Portal Lengkap Dunia Marketing

Lifestyle

Masa Depan Mengisi Baterai Smarthphone Dengan Wifi

Tidak dipungkiri jika Teknologi sudah mengambil peranan penting di dalam segi kehidupan manusia. Teknologi terapan menjadi sudut pandang yang menarik bagi banyak ilmuwan sebagai acuan untuk mengembangkan aplikasi tepat guna bagi bermacam kebutuhan dari aktifitas manusia. Sebagai contoh teknologi digital, banyak hal yang telah terpecahkan dengan bantuan digital, kecanggihan dan kemampuan kemajuan teknologi yang mendominasi ketergantungan manusia dalam pemecahan masalah dan membantu pekerjaan.

Semenjak teknologi Wireless diperkenalkan ke muka publik, banyak prototype aplikasi Software dan Hardware bermunculan. Para pengembang berlomba-lomba dalam menciptakan dan memodifikasi rancangan mereka mendekati luar jangkauan nalar manusia.

Mungkin tidak semua orang tahu bahwa sinyal radio yang ditransmisikan oleh WiFi dan protokol Bluetooth tidak lain hanyalah gelombang elektromagnetik yang dimodulasi sesuai dengan frekuensi protokol. Ini berarti keduanya membawa energi.

Memanfaatkan gagasan ini, tim peneliti dari MIT dan Universitas Madrid telah mengembangkan sistem fleksibel yang dapat mengubah gelombang elektromagnetik menjadi energi listrik. Ini adalah struktur yang dapat diintegrasikan ke dalam kain, selimut untuk objek dan sebagainya. Proyek ini tidak bermaksud untuk merevolusi dunia energi, karena sinyal sekarang hadir di semua kota berkat menara radio, WiFi, dan Bluetooth. Hal tersebut memungkinkan Anda untuk mendapatkan, rata-rata sekitar 40 microwatts, jumlah yang cukup untuk membuatnya mengoperasikan perangkat mikroskopis atau sekadar menyalakan LED.

Via Jurnalweb

Dilansir dari laman Giz China, tim peneliti MIT telah membuat antena menggunakan molibdenum sulfida sebagai bahan utamanya. Yakni, semikonduktor sangat tipis yang dapat digunakan untuk membuat lembaran hanya dengan beberapa atom.  Prototipe pertama yang dibuat hanya bisa menghasilkan 30% dari energi yang dikonversi. Volume berkekuatan yang rendah, tapi masih mampu memberi suplai listrik ungtuk sensor kecil di bidang medis murni. Menurut para peneliti, idenya untuk mengembangkan antena ini adalah agar dapat memberi daya pada perangkat yang lebih mahal dalam hal konsumsi listrik, tanpa memiliki baterai di dalamnya.

Kemungkinan lainnya ialah menyebarkan lembaran yang sangat tipis ini di dinding dan lantai, sehingga membuatnya mampu menangkap energi gelombang elektromagnetik. Lalu mengonversinya menjadi listrik untuk memberi daya pada perangkat yang terhubung ke gedung.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top