Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia Digital

Melvin Hade: Profesional Harus Tampil Beda

Melvin Hade, Consultant McKinsey & Company

Patform jejaring profesional LinkedIn kembali merilisi Power Profile 2018. Ini adalah tahun kedua penghargaan ini diberikan kepada para pengguna yang profilnya paling sering dikunjungi dalam kurun waktu satu tahun. Power Profile tahun ini menampilkan Pimpinan Terbaik (Top Leaders) dan Profesional Muda (di bawah 30 tahun), serta profesional dalam Sumber Daya Manusia (Human Resource) dan Pemasaran (Marketing) serta kategori baru yaitu Social Impact (Dampak Sosial).

Dengan penambahan kategori baru di tahun ini, LinkedIn mengumumkan sebanyak 32 Power Profile. Beberapa nama dari Power Profiles tahun lalu masih masuk dalam daftar tahun ini, karena profil mereka masih menjadi yang paling banyak dilihat, dan telah mendorong interaksi dan percakapan yang bermakna di LinkedIn.

Melvin Hade adalah salah satu profil di LinkedIn tahun lalu yang masih masuk dalam daftar tahun ini dari kategori Profesional Muda. Muda, cerdas, dan sukses tiga kata kunci menggambarkan profil lulusan FEUI yang saat ini bekerja sebagai seorang konsultan di McKinsey & Company. “Semua orang profesional ada di LinkedIn. Makanya penting sekali untuk bergabung dengan LinkedIn,” ungkap Melvin.

Tampil berbeda modal pertama kesuksesan

Melvin lahir dan besar di keluarga yang sederhana. Selepas lulu SMA, kedua orang tua mendorongnya untuk melanjutkan kuliah di luar negeri, namun ia berkeyakinan untuk bersekolah di Indonesia. Sri Mulyani lah sosok yang kala itu menginspirasinya untuk melanjutkan kuliah di FEUI.

Saat di bangku kuliah ia berpikir bahwa ia harus lulus dengan tidak biasa-biasa saja. Lulus bersama ribuan orang, menurutnya seseorang harus tampil berbeda dalam hal keterampilan dan pengalaman. Melvin mampu merampungkan kuliahnya dalam waktu 3,5 tahun. “Apa jadinya saya lulus bareng ribuan orang tapi ga ada bedanya. Saya memaksakan diri untuk magang,” ungkapnya.

“Saya juga buat publikasi tentang economic outlook 2015 sebagai pembeda. Di tahun pertama tak ada yang magang dan memang tidak ada yang menyuruh, tetapi saya memaksa magang. Jika libur semester itu kebanyakan dipakai untuk libur, tapi saya gunakan untuk magang,” jelasnya lagi.

Menurut Melvin, seorang profesional harus memiliki perbedaan dari yang lain. Ia pun menjalani magang pertama di sebuah bank swasta. Kedua, di sebuah perusahaan di Hongkong dengan proses rekrutmen sangat ketat dan hanya buka dua tahun sekali di Indonesia untuk kuota dua orang saja. Melvin sempat merasa minder lantaran hanya dirinya yang berlatar belakang universitas di Indonesia, padahal kandidat lain berasal dari universitas kelas dunia. Namun, akhirnya ia berhasil membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia bisa berhasil.

Total Melvin magang sebanyak 5 kali. “Tahun kedua 2, tahun ketiga 1, dan tahun keempat 1. Di UI saya adalah mahasiswa dengan magang terbanyak,” ungkapnya.

Tampil berbeda jugalah yang membuatnya terpilih menjadi  delegasi G20  Youth Summit 2017 di antara ribuan kandidat. Dari sederet prestasinya, inilah prestasi yang paling berkesan bagi Melvin.

Bangun profile branding melalui LinkedIn

Bagi Melvin, networking sangatlah penting dalam menunjang karirnya. Setidaknya,  ada tiga hal yang menunjang networking. Pertama, melalui magang. Di tahun pertamanya, ia banyak bertemu para profesional di industri perbankan hingga mengasah pengalaman dan membuat CV menjadi lebih baik. Kedua, mengikuti program pengembangan. Selain itu, yang ketiga bisa juga komunikasi dengan CEO, founder dan klien yang bisa dilakukan melalui LinkedIn.

“Saya pernah kirim pesan ke satu CEO karena interest dengan pengalaman dan track record-nya. Saya ajak ngopi. Saya berhasil. Dari situ saya mengulanginya,” ungkap Melvin.

Melvin mulai menggunakan LinkedIn sejak sekolah menegah lantaran melihat ayahnya yang saat itu kesulitan mendapat pekerjaan. Ia berpikir tak ingin mengalami hal serupa ketika lulus. Pekerjaanlah yang harus mencarinya . Selama kuliah, Melvin terus memperbarui profile LinkedIn-nya.

Bahkan magang pertamanya, ia dapatkan dari LinkedIn. “Salah satu benefit-nya saya mendapatkan akses opportunity. Ketika profile terus update, saya mendapatkan tawaran pekerjaan dari berbagai perusahaan,” jelasnya.

Personal branding melalui media sosial bagi Melvin sangat penting karena orang akan menilai seseorang pertama kali dari profilnya. Oleh karena itu, pengguna sebaiknya memanfaatkan media sosial sesuai dengan peruntukkannya.

“Postingan-postingan kita yang alay harus dibersihkan di internet. Meskipun postingan jaman dulu tapi kan masih terkoneksi. Harus tahu dulu kita mau jadi apa itu yang pertama, lalu sesuaikan. Saya ingin dikenal sebagai profesional konsultan muda, jadi profile saya sesuaikan,” jelasnya.

Lantaran bergabung di LinkedIn terasa manfaatnya, Melvin menyarankan agar para profesional bergabung dengan LinkedIn dan selalu memperbarui profile.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top