HSBC Bantu Pengusaha Indonesia Tembus Pasar Ekspor

[Reading Time Estimation: < 1 minute]

The Hongkong and Shanghai Banking  Corporation (HSBC) siap membantu pengusaha Indonesia menembus pasar global melalui  “HSBC Trade Academy”. Sebuah forum untuk membahas peluang dan tantangan dalam bisnis perdagangan internasional. HSBC Trade Academy beberapa hari lalu kembali digelar di Jakarta.

Hadir sebagai narasumber Nirmala Salli, Head of Trade and Supply Chain HSBC Indonesia; Wimboh Santoso, Direktur Riset dan Regulasi Perbankan, Bank Indonesia; Thitapha Wattanapruttipaisan, Direktorat Integrasi Pasar, ASEAN Economic Community (AEC), dan Purbaya Yudhi Sadewa, Pengamat Ekonomi Indonesia.

 

Nirmala Salli mengatakan, telah terjadi  peningkatan aktivitas perdagangan intra Asia maupun antara Asia dengan wilayah lain di dunia. Tahun 2020, volume perdagangan intra Asia akan naik tiga kali lipat menjadi USD 10.8 triliun, lebih dari 70% volume perdagangan di koridor selatan – selatan.

“Sebagai bagian dari keluarga Asia dan ASEAN, penting bagi pengusaha Indonesia untuk memanfaatkan momentum ini dan kami sebagai partner perbankan dalam bisnis perdagangan internasional, tidak hanya menyediakan jasa dan produk perbankan, tetapi berkomitmen pula dalam memberikan dan berbagi informasi terkini, salah satunya melalui HSBC Trade Academy jelasnya,” tuturnya.

Dia menegaskan, Renminbi akan menjadi salah satu dari tiga mata uang utama yang digunakan dalam perdagangan internasional di tahun 2015. Ekonom HSBC memprediksi,  dalam 2 – 4 tahun ke depan lebih dari setengah transaksi ekspor dan impor China dengan negara berkembang akan menggunakan mata uang Renminbi. (Tony Burhanudin/www.marketing.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here