Portal Lengkap Dunia Marketing

UMKM

Jelita Cosmetics, Toko Kosmetik Original dan Berizin BPOM

jelita cosmetics

Marketing.co.id – Berita UMKM | Meneruskan usaha orang tua merupakan salah satu hal lumrah yang dilakukan banyak orang. Seperti halnya dilakukan Michelle Valencia, Pemilik jaringan toko Jelita Cosmetics yang memilih melanjutkan usaha yang dirintis orangtuanya sejak tahun 2005 di Surabaya. 

Awalnya Michelle sering membantu orangtuanya untuk mengelola usaha tersebut agar banyak pelanggannya. Namun, kegiatan itu sempat vakum tatkala dia melanjutkan kuliah ke mancanegara. Usai meraih gelar sarjana dari Nanyang University of Art, Singapura, dia pulang ke Surabaya dan kembali membantu usaha orang tuanya.

Banyak terobosan yang telah dilakukan Michelle dalam mengembangkan Toko Jelita Cosmetics, dari yang tadinya konvensional menjadi lebih modern. Di antaranya, penyediaan mesin kasir, penataan produk lebih eye catching dan menarik serta menerapkan strategi digital marketing.

Salah satu implementasi digital marketing yang dilakukan adalah pemasaran produk secara online melalui media sosial dan bergabung dengan marketplace  yang identik dengan produk fashion dan life style, seperti Shopee. “Respons pasar online sangat antusias,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, Michelle pun menikah dan kebetulan suaminya tinggal di Yogyakarta, sehingga dia pun mengikutinya. Lalu, dia membuka cabang toko Jelita Cosmetics di Yogyakarta tahun 2018. Lokasinya di Jalan Kaliurang KM 5 CT III, Sleman, Yogyakarta.

Menurut Michelle Toko Jelita Cosmetics di Surabaya yang lebih awal berdiri lebih banyak didatangi para ibu atau pemilik salon. Pasalnya, toko ini lumayan besar dan melayani penjualan eceran serta grosir. Preferensi produk yang lebih banyak diminati konsumen di ‘Kota Pahlawan’ ini adalah make-up. Itulah sebabnya, komposisi produk yang dijual perlengkapan salon lebih mendominasi ketimbang skincare.

Sedangkan Toko Jelita Cosmetics di Yogyakarta rata-rata pembeli dari kalangan anak muda.Ini sesuai dengan kondisi kota tersebut yang dijuluki sebagai ‘Kota Pelajar’. Dan produk-produk yang diminati adalah skincare dengan harga yang terjangkau oleh kantong para pelajar dan mahasiswa.

Michelle mengklaim banyak keunggulan yang dimiliki oleh Jelita Cosmetics, meski persaingan di bisnis ini ketat dan kosumen online cenderung tidak loyal. Lantas, apa yang dialakukan? Menggaransi produk-produk yang dijual Jelita Cosmetic baik di Surabaya, Yogyakarta dan online adalah 100 asli dan berizin BPOM.

Daya tarik lain adalah harga produk-produk yang dipasarkan Jelita Cosmetics di bawah pasaran. Sebab, toko ini memiliki gudang memadai untuk menyimpan sekitar 10 ribu  SKU produk dari ratusan brand impor dan lokal. “Ibaratnya itu, Jelita jual produk eceran, tapi harganya grosir,” imbuhnya.

Saat ini Jelita Cosmetics menjual produk skincare seperti facial wash, serum, sunscreen, mouisturizer, night cream, dan lainnya. Sedangkan produk make-up di antaranya foundation, bedak tabur, compact powder, lipstick, eye shadow, bulu mata palsu dan masih banyak lagi. Ada pula aksesoris kecantikan seperti, jepit bulu mata, kuas bedak, spon bedak, sisir, bandana, jepit rambut dan sebagainya.

“Harga produk Jelita dibanderol mulai Rp4 ribu – Rp300 ribu. Untuk brand produk yang banyak dicari konsumen adalah Wardah, Somethinc, Emina, Implora, Make Over, serta produk kekinian lainnya. Tapi, kami juga akan meluncurkan produk skincare dengan brand sendiri Jelita pada akhir tahun 2021 ini,” beber Michelle.

Strategi keberhasilan toko di Surabaya, juga dia terapkan di Yogyakarta. Bisa ditebak, perkembangan toko di sini juga maju, sehingga bisa mempekerjakan 12 karyawan tetap dan puluhan pegawai freelance.

Edukasi Pasar Kosmetik 

Perilaku konsumen kosmetik atau produk kecantikan berubah tiap generasi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Michelle. Dulu, konsumen cenderung kurang peduli terhadap efek samping produk kecantikan yang bermasalah. Sebaliknya, sekarang kosumen lebih cerdas dan selektif.

“Konsumen generasi milenial lebih cerdas dan selektif memilih produk yang tepat. Jadi, selalu diperhatikan apakah produk ini sudah ada izin BPOM, ingredient atau bahan-bahannya apasaja, aman atau tidak untuk kesehatan dan lainnya,” jelas Michelle.

Guna menggarap konsumen yang semakin cerdas, Michelle mengaku memiliki strategi jitu yang telah terapkannya selama ini, yakni review produk jujur, mengembangkan toko dan edukasi pasar kecantikan.

“Saya selalu jujur dalam me-review produk kecantikan. Kalau produknya jelek, saya bilang jelek, tapi kalau bagus ya bilang bagus.Jadi, saya harus mencoba langsung kewajah saya, barulah dilakukan review. Dan upaya ini membuat followers saya makin bertambah, karena mereka menyukai apa yang saya rekomendasikan apa adanya,” papar dia.

Dalam pengembangan toko, Michelle akan fokus menggarap pasar online karena potensi dan prospek pasarnya glowing seperti hasil produk skincare.“Meski pandemi Covid-19 sekarang mulai menurun kasus Covid-19, tapi masyarakat masih banyak juga yang melakukan pembelian online, khususnya konsumen dari luarkota,” ucapnya.

Michelle yang aktif di media terus mengedukasi masyarakat, terutama calon pembeli melalui konten – konten informatif mengenai bahan dan manfaat dari setiap produk yang ditawarkan, serta cara pengaplikasian penggunaannya.

Marketing.co.id | Portal Berita Marketing & Bisnis

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top