Portal Lengkap Dunia Marketing

PROPERTY & RETAIL

Mematok Seribu Gerai di Tahun Politik

Oke Shop begitu ekspansif menggarap pasar telepon seluler. Saat ini sudah ratusan gerai tersebar di seluruh Indonesia. Lalu, di mana kunci keberhasilannya?

Sesungguhnya tahun 2009, atau yang disebut-sebut sebagai tahun politik, tak hanya ditunggu-tunggu oleh para politikus yang berkepentingan dengan pesta demokrasi. Tahun depan itu juga menjadi impian PT Trikomsel Oke, perusahaan yang memikili merek ritel Oke Shop. Sebab, satu tahun lagi ritel ini menargetkan 1.000 gerai.

Untuk diketahui, Oke Shop adalah gerai produk telepon seluler (ponsel) dan aneka ragam aksesorinya yang telah berdiri sejak tahun 1999. Namun, merek yang digunakan awalnya bukan Oke Shop, melainkan Ponsel Direct. Merek Oke Shop baru dioperasikan sejak tahun 2000.

Penggunaan nama Oke Shop itu merupakan tanda bahwa perusahaan telah mulai serius menjalankan bisnisnya. Bahkan, untuk menetapkan nama yang cocok, Trikomsel menggaet agensi dan brand consultant. Dan, pada saat itu mereka berkeinginan membuat ritel yang cukup terpandang di kancah dunia. Alhasil, dipilihlah nama Oke Shop.

Pemilihan nama Oke Shop pun diakui cukup sederhana, namun dianggap unik. Sebutan “oke” mudah diingat, diucapkan, dan hampir semua orang di seluruh dunia menyebutnya setiap saat. “Oke” termasuk kata yang paling sering keluar dari mulut seseorang.

Kini Oke Shop berkembang menjadi peritel handphone ternama dan sejak Desember 2007 lalu telah memiliki 707 gerai yang tersebar di 135 kota di seantero Nusantara. Kota yang baru saja dirambah adalah Pare Pare, Sulawesi Selatan.

Oke Shop menjual multibrand ponsel, yakni Nokia, Sony Ericsson, Samsung, Motorola, dan HTC. Ritel ini belum membuka diri untuk menjual ponsel merek-merek lokal—yang akhir-akhir ini marak diperkenalkan ke pasar—dengan alasan jaminan kualitas.

Selain menjual ponsel merek internasional, di gerai Oke Shop juga bisa ditemui aksesori ponsel dan produk-produk operator, seperti starter pack, voucher, dan pre-paid internet. Intinya, produk-produk yang masih berkaitan dengan mobile solution akan disediakan di gerai tersebut.

Sebagai gerai spesialis ponsel dan perangkatnya, Ellianah Wati Setiady, Marketing Director Oke Shop, mengatakan bahwa gerainya memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan itu di antaranya bisa melayani pembelian dalam bentuk tunai, kartu kredit, atau cicilan non-kartu kredit, membebaskan surcharge 3% bagi pengguna kartu kredit, promosinya banyak, dan produknya dijamin keasliannya karena didukung langsung oleh prinsipal.

“Produk-produk baru prinsipal juga bisa langsung ada di gerai Oke Shop karena memang kami distributor. Kami pun multibrand sehingga range-nya amat banyak. Memang dari awal konsep kami sudah multibrand seperti ini, tetapi tidak serta-merta menerima merek yang belum terbukti kualitasnya,” lanjut Ellianah.

Selama ini gerai Oke Shop masih kecil-kecil. Baru pada tahun 2008 pembangunan flagship dilakukan. Flagship store merupakan outlet terbesar dengan luas area di atas 100 meter persegi (m2). Flagship store yang telah terbangun ada di Pondok Indah Mall, Mal Taman Anggrek, dan Pacifik Place, ketiganya di Jakarta, serta Panakukkang Mall di Makassar.

Outlet satu skala di bawah flagship store adalah life style store. Ukuran toko ini berkisar antara 50-100 m2, seperti di Grand Indonesia, Jakarta. Kemudian Midi Store, berukuran 15-40 m2, dan terakhir berupa kios berukuran di bawah 20 m2.

Lain daripada itu, Oke Shop juga mengelola show room yang di dalamnya hanya terdapat satu merek saja (one brand store). Showroom yang dikelola Oke Shop adalah Nokia Care Center dan Sony Ericsson Service Center yang jumlahnya sekitar 50-an gerai. Namun, setiap showroom itu dilengkapi dengan layanan perbaikan (service center).

“Belum lama ini saya diberitahu oleh atasan saya bahwa di Rusia adalah satu merek ritel yang memiliki 6.000 toko. Jadi, 700-an toko masih jauh sekali. Kami ingin seperti itu dan di Indonesia sangat dimungkinkan karena negara ini berbentuk kepulauan sehingga kebutuhan telekomonikasi cukup tinggi,” tutur Ellianah.

