Portal Lengkap Dunia Marketing

Ad Madness

Kejujuran Ala Dermablend

CamoIklan kosmetik biasanya itu-itu saja, mengumbar wanita berwajah mulus yang pada kenyataannya tak mungkin wajah seseorang bisa semulus itu dan glowing tanpa cela seperti yang ditampilkan. Tentu saja gambar seperti itu sudah melalui proses editing menggunakan Photoshop dan software sejenisnya.

Iklan dari kosmetik korektif yang satu ini berbeda. Alih-alih meminta bintangnya memakai make up tebal dan menggunakan software untuk mengedit gambar, merek kosmetik yang satu ini justru meminta para bintangnya menghapus make up dan menampilkan wajah asli mereka.

Merek kosmetik Dermablend, melalui kampanye “Camo Confession”, menampilkan pengakuan dua wanita bernama Cheri Lindsay dan Cassandra Bankson yang membuka rahasia tentang kulit wajah mereka. Bankson yang sehari-hari berprofesi sebagai model dan mahasiswa, tampil di depan kamera menghapus make up di wajahnya dan seketika mengejutkan audiens dengan kondisi kulitnya yang sebenarnya.

Ia pun berbagi cerita tentang dirinya yang harus hidup dengan jerawat parah. Adapun Cheri, adalah seorang bintang YouTube yang secara mengejutkan menunjukkan kulit wajahnya yang mengalami kelainan pigmentasi.

Melalui iklan kampanye yang emosional ini Dermablend mencoba untuk menyampaikan pesan mereknya bahwa kosmetik dengan performa berkualitas hadir bukan untuk menyembunyikan kekurangan si pemakai, tetapi untuk menampilkan wajah yang sebenarnya. Dermablend sendiri merupakan merek kosmetik yang diperuntukkan bagi mereka yang mengalami kelainan kondisi kulit, bisa karena kelainan alami ataupun karena guratan tato.

Pesan ini semakin diperkuat pernyataan Bankson di akhir video yang mengatakan, “Saya dulu memakai make up untuk menutupi dan bersembunyi dari diri saya saat itu. Kini saya menggunakannya untuk mengekspresikan dan menunjukkan kepada dunia siapa saya sebenarnya.”

Sebenarnya, pesan iklan tersebut agak kontradiktif dengan apa yang dilakukan oleh produk Dermablend. Sebagai kosmetik korektif, Dermablend tentu berfungsi untuk menyempurnakan kondisi kulit yang tidak biasa. Orang-orang memakai Dermablend tentu ingin agar penampilan mereka tidak terlihat ‘aneh’ bagi orang lain.

Terlepas dari itu, konsep iklan dan kecantikan yang disampaikan layak diapresiasi. Memang benar bahwa setiap orang memiliki kecantikannya masing-masing. Begitu pula dengan Lindsay dan Bankson yang berani mengungkapkan originalitas wajah mereka di depan kamera. Nyatanya, mereka tetap wanita cantik meskipun tanpa make up.

Tak hanya kedua wanita tersebut yang tampil dalam kampanye ini. Ada pula pengakuan dari Rick Genest ‘Zombie Boy’ yang seluruh tubuhnya terlukis tato abadi. Ludwig Ciupka, Creative Director Agensi iklan Tuxedo yang memproduksi iklan ini, mengakui bahwa tak ada naskah untuk setiap shoot yang dilakukan. Semua berjalan secara alami.

Dermablend melalui kampanye ini mengajak para penggunanya melalui media sosial untuk berani dan percaya diri menampilkan wajah mereka yang sesungguhnya melalui video. Itulah nilai positif lainnya dari kampanye kosmetik ini.

Di tengah derasnya bisnis kosmetik yang berlomba-lomba menampilkan konsep cantik dengan wajah mulus, putih dan glowing dengan sentuhan manipulatif pada iklannya, iklan Dermablend dengan berani dan kejujurannya ‘menabrak’ konsep kecantikan semacam itu dan sukses menarik perhatian audiens. Melalui iklan ini, Dermablend pun sukses membuktikan bahwa performa produk mereka memang luar biasa.

Bagaimana menurut Anda iklan ini?

(Berbagai sumber)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top