Portal Lengkap Dunia Marketing

FINANCIAL SERVICES

Kenaikan Jumlah Simpanan Pada Bank Umum Picu Deflasi

Marketing.co.id – Berita Financial | Pandemi Covid-19 membuat Indonesia mengalami pembatasan sosial berskala besar. Tentu ini memberi dampak yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi. Masyarakat menjadi cenderung lebih menahan untuk melakukan konsumsi dan melakukan tindakan menabung.

Baca Juga: 5 Investasi untuk Anak Muda yang Tak Tergerus Inflasi

Di masa pandemi ini, ketika ekonomi Indonesia masih lesu, yang ditandai dengan minusnya pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal II 2020, inflasi bukanlah ancaman yang harus ditakuti, namun deflasi-lah yang harus kita soroti.

Dalam ilmu ekonomi, deflasi adalah keadaan yang menunjukkan penurunan harga suatu barang atau jasa dalam kurun waktu yang relatif singkat. Turunnya harga suatu barang atau jasa berimbas pada sektor lain seperti menurunnya upah pekerja. Secara teknis, suatu keadaan dikatakan deflasi jika tingkat inflasi turun di bawah 0%.

Baca Juga: Pulihkan Sektor Riil, Cetak Uang Atau Berutang?

Resesi adalah suatu keadaan yang tidak terpisahkan dari deflasi. Umumnya, ketika ekonomi mengalami resesi atau depresi yang parah, perekonomian juga akan turut melambat karena permintaan atas konsumsi dan investasi yang anjlok.

Grafik di atas menjelaskan bahwa adanya penurunan inflasi di Indonesia selama tahun 2020. Terlihat pula pada Juli 2020 dan Agustus 2020, Indonesia resmi mengalami kondisi yang dinamakan deflasi.

Deflasi terjadi secara teknis di mana tingkat inflasi turun di bawah 0%. Dengan terjadinya deflasi, maka sebenarnya konsumsi sedang menurun, sehingga menyebabkan harga-harga barang dan jasa juga mengalami penurunan.

Menurut Lifepalcoid, hal ini terjadi karena masyarakat Indonesia mulai menahan melakukan konsumsi dan mengalihkannya ke tabungan di bank umum. Dengan turunnya konsumsi, berlakulah seperti hukum permintaan dan penawaran, ketika permintaan terhadap suatu barang turun, maka akan terjadi penurunan pada harga-harga tersebut. Baca Juga: Simpanan Uang di Bank Tembus di atas Rp65.00 Triliun Selama Pandemi

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing dan Berita Bisnis

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top