Portal Lengkap Dunia Marketing

PROPERTY & RETAIL

Mengepung Konsumen Sepatu Olahraga

Mitra Adiperkasa mengukuhkan diri sebagai perusahaan retail sepatu olahraga terbesar di Indonesia. Dengan 200 gerai, perusahaan ini mengepung di hampir semua segmen.

Kalau ada negara yang punya kementerian bidang olahraga, tapi prestasinya “tak kunjung terlihat”, contoh yang paling gampang disebut adalah Indonesia. Atau tak usah bicara soal prestasi, sederhana saja, apakah Anda pernah “tersentuh” oleh program kementerian itu?

Silakan Anda ingat-ingat sendiri. Karena tulisan ini tidak akan membahas soal prestasi olahraga dan kementeriannya. Namun, menyorot tentang bisnis yang terkait dengan olahraga yang mulai tumbuh. Khususnya bisnis sepatu olahraga.

Kalau diukur seberapa besar potensi bisnis ini, maka ukurannya sebesar jumlah penduduk negara kita. Asumsinya, masyarakat kita sudah menganggap olahraga sebagai kebutuhan dan mau berinvestasi untuk kebugaran tubuhnya—minimal dengan membeli sepatu olahraga. Tapi, kalau mau dilihat secara riil, pertumbuhan bisnis ini antara lain terlihat dari banyaknya jumlah gerai sepatu olahraga yang ada di seluruh Indonesia, baik di kota besar maupun kecil.

Salah satu perusahaan yang menggeluti bisnis ritel sepatu olahraga adalah PT Mitra Adiperkasa (MAP). Tidak tanggung-tanggung, perusahaan ini mengelola 200 gerai khusus untuk sepatu dan perlengkapan olahraga. Bisnis gerai olahraga MAP sudah menggurita di 22 kota di Indonesia.

“Kami memasarkan beberapa merek internasional sepatu olahraga. Antara lain Reebok, Mizuno, Diadora, Lotto, Converse, Adidas, Ellese, Airwalk, dan Spalding. Selebihnya dikelola oleh pihak lain,” kata Ratih D. Gianda, Group Head of Investor Relations PT Mitra AdiPerkasa Tbk.

Diakui Ratih, saat ini, MAP memimpin pangsa pasar sepatu olahraga. Lebih-lebih melihat banyaknya merek internasional dan jenis sepatu olahraga yang didistribusikan oleh mereka. Untuk jenis sepatu, di MAP tersedia sepatu untuk atletik, sepak bola, senam, tenis, basket hingga untuk dikenakan sehari-hari dalam beraktivitas.

MAP sepertinya mengepung konsumen sepatu olahraga dengan berbagai macam nama gerai yang memiliki konsep berbeda-beda. Perbedaan konsep ini juga  membedakan segmen yang disasar oleh tiap gerai.

Planet Sports, misalnya, ditujukan untuk pangsa pasar menengah ke atas. Gerai ini menyediakan berbagai merek internasional untuk peralatan dan perlengkapan olahraga serta aktivitas sehari-hari. Konsepnya lebih ditekankan untuk memenuhi kebutuhan lifestyle.

Kemudian, The Athelete’s Foot menyasar konsumen yang mengutamakan keunggulan teknik dari jenis sepatu olahraga yang diinginkan. Sedangkan, Sports Station untuk pangsa pasar kelas menengah dengan menyediakan beragam merek sepatu dan perlengkapan olahraga. Tiga gerai ini—Planet Sports, The Athelete’s Foot, dan  Sports Station—merupakan outlet ritel sepatu pertama yang diluncurkan MAP.

Setelah itu, ada lagi Soccer Station. Gerai ini dihadirkan untuk para pecinta olahraga sepak bola. Lalu, masih ada gerai-gerai yang dinamai sesuai dengan merek yang dijual di situ. Seperti gerai Reebok, gerai Converse, gerai Diadora, dan gerai Lotto. Outlet-outlet ini menghadirkan rangkaian produk yang lebih beragam dari masing-masing merek tersebut.