Ia beranggapan bahwa luasnya pasar Indonesia amat menggiurkan untuk digarap dengan saksama. Walau banyak yang mengundang untuk menjadi partner di luar negeri, tetapi pihaknya belum merencanakan menerima undangan itu. Di dalam negeri saja dinilai masih jauh dari optimal, sebab dari 400 kota yang prospektif untuk digarap, saat ini baru 135 kota yang sudah dimasuki.

Ada beberapa strategi yang dipandang jitu dalam membesarkan Oke Shop. Pertama, lokasi gerainya berada di pusat-pusat perbelanjaan sehingga mudah dijumpai konsumen. Lokasi ini menjadi aset terbesar Oke shop. Dengan sudah diketahuinya gerai ponsel ini, maka diyakini banyak orang yang berkunjung dan berakhir dengan repeat buying.

Kedua, promosi yang berkesinambungan. Oke Shop terus melakukan beragam promosi, mulai dari penawaran bonus pulsa, bonus permainan, kredit bunga 0%, dan lain sebagainya. Dengan begitu, pihaknya yakin bisa dipercaya. “Gerai kami ada di mana dan kami memiliki reputasi bagus. Maka, konsumen pun percaya dengan kami, dan kepercayaan ini terus kami kelola sebaik mungkin,” tambahnya.

Menyangkut segmentasi dan target marketnya, layaknya produk ponsel, tentu saja Oke Shop membidik semua segmen. Untuk membedakan segmen pelanggan ritel ini bisa dilihat dari tingkatan gerai atau lokasi gerai. Artinya, keberadaan gerai disesuaikan dengan karakteristik pasar daerah sekitar.

Sukses bisnis Oke Shop juga telah membuka lapangan kerja bagi kurang lebih 2.000 orang. Karyawan sebanyak itu terdiri dari petugas frontliner, supervisor area, supporting information technology, dan teknisi. Untuk memberikan layanan terbaik, ritel ini juga memiliki Oke Shop Training Center yang berguna untuk melatih para karyawannya.

Bagian frontliner dianggap jajaran petugas yang paling perlu diberi pelatihan, mengingat merekalah ujung tombak pelayanan. Tidak hanya itu, setiap toko diawasi oleh seorang supervisor area yang telah dilatih menjadi trainer. Terus berdatangannya ponsel model baru membuat pelatihan amat diutamakan.

Dengan demikian, konsumen akan merasa puas dengan pelayanan petugas Oke Shop. Kemudahannya pun, kata Ellianah, dijamin karena selain harganya kompetitif dan bebas surcharge bagi pengguna kartu kredit, ada program Layanan Antar dan Korporasi. Bagi pembeli secara online akan diantarkan dan melayani pembelian secara bulk bagi perusahaan-perusahaan.

“Kalau ada pemesanan dalam jumlah besar dari sebuah perusahaan, kami menawarkan dengan harga khusus,” tegas ibu dua anak ini seraya menambahkan bahwa kebanyakan orang membeli di gerainya karena memang sudah percaya akan keaslian produk.

Andaikan produk yang dibelinya mengalami kerusakan, konsumen dijamin dengan layanan purnajual. Pasalnya, Oke Shop memiliki teknisi yang memiliki sertifikat dari prinsipal. Terlebih, Oke Shop sendiri bertindak sebagai pengelola sebagian service center milik Nokia dan Sony Ericsson.

Oke Shop bekerja sama dengan prinsipal juga aktif melakukan promosi dan mengedukasi pasar. Promosi yang sering dilakukan adalah melalui iklan di 19 surat kabar, yang menurut Ellianah telah mewakili seluruh pasar potensial pengguna ponsel. Pihaknya juga membuat brosur, visual merchandising, dan lain sebagainya.

Untuk mempertahankan pelanggan, hal pertama yang dilakukan Oke Shop adalah melakukan continous improvement atau continous program. Kedua, mengelola database konsumen. Ketiga, mempertahankan kualitas servis, dan keempat adalah menjaga reputasi merek atau perusahaan.

“Kami memang akan terus menambah gerai Oke Shop sampai ke daerah-daerah. Target kami tahun ini akan mengembangkan hingga menjadi 850 gerai dan tahun 2009 harapan kami bisa mencapai 1.000 gerai,” ucap Ellianah menjelaskan.

Supaya targetnya terlaksana, Trikomsel berencana menawarkan mereknya ini kepada masyarakat luas dengan sistem franchise. Ellianah berdalih, selain mempercepat pertumbuhan gerai, perusahaannya juga ingin membagi ilmu peritelan kepada banyak partner. (Purjono)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top