Portal Lengkap Dunia Marketing

XXX Ad Madness

Komunikasi Lebih Inovatif dan Interaktif

www.marketing.co.id – Printer Brother memilih augmented reality untuk mengenalkan produknya. Selain untuk menciptakan imej produk juga meningkatkan pengakuan (recognition) terhadap merek printer ini.

Dalam hitungan satu dekade terakhir dunia pemasaran telah mengalami perubahan yang sangat drastis, baik dari sisi konsumen maupun media pemasarannya. Alhasil, para pemasar tak cukup lagi memanfaatkan komunikasi konvensional yang bersifat vertikal, tetapi harus mampu berkreasi dan berinovasi dalam menciptakan strategi pemasaran yang inovatif dan interaktif.

Kondisi ini semakin tidak bisa ditolak lagi ketika pasar sudah “melek” akan teknologi digital. Akhirnya, mau tidak mau implementasi teknologi ke dalam strategi pemasaran pun menjadi keharusan bagi para pemasar dalam mencari solusi yang menarik pasar. Nah, salah satu pemanfaatan teknologi dalam strategi pemasaran yang belakangan banyak diimplentasikan oleh pemasar adalah pemanfaatan teknologi augmented reality dalam bentuk iklan kreatif (creative advertisement).

Brother merupakan salah satu contoh perusahaan printer pertama yang menggunakan aplikasi mobile augmented reality, khusus pengguna iPhone 3G dan iPad 2. Tujuan memanfaatkan aplikasi ini, Brother ingin mengajak para konsumennya untuk dapat melihat produk printer besutannya secara lebih nyata dalam bentuk 3 dimensi (3D), tanpa harus kesulitan untuk melihat bentuk asli dari printer tersebut.

Secara garis besar, augmented reality adalah salah satu bentuk media pemasaran baru yang mengombinasikan proses interaksi suatu obyek dunia nyata dengan dunia digital yang dibuat oleh komputer secara virtual. “Brother melihat augmented reality akan menjadi teknologi yang akan sering digunakan di masa mendatang, khususnya dalam media periklanan,” sebut Virginia Jonathan, Manager Marketing Communication PT Brother International Sales Indonesia.

Teknologi augmented reality memang terbilang relatif baru dalam dunia periklanan. Namun, manfaatnya dipandang cukup efektif dalam menciptakan komunikasi getok tular. Berdasarkan hal tersebutlah Brother mulai memanfaatkan teknologi ini dalam mengampanyekan produknya guna menciptakan brand recognition sebagai produsen printer terkemuka.

Untuk pertama kali, aplikasi mobile augmented reality digunakan Brother pada awal tahun 2012, bertepatan dengan peluncuran 3 produk seri printer dan multi-function centre (MFC). Komunikasi yang ditonjolkan tentu saja ada keterkaitan dengan rangkaian peluncuran seri terbaru tersebut, sehingga konsumen bisa melihat langsung bentuk printer ini dalam bentuk 3D dan fitur-fitur yang terdapat dalam seri printer terbaru ini.

Brother bekerjasama dengan Metaio, sebagai salah satu perusahaan pengembang aplikasi software augmented reality dan Dante Techologies yang menawarkan solusi untuk konsep pengembangan media augmented reality. Merek printer ini membuat kampanye pemasaran dengan konsep yang mengusung maskot korporat yang bernama “Bro”. Tokoh kartun ini diposisikan untuk menjelaskan fitur-fitur terbaru ataupun keunggulan produk dalam bentuk animasi 3D yang menarik.

Seperti dikatakan Virginia, target kampanye pemanfaatan augmented reality diperuntukkan bagi seluruh audiensi dari berbagai macam vertikal industri. Lewat aplikasi ini, Brother menginginkan adanya interaksi langsung kepada konsumen, baik secara merek ataupun gambar yang ditampilkan. “Sejatinya, konsep augmented reality ini secara emosional dapat menciptakan ketertarikan atas suatu produk yang dikampanyekan karena media tersebut bisa membawa konsumen untuk mengetahui detail dari suatu produk lebih dalam, tanpa harus membaca spesifikasi produk tersebut di brosur atau media lainnya,” tuturnya.

Ditambahkan Virginia, augmented reality juga bisa dimanfaatkan sebagai langkah inovatif dalam diferensiasi produk Brother dengan produk yang dihasilkan kompetitor. Sementara dari sisi brand awareness, penggunaan media augmented reality ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal Brother sebagai salah satu produsen printer yang selalu ingin berinovasi dengan menciptakan produk-produk di dunia informasi dan telekomunikasi.

Oleh karena itu, secara bertahap Brother akan terus bereksplorasi dan berinovasi untuk mengembangkan aplikasi ini yang nantinya tidak hanya bisa diakses oleh pengguna iPad dan iPhone tetapi juga untuk pengguna Android. Selain itu, Brother berupaya memaksimalkan pengaplikasian dari augmented reality ini, sehingga tampilan-tampilan atau bentuk dari iklan atau kampanye produk yang ditawarkan tidak monoton.

“Aplikasi augmented reality akan terus digunakan di produk-produk lainnya, karena Brother ingin membawa konsumen mendapatkan pengalaman berbelanja yang menarik dan menyenangkan, serta bertujuan menaikan brand recognition dari Brother sebagai salah satu pemimpin di bisnis printer yang selalu berusaha berinovasi dengan memasukan teknologi terbaru dalam setiap produk yang dihasilkan,” tambahnya.

Berbicara efektivitas berkampanye lewat aplikasi augmented reality. Virginia mengakui masih banyak kekurangan. Pasalnya pengaplikasiannya masih terbatas untuk pengguna iPad2 dan iPhone 3G, serta Android, tetapi belum dapat diakses oleh kalangan luas, dalam artian untuk pengguna smartphone dan mobile device lainnya. Tak hanya itu, bagi para audiensi yang ingin melihat bentuk kampanye yang ditawarkan harus mengunduh aplikasi terlebih dahulu di iTunes Stores.

Sementara mencermati dari sisi efesiensi. Di Indonesia sendiri, penggunaan media online atau media digital sebagai sarana untuk mengiklankan suatu merek dari suatu produk masih belum terlalu membumi yang mengakibatkan dari segi biaya dianggap masih lebih mahal ketimbang menggunakan media konvensional.

Tetapi, di negara-negara seperti Amerika ataupun Eropa, penggunaan media digital, termasuk aplikasi augmented reality banyak digunakan perusahaan-perusahaan besar sebagai alat pemasaran yang lebih efisien dari segi biaya, dibandingkan beriklan di media cetak, seperti majalah dan koran ataupun media outdoor, seperti billboard dan banner.

Kendati demikian, Virginia tak memungkiri bahwa media augmented reality akan menjadi tren yang akan booming di masa depan, seiring berkembangnya teknologi dan mulai merambahnya media online dan media digital di Indonesia. Apalagi, aplikasi augmented reality merupakan salah satu media beriklan yang dapat berinteraksi langsung dengan konsumen dalam bentuk virtual. “Brother menyadari betul bahwa media digital akan terus berkembang dengan selalu mengusung teknologi-teknologi terbaru  yang lambat laun akan menggantikan media iklan konvensional di masa yang akan datang,” pungkasnya. (Moh. Agus Mahribi)

This article powered by eXo Digital Agency. eXo is a digital media agency serving local and international brands ranging from SME (small and medium enterprises) to multinational companies from various industries. We are an all-round agency with tremendous experience in digital activation, social media, search engine marketing, interactive game, web and software development.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top