rock akustik setiap Kamis dan jazz akustik setiap Selasa. “Kami ingin membuat pelanggan betah seperti di rumah sendiri,” katanya.

Soal kompetisi, Yolanda melihatnya secara positif. Kompetisi adalah bentuk edukasi lain, di mana jumlah pelaku edukasi menjadi lebih banyak. Saat ini, ada nama Paprika, Tipsy, La Fontaine, Venue, dan beberapa gerai yang menyatu dengan gedung perkantoran, hotel, maupun pusat belanja.

Untuk melebarkan pasarnya, pada Maret 2009 Vin+ membuka cabang di kompleks Arkadia, Plaza Senayan, Jakarta. “Mengembangkan pasar adalah target tahun ini. Kami percaya bahwa kekuatan bisnis wine ini salah satunya terletak pada pengadaan barang. Sampai sekarang, demand-nya justru lebih besar dari supply-nya,” tandas Yolanda optimistis. (Majalah MARKETING/Sigit Kurniawan)

1 Comment

1 Comment

  1. peakwineonline

    April 6, 2015 at 16:50

    Nice Stories..

    Buy Online Now
    http://www.peakwineonline.com
    kami melayani pengiriman ke seluruh indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top