Portal Lengkap Dunia Marketing

Marketing

Inovasi Sasa Pikat Konsumen Lokal Hingga Internasional

Marketing – Sejatinya, prinsip utama dalam memasak adalah membuat sajian makanan lezat dan seminimal mungkin tidak terlalu merepotkan dalam prosesnya. Maklum saja, ditengah kesibukan sehari-hari, orang kerap tak memiliki waktu terlalu lama untuk membuat satu masakan saja. Melihat kondisi tersebut, PT Sasa Inti – perusahaan FMCG makanan dan bumbu, pun berupaya memenuhi kebutuhan tersebut, yakni selalu berinovasi dalam menciptakan rasa yang sesuai dengan selera konsumen.

Albert Dinata, Head of Marketing PT Sasa Inti mengatakan, “Rangkaian produk Sasa, tak hanya dapat diperoleh dari produk Sasa Gourmet Powder yang merupakan produk Monosodium Glutamat (MSG). Kini, konsumen dapat memperoleh kelezatan melalui produk tepung bumbu, santan, bumbu instan, kaldu, hingga bermacam saus. Sampai saat ini, Sasa memiliki 7 varian produk dengan beragam macam turunan variannya,” kata dia.

Sasa

Tak heran jika Sasa berhasil tumbuh menjadi brand lokal yang diklaim memimpin pasar saat ini – baik pasar lokal maupun internasional, sekaligus menjadi heritage brand dari generasi ke generasi selama 52 tahun. Ditambahkan Albert, ciri khas Sasa adalah dengan melakukan inovasi tanpa henti. Strategi lain yang dilakukan adalah dengan berupaya menjaga kualitas produk-produk yang kredibel agar dapat menjadi pilihan bagi konsumen.

“Pastinya, kami menyajikan varian produk yang sesuai dengan selera konsumen Indonesia. Selain itu, kami pun menargetkan segmen yang lebih luas lagi, artinya sebagai heritage brand, kami tak hanya menyasar segmen para ibu tapi juga masuk ke segmen milenial,” tegas dia.

sasa

Selain memperluas segmen market yang dibidik, strategi lain yang dilakukan adalah dengan masuk ke pasar internasional. Kegiatan ekspor yang sudah dilakukan sejak lebih dari satu dekade ini membidik pasar Asia, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan negara lainnya. Meski enggan menyebutkan angka presentase penjualan ekspor, Albert menjelaskan, pasar ekspor terus mengalami pertumbuhan setiap tahun dan menargetkan pertambahan jumlah negara tujuan ekspor.

“Adapun target pertumbuhan adalah 25 sampai 30%. Ini ditopang juga dengan kinerja dari kategori tepung bumbu dan varian lainnya. Kami optimis Sasa bisa bersaing di tengah maraknya persaingan kategori produk sejenis, terlebih industri food services dan kuliner juga semakin maju,” tegas dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top