Portal Lengkap Dunia Marketing

FINANCIAL SERVICES

Kinerja Rata-rata Unit Link Saham Minus 34% sejak 2018

Lifepal.co.id mengolah data pergerakan nilai tunai unit link tahun 2018 hingga 2020 yang diambil dari situs perusahaan asuransi penerbit produk unit link tersebut.

Salah satu produk unit Link dari AXA mencatat kinerja terburuk, sementara salah satu produk unit link Allianz mengalami penurunan paling kecil di antara produk lainnya.

Rata-rata kinerja unit link dari Januari 2018 hingga Mei 2020 (-34%)

Rata-rata kinerja unit link dari Januari 2018 hingga Mei 2020 (-34%)

Rata-rata penurunan kinerja produk unit link berbasis saham (equity fund) yang kami pantau per Januari 2018 hingga Mei 2020 adalah -34%. Penurunan terparah terjadi pada Maret 2020, ketika IHSG mengalami koreksi -19%.

Akan tetapi, kinerja unit link tersebut kembali meningkat tipis pada April hingga Mei 2020 sejalan dengan adanya rebound pada IHSG.

AXA Maestrolink Aggressive Equity catat kinerja terburuk

Dari sepuluh produk unit link saham, AXA Maestrolink Aggressive Equity Plus menjadi unit link saham dengan penurunan kinerja terdalam sejak 2018 hingga 2020 di antara sembilan sampel produk unit link berbasis saham yang kami peroleh datanya.

Hasil investasi dari AXA Maestrolink pada Januari 2018 hingga Mei 2020, tercatat -46,4%. Akan tetapi, kinerja terburuk dari produk unit link AXA Indonesia ini tercatat pada bulan Maret 2020, dengan nilai -53,4%.

Untuk diketahui, komposisi portofolio saham dari unit link AXA Maestrolink Aggressive Equity adalah 89,17% saham sedangkan 10,83%-nya berupa kas serta pasar uang. Lima saham yang menjadi komposisi terbesar portofolio unit link ini adalah, PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Namun AXA juga memiliki produk lain yaitu AXA Maestrolink Equity Plus, yang memiliki kinerja lebih baik daripada AXA Maestrolink Aggressive Equity dan Simas Aggressive Fund milik Simas MSIG Life.

Penurunan kinerja salah satu unit link milik Allianz tercatat paling kecil di antara yang lain

Sejak Januari 2018, kinerja unit link berlabel Allianz Smartlink Equity Fund ini tercatat hanya -27,2%, atau paling kecil dibanding sembilan produk lainnya.

Alokasi aset portofolio Allianz Smartlink Equity Fund adalah 80,73%-nya ditempatkan di saham, 3,39% di reksa dana saham, dan 15,8% lainnya di kas atau deposito.

Saham-saham yang masuk ke dalam lima kepemilikan efek terbesar di unit link ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Pages: 1 2 3

Halaman : 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top