Hati-hati Stroke Mulai Mengincar Anak Muda, Apa Penyebabnya?

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

www.marketing.co.id – Mungkin Anda berpikiran bahwa penyakit stroke hanya diderita oleh para orang tua saja. Jangan salah dengan cara berpikir Anda, dengan kondisi saat ini yang begitu modern, kaum muda mulai menjadi sasarannya. Perlu Anda ketahui bahwa penyakit stroke menempati posisi teratas untuk penyebab utama kematian yang disebabkan oleh penyakit non infeksi di Indonesia.

Penyakit stroke adalah penyakit di mana suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusak atau mematikan sel-sel saraf di otak.

Kematian jaringan otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi yang dikendalikan oleh jaringan itu. Maka jika seseorang yang terkena stroke dan bila dapat diselamatkan, kadang-kadang penderita mengalami kelumpuhan di anggota badannya, hilangnya sebagian ingatan atau kemampuan bicaranya.

Menurut data riset kesehatan dasar tahun 2008, jumlah penderita stroke mencapai 8,3 per 100 populasi di Indonesia. Dengan populasi sekitar 211 juta jiwa, berarti terdapat sekitar 1,7 juta penderita stroke di Indonesia.

Data yang dihimpun dari Kementrian Kesehatan terhadap seluruh rumah sakit di Indonesia menemukan bahwa sebanyak 12 juta penduduk Indonesia yang berumur di atas 35 tahun berpotensi terserang stroke. Padahal dulu penyakit ini lebih banyak menyerang mereka yang usianya di atas 55 tahun .

Menurut Prof.Dr. Teguh Ranahkusuma. SpS (K), selaku Dokter Spesialis Saraf dari Departemen Neurologi FKUI-RSCM, mengatakan, “Stroke paling banyak dialami orang yang berusia 55 – 65 tahun. Semakin tua usianya, makin banyak pembuluh darah yang tersumbat atau mengalami arteroskletrosis. Namun kecenderungannya sekarang stroke juga sudah menyerang usia muda dai mulai usia 25 hingga 35 tahun, dan ini namanya stroke muda,” ungkapnya.

Penyebab stroke bagi kaum muda karena disebabkan dengan gaya hidup serta tempramen yang cenderung ambisius. Gaya hidup kaum muda yang disinyalir memicu stroke selain itu adalah, karena penggunaan obat perangsaan, narkoba, serta kebiasaan merokok.

Mengonsumsi obat perangsang dan narkoba membuat aliran darah menjadi meningkat. Sedangkan kebiasaan merokok menyebabkan penumpukan kotoran di bagian dalam pembuluh darah atau aterosklerosis. Kombinasi obat-obatan dan rokok ini sangat mudah memicu terjadinya stroke.

Selain itu, faktor risiko stroke adalah hipertensi dan kolesterol, makanan junk food dan banyak berlemak ditengarai ikut memicu prevalensi stroke di usia muda. Kesemua faktor di atas tak lepas dari gaya hidup kekinian yang banyak diadopsi anak-anak muda, yaitu seks, narkoba, rokok dan junk food.

Dalam mengamati penyakit stroke ini, Prof Teguh mengungkapkan, yang paling khas dari stroke usia muda ini adalah makin banyak temperamen orang-orang muda yang mudah naik darah. Oleh karena itu, sistem pendidikan sebaiknya dibenahi agar siswa didik memiliki gudang memori yang lebih banyak. Dengan demikian, maka setiap masalah hidup dapat dihadapi dengan cerdas.

“Kalau sekarang ini kita lihat anak-anak muda memorinya pendek sekali. Hidup ini memang perlu ambisi, tapi jangan lantas jadi ambisus. Stroke dan tekanan darah tinggi itu juga bisa disebabkan banyaknya ketegangan dalam hidup,” tutur Prof Teguh.

Di samping itu, Prof Teguh juga menegaskan bahwa stroke pada usia muda ini juga bisa disebabkan oleh genetik. Kalau seorang ayah atau ibu sudah punya kecenderungan stroke, maka stroke bisa lebih cepat muncul pada anak-anaknya. Untuk meminimalisir faktor risiko genetik ini, maka orang yang berpotensi terserang stroke sebaiknya segera diarahkan untuk menjalani pola hidup sehat.

Dalam penuturan dan himbauannya kepada anak muda supaya tidak terkena stroke, Prof Teguh mengatakan, “Stroke ini kan penyakit yang polanya jelas sekali dan tiap orang sebenarnya punya potensi terkena stroke. Untuk meminimalisir risiko stroke caranya yaitu mengubah pola hidup, kurangi garam, hindari makanan berlemak, daging merah, perbanyak makan sayur, buah dan minum air putih,” katanya.

Sumber  Detikhealth / (HN)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here