Portal Lengkap Dunia Marketing

Ad Madness

Hanura: Iklan Lebih Murah ketimbang Blusukan!

Kalau beberapa partai melakukan pendekatan langsung kepada calon pemilih, lain dengan Hanura. Mereka lebih memilih beriklan di media massa. Menurut mereka itu lebih murah. Benarkah?

arya sinulingga

Wakil Ketua Bapilu Partai Hanura, Arya Sinulingga

Dalam beberapa waktu belakangan, kata blusukan sudang akrab di telinga kita dan menjadi populer dengan sosok Jokowi. Kampanye blusukan dengan menyapa warga dianggap lebih mengena dibanding iklan ataupun pemberitaan positif media massa.

Meki begitu, Tomi Syavitra, Direktur Eksekutif LCS Survey mengatakan, sosialisasi dengan cara yang lazim dilakukan para politisi dan partai politik itu tidak serta merta menaikkan popularitas dan elektabilitas calon legislator maupun calon presiden.

Menurut survei yang dilakukan oleh lembaganya, partai politik maupun capres mendapatkan elektabilitasnya bisa dilakukan melalui tiga hal utama, yaitu iklan di media massa (25,8%), pemberitaan (35,9%), dan kunjungan langsung  (blusukan) (38,3%).

Namun, Arya M. Sinulingga, Wakil Ketua Bapilu Hanura mengatakan bahwa biaya untuk blusukan lebih mahal ketimbang iklan. Alasannya karena wilayah Indonesia yang luas.

Kondisi ini membuat kegiatan blusukan menjadi tidak memungkinkan. Dibutuhkan waktu dua tahun untuk mengunjungi satu persatu wilayah Indonesia. Itu pun dengan catatan dilakukan setiap hari.

“Orang marketing tahu betul betapa mahalnya aktivitas BTL (Below The Line). Itu juga yang menjadi alasan mengapa produk lebih memilih bermain di iklan ketimbang blusukan,” terangnya.

“Rakyat tidak pernah bisa memilih produk yang benar karena tidak kenal. Produk itu bisa dikenal lewat iklan. Harusnya orang politik belajar dari orang marketing. Biaya berpolitik itu lebih murah lewat iklan ketimbang BTL,” terangnya lagi.

Meski begitu, menurutnya aktivitas BTL juga penting. Idealnya, ATL (Above The Line) dan BTL itu porsinya 70:30.

Mencari kader adalah salah satu strategi BTL Partai Hanura. Untuk mendapatkan kader-kader tersebut, Hanura menawarkan kartu member dengan fasilitas asuransi. Aktivasi untuk menjadi kader/member sangat mudah, bisa dengan SMS. Hanura menganggap mereka (kader) sebagai sales.

“Kami percaya, kalau kita tidak punya kader akan sulit berkompetisi. Sama dengan pembeli, kalau berlangganan akan lebih menguntungkan ketimbang pembeli biasa. Kita berharap dengan terus bertambahnya kader, jumlah pemilih juga akan bertambah, mereka bisa merangkul keluarganya,” harap Arya.

Menguatkan popularitas tokoh

Selain mencari kader, Hanura juga memiliki produk ATL, seperti program kuis berhadiah. Program tersebut merupakan strategi Hanura untuk menguatkan popularitas Win-HT. Popularitas tokoh ini banyak diasosiakan orang ke Partai Hanura. Hasilnya cukup baik, elektabilitas Hanura pun terus meningkat.

Selain itu, tokoh Hanura ini juga sering turun ke bawah untuk mengunjungi tokoh, masyarakat, bakti sosial, kuliah umum, dan banyak lagi. “Semuanya berjalan lancar karena kegiatan ATL yang kami lakukan sangat bagus, sehingga ketika terjun langsung lebih enak,” terangnya.

Perkembangan media sosial

Hanura tidak menutup mata dengan perkembangan dunia digital, terutama media sosial. Menurutnya, media sosial sangat penting, mereka akan kuat jika didukung media mainstream.

Sayangnya, media sosial di Indonesia masih negatif, hal positif tidak selalu tinggi. Media sosial itu seperti warung, semakin banyak pendukung dialah yang menang.

Hampir semua media sosial yang populer digunakan Hanura, seperti Facebook, Path, Instagram, dan Twitter. “Apapun yang lagi tren akan kami gunakan. Media sosial sangat positif, segar dan dinamis,” terangnya.

Hanura pada pemilu 2014 ini menargetkan semua segmen, mulai dari anak muda, dewasa, dan orang tua. Untuk menjangkau mereka, Arya menjelaskan, Hanura melakukan beberapa kegiatan seperti memberikan kuliah umum, mengunjungi kampus-kampus, bertemu tokoh.

“Tingkat pendidikan orang Indonesia 90% masih SMA ke bawah, sehingga ketokohan itu masih kuat,” kata Arya.

Selain kegiatan tersebut, Hanura juga melakukan pendekatan ke usaha-usaha kecil. “Saat ini ada 6.000 usaha kecil yang telah kami bantu, ucapnya.

Dengan semua yang sudah dilakukan Hanura mengaku sangat optimis dalam menghadapi pemilu mendatang. “Kami sangat optimis menghadapi pemilu 2014, target kami menang 20%. (Cecep Supriadi)

youth marketersArtikel ini pertama kali terbit di Majalah Youth Marketers edisi “Political Marketing”. Anda bisa mengunduh majalahnya gratis di sini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top