Portal Lengkap Dunia Marketing

UMKM

Gummo, Street Footwear Urang Bandung

Rizki Yanuar, owner ouval research dan gummo

Mohammad Rizki Yanuar, founder VC Sailan Industries (Ouval Research dan Gummo Footwear)

Salah satu kelebihan Kota Bandung adalah tingginya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Kondisi ini tentu sangat baik untuk sebuah bisnis.

Selain itu, wilayah kota Bandung yang tidak terlalu luas menjadi poin tersendiri. Sehingga warganya menjadi mudah berkumpul dan berkomunikasi. Tidak mengherankan jika perkembangan komunitas di Bandung begitu cepat. Itulah faktor utama pertumbuhan bisnis yang berbasis komunitas.

Menurut Mohammad Rizki Yanuar, founder VC Sailan Industries, masyarakat Bandung memiliki selera dan pilihan style fashion yang bagus. Apalagi, masyarakat Bandung sudah bangga dan mau memakai produk asli Bandung.

Itu juga yang menjadi salah satu alasan Rizki menjadikan Bandung sebagai markas bisnisnya. Selain karena memang tanah kelahiran, ia memiliki keinginan kuat untuk ikut serta memajukan perekonomian Bandung sekaligus memiliki merek yang menjadi kebanggan Bandung.

Saat ini Rizki memang telah sukses mengharumkan nama Bandung di tingkat nasional maupun mancanegara melalui merek yang dimilikinya seperti Ouval Research dan Gummo Footwear.

Rizki bercerita bahwa Gummo (dibaca: Gamo-red) lahir pertama kali pada tanggal 28 April 2002. Awalnya Gummo lahir dari lini produk sepatu namun, seiring berjalannya waktu, merek ini secara bertahap mulai memproduksi berbagai apparel pelengkap street sporty life style seperti t-shirt, jacket, tas, topi, aksesoris dan elemen fashion lainnya.

Merek Gummo berada dibawah naungan CV. Sailan Industries disingkat CVS INDUSTRIES, yaitu sebuah holding company yang juga menaungi street brand local bernama Ouval Research yang established pada 1997.

LAKA WHITE-BROWNAwalnya, produk yang dihasilkannya diilhami dari sebuah komunitas olahraga skateboard, yaitu sebuah komunitas yang bukan hanya sekadar olahraga tetapi juga menjadi suatu gaya hidup.

Rizki sadar betul bahwa munculnya brand-brand sepatu asal luar negeri membuat persaingan semakin ketat. Meski begitu, Rizki optimis potensinya masih sangat besar. Pasalnya, sepatu merupakan bagian dari fashion yang bisa dipakai sehari-hari disesuaikan dengan cara berpakaian konsumen.

“persaingan memang ketat, apalagi dengan hadirnya merek-merek luar yang membanjiri pasar sepatu kita. Tapi itu tidak masalah selama kita membuat sepatu berkualitas dan membangun brand image yang kuat,” tegas Rizki.

Untuk memopulerkan sepatu ciptaannya, Rizki melakukan branding melalui kegiatan endorsement. Merek sepatunya, Gummo dan Rsch, memilih endorser yang dianggap sesuai dan mewakili karakteristik produknya, yakni berjiwa muda, dinamis, dan memiliki selera busana yang khas.

Rizki menunjuk Muhammad Rizqi Ghazwa Hulil Amry (GEA) dan seorang skateboard riders Ahmad Fathin sebagai endorser untuk memperkuat brand image sekaligus mengenalkan sepatunya ke konsumen.

Keduanya dianggap sebagai sosok yang potensial dan berbakat dalam olahraga skateboard masa depan sehingga citra pribadi yang melekat pada mereka sangat mewakili Gummo. Selain endorser, ia juga menggunakan social media marketing, mensponsori event-event musik, dan tentu saja pertandingan skateboard.

Bagi Rizki ekuitas merek harus terus diperkuat. Ekuitas merek tergantung pada upaya membangun merek. Dan, nilai ekuitas ini akan berubah-ubah, naik turun, tergantung pada upaya yang dilakukan.

Jadi upaya-upaya meningkatkan ekuitas merek menjadi penting, sebab ekuitas merek yang tinggi tidak terjadi dengan sendirinya melainkan harus ditingkatkan dengan cara-cara tertentu.

Misalnya, melalui program pemasaran dan komunikasi pemasaran. Usaha komunikasi pemasaran yang efektif dan konsisten itu sangat dibutuhkan untuk membangun dan mempertahankan ekuitas merek.

“Merek produk yang memiliki ekuitas tinggi adalah produk yang memiliki kualitas tinggi dan merepresentasikan nilai yang baik. Semakin tinggi ekuitas merek, akan semakin tinggi pula value yang akan diberikan kepada konsumen. Apabila ekuitas merek meningkat akan menumbuhkan loyalitas,” terang Rizki.

Untuk mencapai tujuannya, Rizki menggunakan sarana seperti iklan, promosi penjualan, event, hubungan masyarakat dan publikasi, pemasaran langsung, dan pemasaran interaktif yang biasa dilakukan melalui media yang sedang digandrungi saat ini, macam Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain.

Rizki mengatakan bahwa Gummo Footwear diproduksi dengan misi making a high stamina footwear, yaitu dapat menunjang pemakainya yang memiliki aktivitas tinggi dan dapat menjadi sepatu pergaulan sehari-hari.

Bicara kualitas, Rizki menjamin kualitas sepatu yang dibanderolnya mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 400.000 tersebut. Dimana pihak intern terlibat langsung mulai dari proses pemilihan raw material, hingga uji kelayakan bahan.

Gummo menurutnya suatu street product yang bukan hanya inovatif tapi juga mengandung nilai-nilai estetika yang tinggi, kenyamanan dan keamanan dalam penggunaan, environmental friendly, serta mengimplementasikan teknologi yang akan memudahkan kehidupan kaum muda.

Nah, untuk meningkatkan penjualan produk-produknya, Rizki terus memperkuat jalur distribusi dan konsisten melakukan aktivitas branding. “Alhamdulillah Gummo sudah menyebar secara nasional, bahkan saat ini sudah menjangkau Malaysia,” tutur Rizki.

Rizki paham betul bahwa semua ada masanya. Untuk itu, setiap upaya yang dilakukan untuk mengomunikasikan Gummo tidak terpaku pada satu cara saja. Ia menggunakan segala bentuk program komunikasi modern dengan mengombinasikan komunikasi melalui media massa traditional, pengalaman langsung, serta media online dan mobile.

Dari apa yang dilakukannya selama ini, angka penjualan sepatu miliknya terus meningkat antara 20% hingga 30% setiap tahunnya. Tahun ini Rizki menargetkan pertumbuhan sales di atas 50%.

Editor: Lutfi Jayadi

2 Comments

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top