Portal Lengkap Dunia Marketing

Ad Madness

IKEA Bikin Katalog Cetak Bak Gadget Canggih

BookbookSeperti kita tahu di era digital, eksistensi media cetak terancam mati, tapi ternyata tidak bagi IKEA.

Raksasa furniture asal Swedia ini setiap tahunnya merilis sekitar 200 kopi katalog cetak dalam 27 bahasa untuk 38 negara. Bagi IKEA media cetak masih relevan untuk memasarkan produk-produknya.

Uniknya, IKEA justru melihat bahwa media cetak dalam hal ini katalog produknya sebagai gadget paling keren yang tak terintimidasi oleh gadget masa kini.

Dalam iklan bertajuk Experience the Power of a Bookbook, IKEA menunjukkan kelebihan-kelebihan katalognya – yang disebut Bookbook – sehingga layak disebut sebagai sebuah gadget yang bahkan mengungguli tablet, smartphone, e-book dan semacamnya.

Once in a while, something comes along that changes the way we live, a device so simple and intuitive, using it feels almost familiar,” ujar narasi pembuka dalam iklan tersebut. “Introducing the 2015 Ikea catalog. It’s not a digital book or an e-book. It’s a book book,” lanjutnya.

Layaknya mengiklankan sebuah gadget canggih, dalam pembukaan iklan ini sang narator memberikan informasi tentang dimensi katalog yang ditampilkan. “At only 8mm thin, and weighing in at less than 400g, the 2015 IKEA Catalogue comes pre-installed with thousands of home furnishing ideas.” Sekilas background iklan dan gaya narator mengingatkan pada salah satu iklan Apple iPad diluncurkan pada tahun 2010.

Narasi yang mengundang tawa membuat iklan ini menarik ditonton bahkan berulang kali. Tak heran sejak videonya dirilis pada 3 September lalu, hingga kini sudah ditonton sekitar 12 juta kali.

Bookbook ditampilkan sebagai sebuah gadget tanpa Wi-Fi, dengan ‘batere sepanjang hayat’ yang tak perlu di-charge, tampilan layar sentuh yang disebutnya ‘original’, dan pengguna yang biasanya menemukan gadget-nya ngehang saat me-loading halaman, tak perlu mengalaminya saat membuka Bookbook halaman demi halaman alias ‘zero lag’.

Kelucuan narasi tak berhenti sampai di situ. Bagaimana jika pengguna ingin mem-bookmark halaman? Praktis, lipat saja ujung halaman atau gunakan sticky note warna-warni sebagai penanda. Narasi yang komikal masih berlanjut hingga akhir iklan dengan durasi sekitar 2 menit 28 detik.

Bagi para penggila teknologi, iklan ini terdengar satir. Meskipun begitu, melalui iklan ini IKEA berhasil menunjukkan kepada khalayak bahwa teknologi tak selalu rumit. Sebuah buku bisa juga disebut teknologi.

Seperti yang dikatakan oleh Marketing Manager IKEA regional Yeong Tze Kuen kepada Adweek dan sebuah potongan narasi dalam iklan ini bahwa IKEA merasa bahwa teknologi yang membantu kehidupan harusnya dengan mudah dimiliki oleh semua orang. Tentu saja menurut IKEA teknologi tersebut adalah sebuah buku – katalog cetak.

(Berbagai sumber)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top