LED, Sarana Promosi yang Kian Diminati

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

Marketing.co.id – LED menjadi kekuatan besar dalam marketing produk di masa depan. Selain menampilkan gambar yang menarik, peluang untuk menarik perhatian masyarakat pun sangat besar.

Saat ini, beberapa pengembang besar memanfaatkan LED billboard sebagai sumber pendapatan baru di dalam kawasan perumahan atau area perkantoran yang mereka kembangkan. Tak heran jika LED billboard pun mengalami peningkatan dari sisi penggunaan karena daya tarik dan kesan eksklusif menambah kekuatan tampilan.

Ditambah, kehidupan sosial masyarakat perkotaan yang semakin dinamis mendorong mereka ingin mendapatkan informasi sebanyak mungkin. Apalagi, LED pun dapat menampilkan informasi yang lengkap sehingga memungkinkan masyarakat lebih tertarik dibanding media luar ruang konvensional.

Ya, banyak kelebihan LED dibanding billboard konvensional, dari sisi sajian saja sudah jauh berbeda. Billboard konvensional cenderung cepat membosankan karena gambar bersifat statis.

Ini berbanding terbalik dengan tampilan gambar LED yang justru sangat dinamis—tak heran sebab LED merupakan produk perubahan zaman. Selain memiliki pilihan menarik, LED nyatanya juga mempunyai kekurangan, yakni sulitnya menemukan lokasi strategis karena ruang kota semakin padat.

Meski demikian, animo pengiklan terhadap billboard LED pun cenderung meningkat. Gejala ini semakin terlihat di kota-kota sekitar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi)—khususnya pada kawasan kota-kota baru yang dihuni oleh kelompok kelas menengah, serta kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Menurut Yayat Supriatna, Pengamat Tata Kota, khusus di Jabodetabek, tingkat pendapatan masyarakat yang baik membuat posisi LED dapat menjadi sarana promosi yang mumpuni. LED dapat dijadikan satu model karena tayangannya seperti televisi namun hadir di tengah landmark kota atau kawasan ekonomi yang strategis.

“Untuk penetrasinya sendiri, saya rasa ada peningkatan 30% lebih. Kekuatan penetrasi dari LED mulai menggusur posisi billboard yang ada. Beberapa lokasi strategis, misalnya, menyinergikan LED dengan pembangunan pos polisi atau pos pemantau lalu lintas. Jadi, LED dapat disinergikan dengan lokasi sarana publik. LED bisa menjadi ranah yang menyatu dengan budaya perubahan di masyarakat. Nah, tinggal bagaimana sisi aturan dan perubahan ini saling menyesuaikan,” kata Yayat.

Sayangnya, peningkatan tersebut belum mendapat dukungan dari sisi infrastruktur yang belum siap sepenuhnya. Ini tak terlepas dari kewenangan, tata aturan ruang kota yang belum mendukung, serta masalah zonasi ruang yang segera harus diatur dalam rencana detail tata ruang dan peraturannya.

Posisi peletakan atau titik-titik lokasi yang sesuai estetika ruang, tentunya menjadi prasyarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebijakan penempatan LED sebagai media luar ruang bisa dibangun sesuai daya dukung sarana dan prasarana kota yang ada.

Tantangan lain yang harus dihadapi adalah penempatan lokasi haruslah strategis, misal berada pada sisi persimpangan lokasi jalan yang merupakan simpul pergerakan lalu lintas di kawasan ekonomi primer. Maklum saja, faktor letak dan ketinggian juga menjadi penting, sebab lokasi yang terlalu tinggi dengan lebar LED terbatas juga tidak menarik.

LED membutuhkan ruang yang dapat dilihat dari berbagai sudut lokasi dengan nyaman. Jika sekadar diletakkan pada posisi yang tidak memadai, pastinya LED tidak akan mendapat perhatian.

Billboard LED mempunyai potensi yang cukup kuat karena dinamika masyarakat di masa mendatang sarat akan teknologi dan informasi. Masyarakat semakin cerdas, siapa yang bisa mencuri perhatian dengan informasi lengkap akan menjadi kekuatan untuk menguasai pasar media luar ruang. Ibaratnya, LED seperti memindahkan televisi ke ruang publik. Kini, yang harus dilakukan adalah menyesuaikan aturan bangunan gedung dan yang prospek agar dapat diserap dengan baik oleh para pelaku bisnis,” papar dia.

Sejauh ini sudah banyak pelaku usaha yang berhasil mengembangkan kegiatan media luar ruang LED ini. Kota akan semakin kuat daya tariknya di malam hari.

Tren kawasan pusat perbelanjaan dengan wisata belanja pada malam hari akan semakin mendorong pelaku usaha untuk kreatif memanfaatkan budaya konsumtif masyarakat. Di Jakarta sendiri, semakin banyak kehidupan malam sehingga LED sangat kuat daya tariknya.

Adapun yang harus dilakukan oleh pemain billboard agar sukses mengembangkan bisnis LED adalah memerhatikan kelengkapan dari sisi aturan yang berlaku di tata ruang kota. Hal ini penting agar penempatan lokasi mendapatkan jaminan dan izin mendirikan bangunan (IMB) agar tidak menimbulkan masalah.

Selain itu, lokasi-lokasi kota baru atau kawasan pengembang yang cepat tumbuh juga harus diperhitungkan, sebab di sana tinggal kelas menengah ke atas. Lokasi lain adalah kawasan perkantoran atau perdagangan. Namun, faktor yang paling penting adalah sajian yang disampaikan kepada masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here