Portal Lengkap Dunia Marketing

PR Hype

Jangan Anggap Remeh, 3 Senjata Rahasia PR Bangun Brand Anda!

PRBrandSetiap brand, baik itu berupa teknologi, produk ataupun kepribadian punya cerita yang perlu dibagikan kepada khalayak. Entah bisnis kita cuma punya tim lima orang atau bisnis seperti Fortune 50, kita perlu mengetahui bagaimana membagikan cerita brand kita dengan cara yang benar, waktu yang tepat, dan kepada orang yang tepat.
Bagaimana kita melakukannya? Berikut ada tiga cara rahasia yang ampuh untuk mengangkat brand kita di benak khalayak.
Cerita yang utama. Praktisi PR harus bisa menjadi storytellers yang memahami setiap nuansa bisnis. Ia harus berkomunikasi secara internal dan eksternal. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti apa visi perusahaan? Bagaimana produk yang diciptakan bisa membawa visi menjadi kenyataan? Bagaimana bisnis bisa membuat hidup pelanggan dan mitra jadi lebih baik? Dan pertanyaan lainnya yang harus ditanyakan kepada perusahaan untuk membangun brand dan kebudayaan.
Tiga level penting yang harus ditarik. PR lebih dari sekadar media relation. Hal itu tetap menjadi elemen penting, tapi setidaknya ada tiga tingkatan utama yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan ketika berbicara tentang storytelling, yaitu tradisi, sindikasi dan kepemilikan.
Tradisi, PR tetap butuh membangun hubungan dengan figur kunci pers yang mengikuti perkembangan bisnisnya. Dengan begitu PR bisa membantu pers menceritakan dan melaporkan berita kepada para pembaca.
Sindikasi. Hal ini terjadi ketika perusahaan berhubungan dengan properti online utuk menghasilkan konten yang dirancang spesifik untuk pembacanya. Setiap hari ribuan sindikat brand membutuhkan konten yang segar dan menarik. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan memahami bahwa yang PR tawarkan kepada entitas media adalah sesuatu yang berharga. Contohnya, data, survei, wawasan konsumen dan aset lainnya yang mungkin sempurna untuk mendongkrak brand.
Kepemilikian. Masa depan konten dipegang oleh konten. Aset berupa konten tersebut haruslah yang bisa menciptakan hubungan emosional dengan pelanggan. Formatnya bisa macam-macam, blog post, podcast, video, dan sebagainya. Konten menjadi sebuah aset karena perkembangan trend yang mana perusahaan berharap untuk terus membangun percakapan langsung dengan pelanggannya.
PR adalah profit center, bukan cost center. Masih jamak perusahaan yang menganggap PR sama dengan pengeluaran biaya. Padahal, PR adalah sebuah investasi. Dari mulai rekrutmen, perkembangan bisnis, SEO, PR bisa menjadi sebuah katalis bagi brand untuk hadir di benak target yang tepat seiring dengan pertumbuhan bisnis.
Nah, sudahkah brand Anda mempertimbangkan peran PR?
(Entrepreneur)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top