Portal Lengkap Dunia Marketing

DIGITAL & TECHNOLOGY

Halodoc Utamakan Akses Layanan Kesehatan

Marketing – Halodoc  optimistis bisa menjadi salah satu startup yang menyandang gelar Unicorn. Namun, hal yang terpenting adalah memberikan kemudahan akses kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

halodoc

Kecenderungan masyarakat mengandalkan informasi kesehatan secara konvensional, nyatanya tak membuat startup di bidang kesehatan kehilangan pamor. Ya, perkembangan internet dan akses yang mudah menjadikan aplikasi layanan kesehatan pun kian meningkat. Hal ini juga dialami Halodoc, aplikasi kesehatan besutan startup Indonesia, yang ikut dalam perkembangan startup kesehatan di Indonesia yang sudah semakin maju.

halodocJonathan Sudharta, Founder dan CEO Halodoc, pun mengatakan terkait kondisi tersebut Halodoc sebagai salah satu pelopor di sektor kesehatan akan terus melakukan inovasi agar visi Halodoc—yakni memudahkan akses layanan kesehatan berbasis online bagi masyarakat Indonesia—bisa tercapai dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Seperti diketahui, Halodoc sendiri didirikan oleh Jonathan Sudharta pada April 2016. Idenya berangkat dari visi untuk mendigitalisasi ekosistem akses layanan kesehatan—mulai dari menghubungkan pasien dengan dokter, apotek, hingga laboratorium—dalam satu aplikasi terpadu.

“Halodoc merupakan aplikasi kesehatan terpadu berbasis online yang memberikan solusi kesehatan lengkap dan terpercaya dalam memenuhi kesehatan di Indonesia. Halodoc memungkinkan penggunanya terhubung ke lebih dari 20.000 dokter berlisensi di Indonesia. Selain itu, kami telah bermitra dengan sekitar 1.500 apotek di seluruh Indonesia. Halodoc juga memiliki layanan laboratorium yang bekerja sama dengan Prodia,” kata Jonathan.

Ketika disinggung mengenai strategi monetisasi di Halodoc, dia mengungkap hal itu dilakukan melalui tiga layanan yang ditawarkan yaitu Hubungi Dokter, Beli Obat, dan Lab Home Service. Selain itu, Halodoc juga memberikan layanan Halodoc Go yang dapat membantu pasien dalam pengantaran obat secara langsung di berbagai rumah sakit yang sudah bermitra dengan Halodoc. Sampai saat ini, sudah ada lebih dari 2 juta pengguna Halodoc di Indonesia, artinya permintaan masyarakat terhadap kenyamanan dan kemudahan akses pelayanan kesehatan di Indonesia tinggi.

Raih Pendanaan Seri B

Tahun 2019 ini menjadi momen apik bagi Halodoc karena berhasil meraih pendanaan Seri B sebesar US$65 juta atau sekitar Rp900 miliar yang dipimpin oleh UOB Venture Management, termasuk juga beberapa investor baru lainnya seperti Singtel Innov8, Korea Investment Partners, WuXi AppTec, serta beberapa investor Halodoc terdahulu. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan teknologi dan infrastruktur layanan kesehatan, termasuk memperluas kerja sama strategis dengan rumah sakit dan penyedia layanan di Indonesia.

“Kami terus berusaha untuk sampai ke tahap selanjutnya dan bisa menjadi salah satu Unicorn. Namun, yang terpenting saat ini adalah bagaimana akses layanan kesehatan bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali,” ujar dia. Terkait Unicorn, Jonathan sendiri menilai hanyalah sebuah “status” dan nilai. Jauh yang lebih penting adalah Halodoc akan terus membantu memecahkan masalah kesehatan di Indonesia terkait akses ke layanan kesehatan.

Dia menegaskan bahwa setiap individu di Halodoc bekerja keras untuk mencapai visi yang dibangun. Ya, setiap hari bekerja keras untuk dapat selalu hadir bagi masyarakat dan berusaha untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih baik kepada pasien. “Mendatang, kami berencana untuk menghadirkan berbagai inovasi yang menarik agar Halodoc bisa menjadi aplikasi kebanggaan Indonesia,” ungkap dia.

Fisamawati

MM.06.2019/W

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top