Salesmanship

Jadilah Top 10% di Bidang Anda! (Bagian ke-2)

www.marketing.co.id – Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang keputusan untuk menjadi TOP 10% di bidang Anda. Juga sudah diulas tentang langkah yang SEHARUSNYA Anda lakukan untuk mencapai hal itu. Pertama, membuat daftar alasan mengapa Anda ingin menjadi TOP 10%. Kedua, membuat daftar orang-orang yang SUDAH berada di TOP 10% di bidang yang sama dengan Anda. Kini kita akan mendiskusikan langkah ketiga hingga keenam.

Langkah Ketiga

Saat Anda mulai bertanya dan mencari orang-orang Top di bidang Anda, sesuatu yang positif otomatis akan muncul… Secara mengejutkan, Anda mulai mendapatkan jawaban. Anda mulai mendapatkan sejumlah nama. Orang-orang mulai memberitahu Anda mengenai siapa mereka, latar belakang, perjuangan, cerita sukses mereka, berapa kali mereka gagal, serta apa yang mereka lakukan untuk mengatasi rintangan. Anda mulai mengagumi mereka dan mulai mengerti apa yang dibutuhkan untuk menjadi TOP 10% dalam bidang Anda. Jadi,  temukanlah ide tentang apa yang harus dilakukan supaya Anda bisa mencapai posisi TOP 10%.

Lalu Anda mulai menemukan hal lain… Anda tahu bahwa SEMUA ORANG dari TOP 10% tersebut memulai karier dari BAWAH… Bahkan banyak di antara mereka tidak berada dalam bidang yang sama sewaktu memulai kariernya! Anda akan mempelajari lagi pelajaran yang telah saya ceritakan sebelumnya. Anda menyadari bahwa hal itu benar…

  1. Menjadi TOP 10% di bidang Anda adalah PILIHAN.
  2. Menjadi TOP 10% di bidang Anda adalah PROSES.
  3. Menjadi TOP 10% di bidang Anda membutuhkan WAKTU.

Lalu, Anda akan menyadari bahwa apa yang membuat mereka sukses adalah hal-hal yang sangat mungkin juga Anda lakukan. Sesuatu yang lebih menakjubkan lagi terjadi; Anda berkata pada diri sendiri, “Bila mereka bisa melakukannya, begitu pula saya…” Anda mulai terinspirasi!

Langkah Keempat

Begitu memiliki nama-nama orang Top tersebut, segera hubungi mereka, perkenalkan diri, beritahukan mereka bahwa Anda terinspirasi oleh kesuksesan mereka dan ingin mereka menjadi panutan—bahkan mentor Anda. Bila perlu, kirimkan mereka CV Anda dan penjelasan singkat tentang aspirasi, mimpi, dan mengapa Anda begitu terinspirasi oleh cerita sukses mereka, terutama tentang bagaimana mereka mengatasi masa-masa sulit sampai akhirnya mencapai sukses.

Bila orang ini dapat ditemui secara fisik (Anda bisa naik mobil, kereta, atau pesawat untuk menemui mereka), maka buatlah appointment untuk menemui dia secara personal.

Bila orang ini tidak dapat ditemui secara fisik, maka mintalah untuk belajar dari dia melalui telepon atau e-mail. Mintalah kesempatan untuk bertemu bila suatu hari dia berkunjung ke negara, kota, atau tempat Anda.

Dengan teknologi saat ini, semua orang bisa dihubungi. Jadi, Anda tidak punya alasan! Saya beritahukan satu rahasia lagi: semakin sukses seseorang, semakin senang ia membantu orang lain yang sungguh-sungguh mau belajar dan ingin sukses. Orang-orang sukses akan tersentuh oleh ketulusan dan kemauan Anda mengorbankan waktu dan uang hanya untuk belajar dan berkembang. Bila mereka melihat ketulusan dalam diri Anda, saya yakin, mereka akan memberikan bantuan dan nasihat lebih dari yang Anda harapkan! Percayalah!

Langkah Kelima

Oke, Anda sudah memperkenalkan diri dan mendapatkan appointment. Selamat! Sekarang Anda harus MEMPERSIAPKAN diri untuk pertemuan tersebut. Orang-orang sukses biasanya sangat sibuk, jadwalnya ketat, dan sangat menghargai waktu. Mereka tidak menghargai orang yang suka buang-buang waktu dengan mengobrol tanpa arah. Jadi, persiapkan diri. Anda cuma punya kesempatan satu kali untuk membuat kesan yang baik!

Berikut beberapa hal yang perlu Anda persiapkan:

1.    Persiapkan hadiah kecil untuk diberikan—jangan beli sesuatu yang mahal. Anda tidak ingin memojokkannya pada situasi di mana ia merasa WAJIB untuk menolong hanya karena menerima hadiah mahal. Jadi, belilah hadiah sekadar untuk mengucapkan, “Saya sangat menghargai waktu Anda untuk menemui saya.” Hadiah sederhana.

