Portal Lengkap Dunia Marketing

Ad Madness

Iklan Berbasis Mood? Mungkin Saja

moodadSuatu hari nanti mungkin saja apa yang Anda rasakan hari ini memengaruhi iklan apa yang akan Anda lihat di internet. Jika Apple sukses mematenkan teknologi iklannya, maka imajinasi itu akan menjadi kenyataan.

Sebuah dokumen pengajuan paten yang dipublikasi oleh Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat pada Kamis (23/1) menjelaskan teknologi yang sedang dikembangkan Apple diklaim bisa menganalisa karakter data yang berasosiasi dengan mood atau suasana hati, yang telah dikumpulkan dalam satu periode waktu. Ketika dianalisa, data tersebut digunakan untuk menciptakan setidaknya satu “profil dasar suasana hati” bagi pengguna.

Penyampaian konten bertarget bukanlah sebuah pendekatan baru untuk membantu pengiklan membidik konsumen potensial. Secara umum, teknik ini membutuhkan ketertarikan konsumen, demografi, dan bahkan geografi. Tapi, Apple mengklaim bahwa ada banyak faktor lainnya yang bisa memengaruhi daya tanggap individu pada satu titik waktu. Misalnya, jika seseorang merasa tidak bahagia, maka ia cenderung tidak reseptif untuk konten tipe tertetu.

Apple menyatakan dalam dokumen tersebut jika mood pengguna bisa diketahui atau diperkirakan, maka konten bertarget yang lebih akurat bisa disampaikan. “Teknologi ini memungkinkan untuk menyimpulkan dan/atau mengetahui suasana hati pengguna. Kemudian, menggunakan suasana hati terduga tersebut dalam mengidentifikasi konten yang mungkin menarik bagi si pengguna,” begitu kata tulisan dalam dokumen tersebut.

Dokumen pengajuan menjelaskan secara detail bagaimana berbagai faktor bisa digunakan dalam menentukan mood pengguna. Mulai dari aplikasi yang digunakan, aktivitas di situs jejaring sosial, musik yang didengar, film yang ditonton, dan bahkan ekspresi wajah, bisa digunakan untuk menentukan iklan apa yang mungkin direspon oleh pengguna ketika mereka berselancar di Internet.

Lalu bagaimana dengan privasi audiens? Tentu saja, paten juga mencakup detail tentang privasi yang menggambarkan hal-hal seperti profil susasana hati yang hanya bertahan hingga waktu tertentu. Di dalam dokumen tersebut juga dijelaskan bagaimana penggunaan data dalam sistem yang digambarkan harus sesuai dengan kebijakan privasi yang ada dan perjanjian pengguna.

Iklan digital menjadi persoalan sekunder setelah penjualan perangkat keras bagi Apple.

Sumber: berbagai sumber

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top