Portal Lengkap Dunia Marketing

XXX Ad Madness

Iklan Dicemooh, GAP Bereaksi Cepat

gapvandalGAP layak mendapatkan poin baik dan acungan jempol untuk responnya yang cepat dan berkelas setelah Arsalan Iftikhar, editor The Islamic Monthly dan pendiri TheMuslimGuy.com memberikan peringatan pada ritel ini bahwa telah terjadi aksi vandalisme pada salah satu iklannya yang menampilkan model India dengan turban, Waris Ahluwahlia.

Dalam iklan tersebut, ulah tangan usil mengganti kalimat “Make Love” yang diikuti dengan logo GAP menjadi “Make Bombs” dan menambahkan tulisan di bagian bawah “Please Stop Driving Taxi’s”.

Aksi vandalisme pada iklannya ini terjadi di salah satu stasiun subway di New York. Iftikhar mendapati aksi vandalisme ini dari gambar yang direkomendasi seorang kawannya. Ia menilai aksi ini bermasalah karena menunjukkan bagaimana orang-orang berkulit coklat yang diidentikkan sebagai orang Arab atau muslim masih dipandang negatif.

Hal ini yang akhirnya mendorong Iftikhar untuk merekomendasikan gambar ini kepada 40.000 lebih follower-nya di Twitter dan di Facebook dan meminta mereka untuk menyebarkannya sehingga menciptakan social media buzz. “Saya ingin dunia melilhat bagaimana jutaan orang kulit coklat dipandang di Amerika,” tulisnya dalam sebuah portal berita online.

Setelah ribuan re-tweet dan Facebook share oleh orang-orang dari berbagai ras dan negara, terciptalah media buzz dalam waktu kurang dari 24 jam yang membuat GAP akhirnya bereaksi. Ritel pakaian ini kemudian mengontak Iftihkar untuk mencari tahu lebih jauh informasi seputar vandalisme ini. Selain itu, menurut Iftihkar bagian terbaik dari respon GAP yang cepat adalah dengan menjadikan iklan dengan model berturban tersebut sebagai background akun Twitter-nya.

Menurut Iftikhar, kejadian ini menekankan bahwa masyarakat Amerika belum hidup di era Amerika post-racial karena minoritas seperti orang-orang dari Asia Selatan (atau orang berkulit coklat yang dipersepsikan sebagai Arab atau muslim) belum bisa eksis dalam iklan fashion tanpa julukan yang bersifat rasis dilemparkan kepada mereka.

Tapi perusahaan seperti GAP melakukan pekerjaan besar dengan membuka jalan bagi minoritas dan menantang kita semua pemahaman akan arti kecantikan itu sendiri. Kalangan minoritas selama ini dianggap kurang mewakili pemahaman tradisional orang-orang Amerika mengenai kecantikan

Reaksi GAP ini menunjukkan solidaritas dan pemahaman yang baik sehingga menghasilkan image media yang positif dan getaran yang baik. Kasus GAP ini bisa menjadi contoh teladan bagaimana sebuah merek mau bertindak ‘berani’ dan responsif atas reaksi sosial.

Sumber: Adweek

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top