Ini Cara Pelaku Industri Telekomunikasi dan Digital Menghadapi Resesi Global

Marketing.co.id – Berita Digital & Technology | Tahun 2023 diperkirakan akan terjadi resesi global. Walau demikian, dari catatan Bank Indonesia (BI), diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada di atas 5 persen atau 5,2 persen.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 akan berada di kisaran 4,6 persen hingga 5,3 persen melebihi rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia. Bahkan jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi negara berkembang. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya dari kinerja ekspor, tapi juga dari sisi konsumsi dalam negeri yang terus mendukung pemulihan ekonomi.

Para pembicara yang terdiri dari pakar telekomunikasi, perbankan dan retail, pada sesi pertama “Digital Telco Outlook 2023” yang diselenggarakan di Jakarta (06/12). Foto: marketing.co.id/lialiliy.

Bersiap-siap menghadapi resesi global, sejumlah perusahaan termasuk BUMN mulai melakukan berbagai inovasi dalam menghadapi tantangan yang bisa saja berdampak ke Indonesia. Perang Rusia Ukraina yang belum usai dan lonjakan inflasi juga bisa sewaktu-waktu mengancam ekonomi Indonesia.

Dalam acara Selular Digital Telco Outlook 2023 yang berlangsung di Park Regis Arion Kemang, Jakarta Selatan (6/12/22), CEO Selular Media Network, Uday Rayana menjelaskan bahwa banyak gagasan menarik dari para pemimpin industri dalam bersiap menghadapi resesi global di tahun 2023.

Acara yang terbagi dalam dua sesi ini menghadirkan berbagai pembicara handal dari industri telekomunikasi, perbankan dan juga retail. Diskusi sesi pertama dimoderatori oleh Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi dengan menghadirkan sembilan narasumber dari Telkomsel, XL Axiata, ZTE Indonesia, Ciena Communication, CIMB Niaga, Erajaya Digital, Telkomsigma, serta FWD Insurance.

Dalam sesi pertama, Dr Denny Setiawan, Direktur Penataan Sumber Daya Kemenkominfo RI mengatakan bahwa tahun 2023, tantangan Indonesia akan semakin komplek dengan kondisi perekonomian global yang masih tidak pasti. Kolaborasi dari berbagai pihak dan para stakeholder serta inovasi anak bangsa yang kreatif bisa menjadi solusi.

Pembicara lainnya, VP Area Account Management Telkomsel, Samuel Pasaribu mengambarkan bahwa memasuki tahun 2023, Telkomsel telah mengedepankan memastikan keberlanjutan roadmap perusahaan untuk menghadapi tantangan dan peluang yang ada.

“Telkomsel melakukan penguatan tiga pilar digitalnya yakni Digital Connectivity, Digital Platform dan Digital Service. Semua ini dilakukan agar pelanggan kami merasa puas dengan peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan serta konektivitas yang merata hingga pelosok negeri serta memberikan value dengan layanan nilai tambah bagi kebutuhan masyarakat yang semakin “tergantung” dengan telekomunikasi dan teknologi digital.” sambungnya.

XL Group Head Solution Architect & Development, Aun Abdul Wadud menjelaskan bahwa selama lima tahun ke belakang, XL Axiata berhasil mempertahankan pertumbuhan bisnisnya di tengah banyaknya tantangan, baik secara industri maupun secara global.

“Langkah yang akan diambil perusahaan, yakni fokus pada tiga pilar pertumbuhan pada tahun 2023. Convergence kami akan berfokus pada dua segmen yaitu keluarga dan bisnis (solusi terpadu untuk UMKM). Kepuasan pelanggan tetap menjadi salah satu fokus utama kami untuk membedakan kami dengan operator lain,” ujarnya.

Dari diskusi ini diharapkan dapat menjembatani para pemangku kepentingan dan stakeholders untuk lebih memperkuat sinergi dan berkolaborasi dalam menghadapi resesi global di tahun 2023 yang sebentar lagi akan datang.

Marketing.co.id: portal berita marketing dan bisnis.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.