Portal Lengkap Dunia Marketing

Ad Madness

Iklan Lewat Ponsel, Jurus Unilever Gaet Konsumen Pedesaan

unileverUnilever menyediakan layanan musik mobile gratis bagi jutaan masyarakat di pedesaan India. Layanan musik ini bukanlah layanan musik seperti Spotify dan semacamnya, tapi merupakan layanan musik yang diselingi dengan iklan produk-produk Unilever, seperti sabun, krim kulit, sampo, dan deterjen.

Di pedesaan di India, kepemilikan telepon selular meningkat. Ada 364 juta pengguna ponsel di pedesaan per 31 Januari 2014 menurut Telecom Regulatory Authority of India dan laju penambahan angka tersebut lebih cepat dari perkotaan.

Pertumbuhan pendapatan menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya kepemilikan telepon seluler. Berdasarkan Komisi Perencanaan India, pendapatan petani disesuaikan dengan inflasi yang meningkat hampir 7% rata-rata pertahun dalam lima tahun belakangan ini. Pertumbuhan pengeluaran di desa-desa diperkirakan berkembang melebihi pusat perkotaan.

Peningkatan kepemilikan telepon seluler dan pendapatan inilah yang membuat perusahaan raksasa barang konsumen ini tertarik untuk menggaet masyarakat pedesaan. Selain, menggaet ibu-ibu rumah tangga di pedesaan dengan berbagai program, Unilever juga meneraplan iklan mobile berbalut layanan musik ini.

Teknisnya, pengguna ponsel hanya perlu menelpon nomor kontak bebas biaya Unilever. Setelah dua nada sambung, telepon akan terputus. Sistem kemudian menelpon pengguna kembali dan memutarkan 15 menit musik pre-recorded yang diselingi dengan iklan produk. Semua pengguna ponsel akan mendengarkan segmen rekaman yang sama setiap minggunya.

Mengingat pasar perangkat mobile kini meningkat, banyak perusahaan-perusahaan besar kini beralih ke kampanye mobile untuk menggapai konsumen, termasuk konsumen di pedesaan. Seiring dengan meningkatnya biaya iklan, kampanye ponsel lebih menarik karena biayanya rendah dan lebih spesifik menargetkan pasar daripada media massa.

Memang ada kekhawatiran soal efektivitas konsep iklan mobile semacam ini. “Ini adalah hal baru dan mungkin saja hanya sukses untuk tiga hingga empat bulan pertama, karena pelanggan pada akhirnya akan bosan dengan konten hiburan yang itu-itu saja,” jelas analis HDFC Securities Ltd., Harsh Mehta, seperti dikutip Bloomberg.

Menurut Pimpinan One97 Communication Ltd, Milind Pathak, peningkatana biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan akan cepat menanjak ke “unsustainable levels” jika jutaan orang berbondong-bondong beralih ke layanan ini. “Tidak mungkin untuk menopang biaya seperti itu kecuali Anda perusahaan sangat besar yang terdiri dari berbagai merek,” katanya.

Selain Unilever, ada pula Pepsi Co yang pernah menjalankan kampanye iklan dengan konsep ini.

(Sumber: Bloomberg)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top