2.    Buat daftar pertanyaan yang ingin diajukan:

a. Mulai dengan gambaran luasnya, seperti:

  • Apa yang Anda lakukan sebelum Anda memulai profesi ini?
  • Bagaimana/mengapa Anda memulai profesi ini?
  • Hal-hal positif apa saja yang ada di profesi ini?
  • Hal-hal negatif apa saja yang ada di profesi ini?
  • Apa saja benefit menjadi TOP 10% di bidang ini?
  • Apa saja kerugian bila menjadi TOP 10% di bidang ini?
  • Apa saat tersulit dalam karier Anda?
  • Apa yang Anda lakukan untuk mengatasi masa-masa sulit?
  • Apa saja momen-momen terbaik atau paling bahagia?
  • Nasihat apa saja yang dapat Anda berikan untuk orang seperti saya, yang ingin menjadi TOP 10% di bidang ini?

Perhatikan, semua pertanyaan ini bersifat terbuka (open-ended) supaya dia bisa menjelaskan dan memberitahukan pada Anda lebih banyak.

b.    Lanjutkan ke tahap pertanyaan yang lebih detil dan spesifik, seperti:

  • Saya punya masalah khusus (jelaskan masalah Anda). Bagaimana saran Anda untuk mengatasi masalah ini? Teknik apa yang harus saya gunakan? Di mana saya bisa belajar lebih banyak untuk mengatasi masalah tersebut?
  • Apa yang Anda perbuat bila berada pada situasi seperti ini… (jelaskan masalah dan situasinya)?

Perhatikan dua hal. Pertama, pertanyaannya masih bersifat terbuka. Kedua, Anda bertanya dan meminta nasihat, bukan jawaban. Anda harus mencari jawabannya sendiri. Anda tidak minta ikan; Anda minta bagaimana caranya memancing supaya nanti bisa mencari ikan sendiri. Anda tidak minta dibelikan lemari; Anda minta diajari cara menggunakan alat-alat supaya nanti bisa membuat lemari sendiri— bahkan meja dan kursi—tanpa harus mengganggunya sama sekali.

Biarkan saya memberi satu tip. Orang-orang sukses suka dan ingin membantu orang yang mau BELAJAR, bukan orang yang cuma mencari jawaban atau jalan pintas. Mereka bisa melihat perbedaannya. Jadi, sebaiknya perlihatkan pada mereka bahwa Anda ingin belajar, bukan hanya mencari jalan pintas.

c.    Selain mempersiapkan serangkaian pertanyaan, Anda juga harus mempersiapkan jawaban Anda sendiri! Setidaknya sediakan beberapa alasan, jawaban logis dan pintar, serta jawaban yang memotivasi bila dia mengajukan pertanyaan seperti berikut:

  • Mengapa Anda memilih saya?
  • Siapa saja yang Anda temui? Mengapa?
  • Mengapa Anda memilih profesi ini?
  • Mengapa Anda begitu menyukai profesi ini sehingga ingin menjadi TOP 10%? Mengapa bukan profesi lain?
  • Mengapa Anda ingin menjadi TOP 10% di bidang ini?
  • Seberapa banyak pengorbanan yang Anda siapkan untuk mencapai TOP 10%?
  • Berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai posisi TOP 10% ini menurut Anda?
  • Apakah pendapat pasangan Anda tentang hal ini? Apakah ia mendukung Anda? Mengapa?

Langkah Keenam

Langkah ini benar-benar tergantung pada apa yang terjadi saat pertemuan. Bila pertemuan berjalan lancar, maka saya yakin Anda tahu persis apa yang harus dilakukan.

Bila pertemuan tersebut gagal, maka review-lah apa yang benar apa yang salah, lalu buat appointment untuk menemui orang Top selanjutnya di daftar Anda. Belajarlah dari pengalaman pertama sewaktu menemui orang berikutnya.

Tip selanjutnya… jangan langsung menemui si nomor satu. Temui orang yang berada di daftar paling bawah terlebih dulu, supaya Anda mendapatkan pengalaman belajar. Dengan begitu, setelah beberapa appointment, Anda kurang lebih sudah tahu bagaimana menghadapi pertemuan itu dan sudah siap bila tiba saatnya menemui “master” yang sesungguhnya.

Bagaimanapun, semua ini dimulai dari satu hal sederhana: “Putuskan untuk menjadi TOP 10% di bidang Anda hari ini.”

Ingatlah Buddha, “Diri kita saat ini adalah hasil dari pikiran kita”. Ingat Yesus, “Carilah maka kau akan menemukan”. (James Gwee T.H., MBA.)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top