Mahasiswa Masih Payah Soal Literasi Keuangan

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Marketing.co.id – Berita Finansial Service | Meskipun belum memasuki dunia kerja dan belum memiliki penghasilan tetap, mahasiswa dituntut untuk memiliki wawasan dan pengetahun tentang literasi keuangan. Literasi keuangan penting bagi mahasiswa mengingat merekalah yang akan menjadi penerus bangsa dan menjadi tulang perekonomian di masa mendatang.

Survei dari LPEM FEB UI tahun 2020 mengungkapkan, sebanyak 64,3% mahasiswa masih memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah. Di samping itu, Katadata Insight Center 2023 menyebutkan, bahwa 54% mahasiswa tidak memiliki anggaran keuangan dan Riset Mandiri Institute 2021 juga menyebutkan bahwa 60,7% mahasiswa mengalami kesulitan keuangan. 

Kondisi ini menandakan bahwa banyak mahasiswa tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam mengelola keuangan pribadi mereka. Akibatnya, mereka sering kali menghadapi kesulitan dalam mengatur pengeluaran di masa kini dan mempersiapkan kebutuhan keuangan di masa mendatang,” kata Certified Financial Planner, Rista Zwestika, dalam kesempatan edukasi bertajuk “Generasi Bijak Finansial Bersama AdaKami“, Rabu, (10/7), di Universitas Esa Unggul, Jakarta.

Rista memaparkan ada empat langkah utama yang bisa dilakukan oleh para mahasiswa dalam membuat perencanaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab. Pertama, mengecek cashflow untuk memahami arus keluar-masuk uang; kedua, mengecek aset bersih untuk mengetahui kondisi keuangan secara keseluruhan; ketiga, meningkatkan value diri untuk menambah pendapatan dan aset; dan keempat, membuat tujuan keuangan yang jelas serta strategi investasi yang tepat. 

Baca juga: ASFIN Adakan Workshop dan Lantik 7 Siswa Duta Literasi Keuangan

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, mahasiswa dapat mulai membangun pondasi keuangan yang kuat dan mengambil keputusan finansial yang lebih bijak. Penting bagi generasi muda untuk memahami bahwa perencanaan keuangan yang baik adalah kunci untuk mencapai stabilitas dan kesuksesan finansial di masa depan,” katanya. 

Gaya hidup konsumtif juga menjadi tantangan yang signifikan di kalangan mahasiswa. Survei yang sama dari Katadata Insight Center tahun 2023 juga menunjukkan bahwa 63% mahasiswa menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting. Data ini diperkuat oleh Riset KPEM FEB UI 2023 yang juga mengungkapkan bahwa 38,6% mahasiswa terjebak dalam gaya hidup “instant gratification“. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa banyak mahasiswa lebih memilih untuk memenuhi keinginan jangka pendek tanpa mempertimbangkan konsekuensi finansial jangka panjang. 

Ini menunjukkan betapa pentingnya edukasi literasi keuangan seperti program ‘Generasi Bijak Finansial Bersama AdaKami’ bagi para generasi muda kita saat ini,” pungkas Rista. 

Literasi Keuangan
(Dari kiri ke kanan) *Dosen dan Kepala Humas & Marketing Komunikasi Universitas Esa Unggul Bugi Satrio, xxx Universitas Esa Unggul*, Brand Manager PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) Jonathan Kriss, dan Certified Financial Planner Rista Zwestika berfoto bersama dalam acara program “Generasi Bijak Finansial Bersama AdaKami” yang diadakan di Universitas Esa Unggul, Bekasi pada Rabu (10/7).

Pada kesempatan yang sama, Brand Manager PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) Jonathan Kriss menyebutkan program “Generasi Bijak Finansial Bersama AdaKami” merupakan bagian dari edukasi rutin berkesinambungan untuk meningkatkan literasi keuangan digital, kesadaran akan pengelolaan keuangan yang sehat serta bertanggug jawab, dan hal relevan lainnya bagi masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. 

Baca juga: Ingin Terhindar dari Jeratan Pinjol, E-book ini Layak untuk Dibaca

Salah satu tujuan utama kami adalah memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang bagaimana membuat anggaran, mengelola pengeluaran, dan memanfaatkan fasilitas keuangan yang ada dengan sehat dan bertanggung jawab. Dengan demikian, mereka dapat mengelola keuangan dengan lebih bijak dan menghindari jebakan gaya hidup konsumtif yang berpotensi merugikan,” kata Jonathan .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here