Lateral Marketing Ala Barbie

[Reading Time Estimation: 2 minutes]
lateral marketing barbie
Lateral Marketing Ala Barbie

Barbie adalah hasil dari pemikiran berbeda tentang boneka. Suatu pemikiran yang mampu menerapkan ilmu atau metode dimana perusahaan menggunakan proses pencarian dan penciptaan ide-ide baru yang berbeda. Metode ini dinamakan Lateral Marketing. Produk-produk baru diciptakan di luar suatu kategori atau market tetap dan biasanya membentuk kategori atau market baru. Sebuah produk diubah sedemikian rupa agar sesuai untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan baru, market, atau situasi baru yang tidak dipertimbangkan sebelumnya.

Keunggulan utama dari tipe inovasi semacam ini adalah terbentuknya market baru, bukan penguasaan atas suatu segmen dari market yang telah ada. Boneka yang tadinya diperuntukkan bagi bayi dan anak-anak kecil, sekarang telah melahirkan market baru yaitu market remaja (ABG) dengan boneka yang sudah disesuaikan. Barbie telah “menambahkan kebutuhan” atau menciptakan suatu market baru untuk produk boneka. Bahkan seorang Philip Kotler pernah berkata, “Siapa salah satu penghasil fashion terbesar di dunia?  Jawabannya adalah Mattel.”

Mungkin bagi kaum ABG atau remaja sekalipun, terkadang boneka dianggap terlalu kekanak-kanakan.  Tetapi Barbie bisa sukses masuk kedalam pasar ini. Bukan karena hanya mengandalkan faktor bonekanya saja, tetapi karena banyaknya ekstensi produk-produk yang ada, konsep kuat di belakangnya, dan juga unsur fashion yang kental dan melekat kuat di image-nya. Fashion disini bukan hanya tentang pakaian, tetapi juga mencakup ke model rambut, sepatu, tas, bahkan sampai ke alat-alat make-up. Para penggemar busana atau fashion bisa jadi juga menjadi penggemar Barbie.

Beberapa remaja yang mengaku menggemari Barbie pada masa kecilnya, masih tetap menggemarinya sampai pada masa-masa dewasanya. Mereka selalu bisa mengambil sebuah boneka dan bermain sesuai dengan skenario atau imajinasi mereka sendiri. Barbie bisa menjadi apapun yang mereka mau, bisa mempunyai karier apapun yang mereka mau, dan bisa tampil seperti apapun yang mereka inginkan.

Walaupun tidak dimainkan seperti layaknya anak-anak kecil, beberapa remaja juga menggunakan Barbie sebagai pajangan atau display menarik, yang dapat mencerminkan atau seakan menceritakan skenario atau imajinasi apa yang ada di benak mereka. Seperti halnya filosofi dari penciptanya, bahwa melalui bonekanya, mereka dapat menjadi apapun yang mereka inginkan. Barbie bisa mewakili pendapat dan fakta bahwa wanita selalu mempunyai pilihan dan mereka bisa melakukan apa yang ingin mereka lakukan.

Sebelum kemunculan Barbie, semua boneka mempunyai harga, ukuran, kebangsaan, desain, pakaian, komplemen, aksesori, warna mata, dan warna rambut yang beragam, tetapi tidak seorangpun memikirkan boneka non-bayi. Mengapa?  Sebab boneka adalah mainan bayi dan anak-anak.

Keyakinan ini melahirkan modifikasi dalam atribut-atribut dari bayi pada saat menciptakan boneka baru. Tidaklah mengejutkan jika ide ini muncul pada diri orang yang tidak bekerja untuk perusahaan boneka. Orang-orang pada perusahaan tersebut mungkin buta terhadap kemungkinan boneka berpenampilan dewasa.

Barbie, boneka paling laku di dunia, telah menjadi bagian integral dari kehidupan jutaan gadis muda. Daya tarik abadi Barbie telah melahirkan kelompok-kelompok penggemar fanatik yang suka mengoleksi Barbie. Dari selebritis seperti Cher sampai tema desainer fashion yang glamor, lini Barbie Collectibles yang menakjubkan menawarkan ratusan boneka.

Ivan Mulyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here