Portal Lengkap Dunia Marketing

PR Hype

Ilmu PR Warisan Mendiang John Lennon

Ilmu PR Warisan Mendiang John LennonTangal 9 Oktober 2013 lalu merupakan perayaan ulang tahun yang ke-73 bagi musisi legendaris mendiang John Lennon. Bertepatan dengan itu, ada beberapa pelajaran dari John Lennon yang bisa Anda ambil selaku praktisi PR.

Publisitas yang dimiliki John Lennon memang tak kunjung pudar, terbunuh pada Desember 1980, tak membuat nama besarnya ikut mati. Dan seperti itu pulalah tugas seorang PR, Anda harus bisa memberikan image positif yang tak kunjung sirna. Itu bisa Anda pelajari dari beberapa pengalaman pribadi milik suami dari Yoko Ono ini.

1.       Strategi pemasaran terpadu

Di tahun 1969, John Lennon bersama dengan sang istri menyerukan kampanye bertajuk “War is Over!”. Pesan itu mereka tempel di berbagai billboard di kawasan New York, London, Hollywood, Toronto, Paris, Roma, Berlin, Athena, dan Tokyo. Tidak hanya pada billboard, pesan dengan tulisan hitam dan background putih itu juga tampil di berbagai poster, leaflet, dan iklan surat kabar.

Menariknya, di bawah pesan War is Over!, terdapat tulisan kecil, “Happy Christmas, John and Yoko”. Akibatnya, ketika konser berjudul sama, yakni War is Over! berlangsung di London, euforia masyarat pun tak bisa terbendung. Pasalnya, kampanye itu berlangsung sebelum konser terselenggara.

Pesan untuk PR: Setelah Anda menyampaikan pesan melalui media yang Anda pilih, Anda wajib meneruskannya dengan tindakan nyata agar pesan yang Anda kirim tak hanya sekedar ada di kepala khalayak, tapi juga menjadi tindakan, ekspresi nyata, atau apapun. Ini momentum penting yang perlu untuk dilakukan.

2.       Jangan tolak panggilan media

Hingga ia pensiun di tahun 1975, John Lennon tak hanya aktif di dunia musik, tapi juga di berbagai acara talk show. Ia dan istri, Yoko Ono bahkan pernah menjadi co-host acara mingguan The Mike Douglas Show. Inilah yang membuatnya semakin tenar, jumlah fansnya pun kian bertambah seiring berjalannya waktu.

Pesan untuk PR: Jangan pernah sekalipun menolak jika diminta untuk berbicara di berbagai acara (kecuali bila acara tersebut memang tidak ada hubungan sama sekali dengan merek Anda). Kenapa? Karena dengan begitu, merek Anda akan semakin dikenal, siapapun yang melihat bisa saja tertarik, kembali teringat (bila sempat lupa), atau bahkan antusias. Who knows?

Membuat merek terkenal tak ubahnya dengan membuat diri sendiri dikenal. Sekarang, bagaimana Anda bisa dikenal oleh teman, kerabat, atau bahkan tetangga bila Anda hanya berdiam diri di dalam kamar. Jadi, tampilkan diri/merek Anda ke kerumunan.

 

Sumber: PR News Online | Foto: Fanpop

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top