Portal Lengkap Dunia Marketing

PROPERTY & RETAIL

Karyawan Harus Ikut Audisi Dulu

Cold Stone Creamery sukses menjajakan es krim superpremium. Strategi menghibur yang atraktif menjadi salah satu kuncinya.

Banana United

Peal banana, peal, peal banana

Slice banana, slice, slice banana

Mash banana, mash, mash banana

Eat banana, eat, eat banana

Go banana, go, go banana

Go Cold Stone!

Demikian salah satu syair yang acap kali dinyanyikan oleh para pelayan yang bertugas di Cold Stone Creamery, sebuah gerai es krim superpremium di Amerika Serikat. Lagu itu merupakan satu dari puluhan lagu yang didendangkan setiap hari. Tidak hanya nyanyian, pengunjung juga disuguhi atraksi-atraksi indah para pelayan. Mana ada es krim melayang selain di gerai ini? Sungguh unik, menarik, dan menyenangkan.

Itulah gaya Cold Stone Creamery menghibur pengunjung. Kini, keunikan pelayanan itu sudah dapat dinikmati di Jakarta. Sebab, sejak 29 November 2007 lalu gerai Cold Stone Creamery dibuka di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Pembukaan itu sekaligus menandai masuknya gerai tersebut pertama kali di Asia Tenggara.

Menurut Anthony Cottan, Director Food & Beverage Concepts PT Mitra Adiperkasa Tbk, Cold Stone hadir di Indonesia berada di bawah bendera PT Sari Ice Cream Indonesia, anak perusahaan yang dipimpinnya. “Cold Stone Creamery dengan bangga memproklamirkan diri sebagai inovator di bidang es krim. Pernyataan ini didasari oleh komitmen kami untuk terus mengembangkan es krim biasa sehingga tercipta sebuah cita rasa baru yang luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Anggy Gustiza, General Manager PT Sari Ice Cream Indonesia, menyatakan, setiap produk Cold Stone Creamery merupakan hasil karya yang unik. Perpaduan berbagai rasa es krim dan mix-in yang mereka miliki dapat menghasilkan lebih dari 4 juta kreasi es krim, smoothies, shakes, dan es krim cakes, sesuai selera pengunjung.

Tak sekadar sesuai selera, produk yang ditawarkan juga terasa lembut dan segar. Rahasia kesegaran dan kelembutan itu ada pada cara pembuatannya yang dilakukan setiap hari di setiap toko. Pembuatannya dikombinasikan dengan berbagai macam mix-in (topping) di atas batu granit beku. Berkantor pusat di Scottsdale, Arizona, Cold Stone Creamery merupakan bagian dari Kahala, Cold Stone Holding Company, waralaba brand building terkemuka dengan 13 merek dalam portofolionya.

Kini lebih dari 1.400 gerai Cold Stone Creamery tersebar di berbagai kota di Amerika Serikat, Puerto Rico, Jepang, Korea, Cina, dan Taiwan. Terbaru, di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta. Kapitalisasi Cold Stone Creamery telah mencapai US$ 20,7 miliar. Pada tahun 2006, pendapatan sistem terbuka Cold Stone Creamery menembus lebih dari US$ 471 juta atau meningkat 15% dari tahun 2005.

Jelas sekali bahwa keberhasilan Cold Stone Creamery itu dilandasi oleh strateginya yang unik dan berbeda. Yang sebetulnya keunikan dan perbedaan itu telah dimulai sejak merekrut karyawan-karyawannya. Betapa tidak, untuk menjadi pelayan di Cold Stone Creamery, seorang pelamar harus mengikuti audisi terlebih dahulu.

“Ya, cara merekrut karyawan kami pun sudah berbeda, yaitu melalui audisi menyanyi, menari, dan sebagainya. Istilahnya talent show. Dengan cara ini kami akan mendapatkan orang yang memiliki bakat entertainer dan pekerja. Mereka harus bisa menghibur di dalam pekerjaannya,” ungkap Anggy, menjelaskan.

Tidak sebatas itu, ketiga pionir dari kru, yaitu brand operations manager, store manager, dan training manager dikirim ke kantor pusat untuk mengikuti pelatihan. Setelah menjalani pelatihan selama enam minggu di sana, mereka kemudian ditugaskan mengajari kru-krunya seperti layaknya di kantor pusat. Kru-kru itu kebanyakan diangkat dari alumni akademi perhotelan dan sekolah menengah.

Meski merek ini waralaba dari Amerika Serikat, harga yang ditawarkan cukup friendly. Apa yang dikatakan menurut selera pelanggan itu benar terjadi di sini. Pelanggan bebas memilih rasa dan ukuran menurut keinginan masing-masing. Bagi yang takut gemuk atau penderita gula pun tak perlu sungkan memakan es krim Cold Stone Creamery karena ada menu yang non fat dan non sugar.

Saat ini gerai Cold Stone Creamery di Indonesia memang baru ada di Citos. Di pusat belanja tersebut gerai es krim ini mulai buka pukul 09.00 dan ditutup pada pukul 02.00 dini hari. Sejak buka hingga tutup gerai tersebut tampak penuh pengunjung, baik tua maupun muda. Terutama yang pernah merasakan es krim Cold Stone Creamery di kantor pusatnya, kata Anggy, pasti mereka “memburunya” ke sini.

Dengan menyuguhkan diferensiasi, yakni pemesanan menurut selera, pelayanan yang baik disertai atraksi-atraksi yang menghibur, setiap hari biasa tercatat sekitar 800-1.000 orang mengunjungi gerai Cold Stone Creamery ini. Di malam minggu, jumlah itu akan meningkat hingga 1.100 pengunjung.

Angkanya diperkirakan bakal terus meningkat seiring dengan program komunikasi dan promosi yang dilakukan PT Sari Ice Cream Indonesia. Program komunikasi dan promosi Cold Stone Creamery dilakukan melalui above the line, seperti beriklan dan partnering, juga below the line semisal loyalty program.

Merasa sukses, Anggy pun kini sibuk mencari lokasi untuk pengembangan gerai-gerai baru. Targetnya, Cold Stone Creamery dapat menambah 10 gerai selama tahun 2008. Setelah Citos di Jakarta Selatan, rencananya gerai kedua akan dibuka di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara. Selain di Jakarta, gerai ini pun akan dibuka di Bali, terutama daerah Kuta. “Kami sekarang juga sedang mempersiapkan sumber daya manusianya, karena setiap gerai membutuhkan 16 karyawan,” ucap Anggy yang mengaku optimistis akan menuai sukses dengan mengusung strategi yang unik tersebut. (Purjono)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top