Beda lagi dengan The Sports Warehouse. Sasaran gerai ini adalah konsumen yang menginginkan produk dengan merek-merek internasional dengan harga lebih terjangkau. Di samping itu, tersedia pula produk-produk peralatan dan perlengkapan olahraga dengan potongan harga yang sangat menarik. “Produk dengan merek internasional yang dijual di gerai ini merupakan produk lisensi internasional yang diproduksi oleh MAP,” tambah Ratih.

Seperti disebutkan di atas, semua outlet tadi berjumlah lebih dari 200 toko. Terdapat di 22 kota di Indonesia. Menyebar dari Sumatera hingga Sulawesi, baik kota besar hingga kecil, di antaranya Medan, Jambi, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, dan Menado.

Selain sepatu olahraga, MAP juga menawarkan peralatan dan perlengkapan olahraga lainnya. Misalnya pakaian untuk basket, golf, tenis, sepak bola, dan renang. “Kebutuhan perlengkapan olahraga tidak hanya sepatu saja. Kami juga menyediakan beberapa peralatan olahraga seperti bola, raket, dan lainnya,” terang Ratih.

Tampilan seluruh gerai MAP ini dibuat sedemikian rupa, sehingga membuat orang nyaman jika berada di dalamnya. Lebih dari itu, bisa menimbulkan kesan tersendiri jika berbelanja di outlet-outlet tersebut. Tentu saja, hal ini turut membuat gerai-gerai MAP tak pernah sepi pengunjung.

Menurut Ratih, jumlah pengunjung biasanya meningkat di akhir pekan atau saat menjelang berlangsungnya momen-momen tertentu seperti masa masuk sekolah, lomba lari maraton, Piala Dunia, Piala Eropa, dan event olahraga  lokal lainnya. Banyaknya kompetisi three on three dan futsal juga mendorong tmbuhnya penjualan. “Selain itu, hadirnya inovasi dalam teknologi sepatu olahraga maupun desain-desain baru yang ditawarkan dapat menarik konsumen lebih banyak.”

Untuk memancing pengunjung datang, MAP juga melakukan promosi lewat iklan dan menjadi supporting dalam kegiatan olahraga. Pada saat menjelang masuk sekolah, mereka menggelar program “Back To  School”; mendekati Lebaran diadakan “Promo Lebaran”, dan sebagainya. Program-program itu juga diiklankan di harian-harian lokal dan nasional.

Di samping itu, promosi juga dilakukan melalui berbagai kegiatan olahraga seperti lomba lari maraton 5K dan 10K, kompetisi aerobik, dan basket. “Kami berpartisipasi dalam mendukung event-event olahraga, serta melakukan pameran. Khusus untuk golf, ada demo day,” ungkap Ratih.

Bukan cuma itu, kegiatan strategi promosi juga dilakukan dengan menggandeng pihak bank lewat penggunaan kartu kredit. Pemilik kartu kredit yang kartunya sudah bekerja sama dengan MAP akan mendapatkan keuntungan tambahan dengan berbelanja pada saat promo-promo tertentu.

Di luar apa yang dilakukan MAP, kegiatan promosi mereka juga didukung oleh principal (pemilik merek). Di antaranya dalam bentuk penyediaan materi promosi, POP (point of purchase), display produk, image, dan poster. “Tapi, cara menggaet konsumen yang paling mendasar bagi kami adalah membekali para staf di gerai-gerai dengan pengetahuan tentang keunggulan produk, sehingga mereka dapat melayani dan memuaskan konsumen sebaik-baiknya,” jelas Ratih.

Beberapa target MAP yang akan dikebut selanjutnya adalah memperkuat eksistensi merek dan gerai-gerai yang sudah ada. Lalu, menghadirkan produk dari merek-merek internasional yang diminati konsumen. Dan tentu saja memperluas jaringan gerai sports agar lebih terjangkau dan dapat memenuhi beragam kebutuhan konsumen.

Namun, yang menarik adalah obsesi MAP untuk menjadi  “The Heart of Sports in Indonesia”, jantung olahraga di Indonesia. Mereka berharap, nantinya, ketika orang bicara mengenai olahraga, kurang lengkap tanpa menyebut MAP dan jaringan gerainya. Sama juga ketika ngomong soal olahraga di Indonesia, yang tidak pernah dekat dengan prestasi? Ah, yang ini mah biasa. (Ign. Eko Adiwaluyo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top