Portal Lengkap Dunia Marketing

XXX Dunia Riset

Komunitas Pekerja Bersepeda

Tren bersepeda kini semakin banyak peminatnya. Entah karena didorong kesadaran mengurangi polusi udara atau sekadar hobi, yang jelas, kini semakin banyak orang ingin bersepeda. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan pada hari libur, tapi sudah banyak dari mereka yang berangkat ke kantor dengan menggoes sepeda. Dari mereka inilah lahir komunitas-komunitas pengguna sepeda, yang salah satunya adalah komunitas “Bike to Work” (B2W).

Berdasarkan wawancara oleh Spire Research & Consulting kepada narasumber dari komunitas ini, Bike to Work berdiri diawali dengan adanya sekelompok penggemar kegiatan sepeda gunung yang mempunyai harapan akan terwujudnya udara bersih di perkotaan. Ini mendorong lahirnya Komunitas Pekerja Bersepeda (Bike-to-Work Community) pada 27 Agustus 2005.

Komunitas ini tidak memerlukan iuran dari para peserta. Hal tersebut menjadi daya tarik yang cukup besar bagi para pengguna sepeda untuk masuk ke B2W. Cukup dengan memakai sepeda dalam beraktivitas sudah bisa dianggap menjadi bagian dari B2W Indonesia. Syarat ini sangat mudah dan murah untuk bergabung dalam sebuah komunitas.

Sesuai survei yang dilakukan oleh Spire Research & Consulting, alasan anggota komunitas ini bergabung dalam B2W sangat bervariasi. Alasan yang terkuat adalah hobi. Bagi para penghobi bersepeda, jelas bahwa B2W merupakan wadah yang sangat cocok untuk menyalurkan hobi mereka itu. Sementara alasan minoritas dari para anggota, sebagai sarana olahraga, hanya sejumlah 5% saja.

Banyaknya kegiatan di dalam komunitas ini menunjukkan keaktifan dari B2W. Milis yang aktif dan di-update setiap hari membuktikan antusiasme dari setiap peserta. Komunitas ini juga memperlihatkan kepedulian akan lingkungan, ditandai adanya kampanye-kampanye soal lingkungan hidup, menjadi pembicara dan peserta seminar, serta menjadi pengisi acara di berbagai media. Selain itu, hampir di setiap kesempatan yang ada, digelar pula gathering-gathering, donor darah, program kuliner, dan bakti sosial oleh para anggota komunitas ini.

Program bulanan yang sudah rutin dilakukan adalah car free day.  Acara ini paling banyak diminati oleh para pencinta sepeda. Di hari khusus tersebut, kendaraan-kendaraan bermotor tidak diperbolehkan melewati jalan-jalan utama di Jakarta—terutama sepanjang jalan Sudirman–Thamrin—kecuali kendaraan umum dan Trans Jakarta.

Manfaat paling tinggi yang dirasakan oleh peserta Bike to Work adalah segi kesehatan. Banyak pengakuan dari narasumber bahwa dengan menjadikan bersepeda sebagai lifestyle, mereka merasakan dampak yang luar biasa bagi kesehatan mereka. Terbukti dengan persentase dari survei yang dilakukan, sebesar 65% dari seluruh peserta merasakan manfaat tersebut. Berbagai penelitian juga telah mengungkap bahwa kebanyakan penyakit disebabkan oleh ketidakseimbangan metabolisme. Hal ini biasanya dikarenakan perubahan kebiasaan beraktivitas. Sekarang banyak orang mengeluh tidak punyai waktu untuk berolahraga karena aktivitas yang padat. Komunitas B2W menjadi salah satu solusi yang baik untuk problem tersebut. Efisiensi waktu juga adalah salah satu manfaat yang dirasakan oleh anggota, meskipun angka hasil surveinya hanya 10%.

Kerja Sama B2W dan Polygon

Berdasarkan survei Spire Research & Consulting, diketahui bahwa merek sepeda yang paling banyak dipakai adalah Polygon (50%). Hal itu dikarenakan Polygon di sini membuat kerja sama dengan B2W dalam membuat sepeda dengan merek dagang B2W itu sendiri. Pertama kali diluncurkan, sepeda Polygon dengan merek B2W langsung mendapat respons positif dari konsumen. Dalam penjualan sepeda ini, Polygon harus memberikan Rp 20.000 per satu buah sepeda kepada B2W sebagai royalti.

Tak hanya itu, hubungan mutualisme antara B2W dan Polygon terus meningkat dengan adanya masukan-masukan dari komunitas B2W. Hal tersebut ditandai dengan adanya masukan tentang acara yang menarik awam untuk bersepeda, ataupun mengenai desain sepeda. Sebagai timbal-baliknya, Polygon memberikan fasilitas kepada B2W dalam pertemuan-pertemuan internal mereka, ataupun memberikan penyuluhan tentang safety riding. Semua ini kembali didukung dengan visi yang sama antara B2W dan Polygon untuk meningkatkan jumlah pemakai sepeda di tengah masyarakat. Kontribusi komunitas ini bagi Polygon ditandai jelas dengan peningkatan yang signifikan dari penjualan sepeda Polygon yang naik 20% pada tahun 2006, dan meningkat pada tahun 2008 sebanyak 50%. Menurut narasumber, sepeda bukanlah barang yang bisa diperbesar konsumsinya dengan cara promosi lewat iklan. Tetapi, komunitas yang bisa mencerminkan kebutuhan dari anggotanya dianggap sebagai satu-satunya jalan.

Kerja sama Marketing

Sebagian besar peserta komunitas Bike to Work mengeluhkan tentang keselamatan mereka, terbukti dengan persentase kekurangan yang ada di dalam B2W. Mereka mulai mengajukan pendapat untuk mengadakan kerja sama dengan perusahaan penyedia asuransi. Keselamatan mereka dinilai terganggu karena ketidakadaan tempat yang dikhususkan bagi pengendara sepeda.

Di dalam komunitas B2W juga terdapat banyak keluhan mengenai ketidakefektifan yang terjadi. Fasilitas juga sering dikeluhkan. Seperti aktivitas olahraga, bersepeda juga menghasilkan banyak keringat. Para pengguna sepeda pun harus kerepotan untuk bersiap-siap di kantor, sebab fasilitas untuk itu belum memadai. Keluhan lain adalah soal jarak dan waktu. Mereka mungkin terhindar dari kemacetan, tapi mereka juga bermasalah dengan waktu, karena jarak yang ditempuh telalu jauh bagi sebagian anggota.

Para anggota komunitas B2W sering kali membicarakan tentang sepeda dan aksesorinya. Peluang usaha terbuka bagi para pebisnis sepeda dan aksesorinya untuk menjadi relasi dari komunitas ini, melihat daya konsumsi mereka yang cukup tinggi. Dalam menunjukkan komunitasnya, anggota B2W memakai bike tag, pin, bag cover, jersey, t-shirt, hingga sepeda, merek Bike to Work Indonesia yang seluruh atributnya berwarna khas kuning dan hitam. Hal tersebut merupakan lahan bisnis yang potensial, mengingat besarnya konsumsi yang ada dari komunitas ini, karena jumlah pesertanya yang sangat banyak. (Majalah MARKETING)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top