Portal Lengkap Dunia Marketing

FINANCIAL SERVICES

Meneropong Manfaat Fintech P2P lending bagi UMKM

Marketing.co.idBerita Financial Services | Mayoritas pelaku UMKM belum memiliki badan hukum PT/CV dalam menjalankan usahanya. Hal ini seringkali menjadi hambatan ketika mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan konvensional. Penelitian yang dilakukan Modalku dan konsultan dan lembaga riset DSInnovate mengungkapkan, sebanyak 82% responden belum memiliki PT/CV dalam menjalankan usahanya.

Penelitian Modalku dan DSInnovate bertujuan untuk mendapatkan pemahaman dan perspektif mengenai bagaimana layanan fintech P2P lending Modalku berkontribusi terhadap sektor UMKM, terutama pada sisi ekonomi dan sosial.

Temuan lainnya, hampir 50% usaha mikro memandang bahwa perizinan usaha menjadi penghambat, sementara lebih dari 50% usaha mikro memandang laporan keuangan masih membatasi. Dari total responden, hanya 27% pelaku UMKM yang pernah mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan konvensional.

Lebih jauh, penelitian melalui survei online dan diskusi melalui telepon terhadap 350 pelaku UMKM nasabah Modalku juga menemukan, bahwa pelaku bisnis UMKM dapat mengatur arus kas lebih lancar, meningkatkan produksi bisnis, dan menjaga kelancaran operasional harian bisnis melalui pendanaan dari Modalku.

Baca juga: 100 Ribu UMKM Rasakan Kemudahan Akses Pinjaman Tunaiku

Iwan Kurniawan, Co-Founder & COO Modalku, mengatakan selama 5 tahun Modalku hadir di Indonesia, banyak sekali perkembangan yang terjadi, baik dari sisi sektor fintech, maupun UMKM itu sendiri.

“Melalui terobosan dan pendekatan berbasis teknologi, serta penilaian kelayakan kredit yang sesuai dengan karakteristik UMKM, sektor fintech terutama P2P lending memiliki peran penting dalam mendukung pelaku UMKM yang belum tersentuh akses pendanaan lembaga keuangan konvensional,” kata Iwan.

Penelitian dilakukan terhadap UMKM yang bergerak pada berbagai sektor, seperti perdagangan ritel (29%), sektor tekstil, perlengkapan, dan produk kulit (17%), dan produk makanan, minuman, dan tembakau (17%).

Jika dilihat dari periode waktu pendirian usaha, 83% dari usaha responden sudah berusia hingga 7 tahun. Hal ini menunjukkan sektor UMKM memiliki potensi berkelanjutan untuk jangka waktu yang panjang.

Modalku menjadi salah satu alternatif pembiayaan untuk kebutuhan modal usaha bagi responden. Alasan pertimbangan dalam mengajukan pinjaman ke Modalku cukup beragam, terutama syarat pengajuan pinjaman tanpa agunan (41,7%) dan pencairan dana pinjaman yang cepat (28,86%).

Lebih dari 50% responden juga mengaku menggunakan pinjaman dari Modalku untuk membeli bahan baku atau perlengkapan untuk tempat usahanya. Mereka berpendapat membeli bahan baku dalam jumlah besar penting dilakukan dalam menunjang produksinya.

Meningkatnya kesempatan UMKM untuk memperoleh pendanaan dari P2P lending, termasuk pendanaan dari Modalku telah memberikan dampak positif bagi berjalannya bisnis pelaku UMKM. Pertama, dari sisi pengelolaan arus kas, pendanaan dapat mendukung UMKM dalam mengelola aliran kasnya untuk kebutuhan operasional usaha dan menambah stok barang (82,6%).

Baca juga: KoinWorks Targetkan Penyaluran Pinjaman ke UKM Merchant e-Commerce Meningkat 3 Kali Lipat

Kedua, dari sisi pengembangan usaha, pendanaan dapat meningkatkan alur produksi UMKM serta meningkatkan keuntungan usahanya (82,6%). Selain itu, lebih dari 78% pelaku UMKM setuju bahwa tidak mendapatkan pinjaman dari Modalku cukup berdampak pada kesuksesan usaha mereka, seperti pendapatan lebih rendah, terhambatnya performa bisnis, ketidakstabilan arus kas, dan kesulitan dalam operasional.

Modalku menyediakan layanan peer-to-peer (P2P)lending, dimana peminjam (UMKM yang berpotensi) bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa jaminan hingga Rp 2 miliar yang didanai oleh pendana platform (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital.

Selain di Indonesia, Modalku juga beroperasi di Singapura, Malaysia, dan Thailand dengan nama Funding Societies. Sampai saat ini, Grup Modalku telah berhasil mencapai penyaluran pinjaman usaha sebesar Rp 22,4 triliun kepada lebih dari 4 juta transaksi pinjaman UMKM. Sampai akhir tahun ini Modalku menargetkan dapat menyalurkan pinjaman sebesar Rp30 triliun.

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing & Berita Bisnis

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top