Portal Lengkap Dunia Marketing

XXX Ad Madness

Harus Nyata dan Wajar Menampilkan Ciri Khas Suatu Budaya

www.marketing.co.id – Kapal Api memang baru memulai menampilkan iklan TVC bernuansa budaya nasional. Kendati demikian, dalam pembuatannya Kapal Api sudah memerhatikan ciri khas dan kearifan budaya setempat agar iklan yang dihasilkan terlihat nyata dan wajar.

Strategi pemasaran tak lepas dari sebuah periklanan, namun peran iklan biasanya berubah selama siklus hidup suatu produk. Tahap awal, biasanya iklan difokuskan untuk mencapai kesadaran atas keberadaan sebuah produk (awareness), menumbuhkan sebuah keinginan untuk memiliki (interest), kemudian peranannya akan bertransformasi sebagai upaya mempertahankan loyalitas pelanggan.

Siklus ini pula yang dialami Kopi Kapal Api yang telah hadir sejak puluhan tahun lalu dan telah diterima oleh semua lapisan dan golongan masyarakat sebagai merek favorit. Alhasil, strategi komunikasi pemasarannya tidak lagi fokus membangun brand kesadaran produk, tetapi lebih menjaga loyalitas konsumennya dengan memosisikan diri sebagai merek orisinal yang bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

“Kecintaan tersebut diwujudkan lewat iklan TVC yang mengangkat pesona keindahan, kekayaan alam, dan budaya Indonesia. Meski baru diimplementasikan pada kegiatan ATL di tahun 2011, Kapal Api sudah sejak lama mengampanyekan kegiatan BTL yang berhubungan dengan kebudayaan Indonesia, seperti wayang kulit dan wayang golek di beberapa daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah,” jelas Ihsan Mulia Putri, Chief Executive Officer PT Kapal Api Global.

Bagi Kapal Api, penayangan iklan tersebut diharapkan dapat membangun pencitraan merek sesuai visi perusahaan untuk menjadi produsen kopi yang dominan dan memiliki reputasi yang baik, sehingga menciptakan ikatan yang kuat dengan konsumen. Ini guna menjaga loyalitas dan menanamkan pemikiran di benak konsumen, bahwasanya kopi bukan lagi sebagai bagian dari produk, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Ihsan menambahkan, bila dicermati, tayangan iklan produk kopi yang menghiasi layar televisi masyarakat kita masih berkutat pada komunikasi pemasaran yang menitikberatkan pada manfaat secara fungsional dari sebuah produk. Hal inilah yang mendorong Kapal Api untuk mengombinasikan secara rasional manfaat fungsional produk dengan merek secara emosional.

Bentuk realisasi yang dilakukan Kapal Api adalah membuat kampanye bertajuk “Secangkir Semangat untuk Indonesia” dalam pembuatan iklannya. Menimbang meminum kopi sudah menjadi kebiasaan dan bagian dari jutaan masyarakat Indonesia untuk mengawali hari sebelum beraktivitas. “Secara sinonim dapat dikatakan Kopi Kapal Api tak lagi menjadi minuman kopi biasa, tetapi di dalam secangkir kopi terkandung dorongan semangat untuk beraktivitas,” sebut Ihsan.

Kendati tidak secara khusus mengangkat isu budaya, pesan yang ingin disampaikan dari iklan tersebut menekankan semangat segenap lapisan masyarakat untuk menyebarkan semangat positif, baik semangat untuk selaras dengan alam, semangat untuk menjaga budaya agar lestari, semangat memajukan pendidikan, termasuk semangat menjadi bangsa yang percaya diri untuk terus maju.

Rencananya, kampanye Secangkir Semangat untuk Indonesia akan terus diusung menjadi tema periklanan Kopi Kapal Api sampai tahun 2012. Beberapa seri pun telah disiapkan sebagai kelanjutan dari kampanye terdahulu dengan menampilkan sudut pandang yang berbeda dari korelasi produk, budaya, dan semangat konsumen Indonesia. Seri pertama menayangkan mengenai biji kopi sebagai komoditi Indonesia, sedang seri kedua menampilkan budaya Indonesia. “Total ada lima seri yang telah siap ditayangkan, seri ke depan akan menampilkan kekayaan alam Indonesia,” jelas Ihsan.

Berbicara proses pembuatan iklan bertemakan budaya Indonesia, Ihsan menyebutkan pihaknya melibatkan beberapa strategic partner, yaitu agensi periklanan dan rumah produksi. Pembuatannya tidak jauh berbeda dengan iklan pada umumnya, namun sedikit lain pada waktu pengerjaan karena penyesuaian lokasi dengan format cerita yang akan dibangun. Sebab itu lokasi selalu berpindah-pindah untuk kepentingan pengambilan gambar, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Bali, Lombok, Surabaya, dan daerah lainnya.

Selain penyesuaian lokasi, proses pembuatan iklan yang bernuansa budaya nasional memiliki tantangan yang cukup tinggi. Pasalnya, iklan yang dibuat haruslah nyata dan wajar dengan menampilkan ciri khas atau kearifan budaya setempat yang akan diangkat. Dan ini dilakukan tanpa mendramatisir cerita yang tidak sesuai dengan aslinya, lantaran akan berdampak negatif pada kampanye iklan tersebut.

Alhasil, sebelum membuat iklan Secangkir Semangat untuk Indonesia, Kapal Api melakukan studi dan riset tentang target audience, perilaku dan pandangan masyarakat akan kopi Indonesia, sekaligus persepsi mereka akan Kopi Kapal Api. Setelah konsep sesuai dengan temuan, maka konsep iklan akan lebih mudah bertransformasi.

Usai iklan dibuat dan ditampilkan kepada masyarakat, riset Kapal Api tak berakhir di situ. Secara rutin perusahaan melakukan evaluasi, salah satunya adalah advertising awareness untuk mengukur sejauh mana persepsi audiens dan pesan dapat ditangkap calon konsumen ataupun konsumen sendiri.

Kegiatan Secangkir Semangat untuk Indonesia Kapal Api juga memerhatikan aspek sosial dalam menjaga hubungan dengan konsumen dan masyarakat luas. Artinya, tidak hanya menjalankan bisnis, tetapi juga memberikan kembali kepada konsumen dan turut berkontribusi terhadap pembangunan bangsa. Contohnya, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah “Hari Semangat”, yaitu membagikan secangkir kopi “semangat” kepada masyarakat yang sedang beraktivitas atau berangkat kerja di pagi hari.

Sementara semangat Kapal Api dalam membangun bangsa dilakukan dengan mendonasikan buku pendidikan. Setiap orang yang menyampaikan satu pesan semangat melalui www.secangkirsemangat.com dan Twitter: @ScangkirSmangat dengan hashtag #secangkirsemangat berarti telah menyumbang dua buku untuk dibagikan ke sekolah-sekolah di pelosok Indonesia.

“Kapal Api bekerja menggandeng Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, yakni lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan dengan tema “Secangkir Semangat Selangit Harapan”. Ada sekitar 20.000 buku yang didonasikan ke sekolah-sekolah di pelosok Indonesia. Pencapaian ini merupakan bukti kuatnya semangat kita semua untuk menuju Indonesia yang lebih baik,” pungkas Ihsan. (Moh. Agus Mahribi/DM/09)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top