Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia UKM

Ingin Luluhkan Hati Pelanggan? Rayu Dengan Konten Persuasif

persuasive contentSeorang psikolog, jurnalis dan pemasar konten, Patsi Krakoff dalam studinya tentang persuasi menemukan cara pemasaran yang persuasif berpengaruh signifikan bagi pemilik bisnis kecil atau profesional yang ingin menulis secara efektif di websitenya.

Dulu para pemasar percaya bahwa orang-orang mengambil keputusan berdasarkan fakta: argumentasi menarik dan cara pikir rasional. Oleh karena itu, presentasi dan halaman online fokus pada langkah logis untuk menyelesaikan masalah.

Tapi kini, UKM profesional dan orang-orang menulis dengan cara yang berbeda. Mereka menambahkan pendekatan emosional sehingga konten persuasif secara emosional.

Seperti apa konten yang persuasif? Persuasi sendiri sebenarnya bukan menggunakan cara ‘manipulatif’ untuk menarik konsumen, tapi lebih kepada membantu menciptakan pemahaman di benak konsumen. Berikut tiga cara membuat konten yang persuasif.

Sesuaikan konteks. Konten pemasaran yang cerdas membantu calon pelanggan memahami keseluruhan konteks yang terlibat dalam rangka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sering kali bisnis memberikan konten dengan nasihat yang solid, tapi kurang kontekstual sehingga saran sulit diaplikasi. Sediakan referensi yang diperlukan untuk membantu pemahaman calon pelanggan seputar artikel yang kita buat.

Beri tahukan keuntungan. Konten yang cerdas membantu calon pelanggan memahami keuntungan menyelesaikan masalah dengan cara tertentu. Sering kali bisnis menggunakan konten untuk menarik calon konsumen, tapi kemudian langsung menjual layanan atau produknya.

Padahal, calon pelanggan harus paham dulu keuntungan dari sebuah layanan dan produk. Untuk itu, jangan langsung menawarkan penjualan, tapi coba edukasi mereka tentang keuntungan lebih dulu dengan sesi ‘trial’ atau pemberian sampel produk.

Tampil menarik. Penampilan yang menarik tak hanya dalam konteks tampilan website, tetapi juga konten. Konten yang paling persuasif adalah konten yang bisa menarik dan melibatkan dua bagian otak – kanan dan kiri. Maka, setiap kali kita mengungkapkan fakta pada konten, sertakan pula cerita, anekdot, atau kutipan.

Berdayakan calon pelanggan. konten pemasaran yang baik tak hanya berisi informasi, tetapi juga menciptakan pemahaman konsumen sehingga mengarah kepada pengetahuan. Jika kita berhasil pada titik ini, maka tak ada lagi halangan antara kita dengan calon pelanggan.

Konten yang persuasif adalah konten yang bisa menciptakan keseimbangan antara elemen emosional dan rasional sehingga tercipta pemahaman di benak konsumen. Nah, selamat mencoba !

(Berbagai sumber)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top