Portal Lengkap Dunia Marketing

DIGITAL & TECHNOLOGY

Ketika Pengalaman Mobile Konsumen Buruk

Ketika Pengalaman Mobile Konsumen BurukHasil studi yang dilakukan oleh ResearchNow yang berjudul Connected Traveler: Mobile Satisfaction Report memberikan detail respon ketidakpuasaan konsumen terhadap aplikasi perjalanan.

Pertama-tama, sangat penting untuk mencatat bahwa studi tersebut mengidentifikasi kebiasaan spesifik yang berasosiasi dengan perangkat mobile. Misalnya, para wisatawan cenderung merencanakan perjalanan yang akan datang menggunakan tablet dan ketika di perjalanan mereka menggunakan ponsel pintar. Faktanya, 76% responden menggunakan ponsel pintar untuk membuat pengaturan perjalanan saat mereka di perjalanan.

Memang hasil penelitan memberikan gambaran tentang tantangan unik bagi industri perjalanan. Tapi, hasil penelitian tersebut relevan juga jika diterapkan pada pengalaman mobile konsumen secara umum.

Jadi, apa yang membuat konsumen mendapatkan pengalaman mobile yang buruk?

Meskipun persentase spesifik ketidakpuasan berbeda berdasarkan perangkat (tablet vs ponsel pintar), tapi ada cukup banyak hal yang beririsan dalam masalah ini. Faktanya, daftar ketidakpuasaan tersebut lebih panjang pada ponsel pintar.

Berikut daftar penyebab pengalaman mobile tak memuaskan yang dialami oleh para wisatawan berdasarkan urutan jumlah persentasenya:

Loading lambat – Faktor ini adalah faktor pertama yang membuat konsumen tak puas dengan pengalaman mobile-nya. Riset telah menunjukkan bahwa para konsumen tidak sabar dengan situs yang waktu loading-nya lama.

Pencarian dan pilihan seleksi terlalu ribet – Umumnya pengalaman mobile adalah sesederhana pengalaman situs web pada platform mobile. Ketika ruang dan waktu menjadi prioritas, maka situs yang sederhana dan bersih adalah pemenangnya.

Navigasi buruk – Navigasi yang buruk dan pengalaman yang kurang memuaskan sering kali berkaitan. Jika konten dan pengalaman tidak dirancang berdasarkan fokus konsumen, hasilnya pasti akan membingungkan mereka.

Pengalaman mobile yang tidak mempertimbangkan loyalitas – Konsumen mengharapkan pengalaman baik di seluruh platform. Membuat konsumen melakukan kerja ekstra saat mengakses situs web melalui prangkat mobile-nya tentu bisa membuat konsumen tidak setia.

Situs yang tidak didesain secara optimal untuk mobile – Faktor ini memiliki persentase paling sedikit, tapi tetap merupakan faktor penting.

Apa dampak dari pengalaman mobile yang buruk?

Ketika Pengalaman Mobile Konsumen BurukSebanyak 35% dari responden mengindikasikan bahwa mereka cenderung tidak lagi memakai merek perjalanan lagi setelah mengalami pengalaman mobile yang buruk. Perlu diingat, mereka adalah wisatawan yang melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, bukan wisatawan yang hanya berkunjung ke suatu tempat sesekali.

Lalu apa ‘obat’ untuk menyembuhkan pengalaman mobile yang buruk?

Pertama-tama, ciptakan pengalaman yang berfokus dan berbasis kepercayaan konsumen. Membantu konsumen adalah cara paling efektif agar konsumen mau membeli produk atau layanan kita. Ketika konsumen merasa terbantu, mereka akan menceritakan pengalaman tersebut pada sesama.

Pelanggan yang rasa ingin terhubung dan rasa ingin tahunya tinggi memiliki ekspektasi yang juga tinggi, lebih dari sekadar masalah waktu loading dan navigasi. Faktor tersebut sangat penting. Jika mereka puas mereka akan setia.

Untuk memastikan waktu loading dan navigasi, cobalah kita alami sendiri. Temukan dan beli produk atau layanan kita menggunakan perangkat mobile. Dari situ kita bisa mengetahui bagaimana pengalaman mobile konsumen kita.

Sumber: Business2community

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top