Dunia Digital

GO-PAY dan BNI Jembatani Penyaluran KUR Untuk Capai Target 13,5 T

Bertujuan mempermudah para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terutama di bidang kuliner yang menjadi mitra GO-FOOD. Bank Negara Indonesia (BNI) dan GO-PAY menjalin kerjasama untuk mengakses kredit murah (kredit usaha rakyat – KUR) demi pengembangan usaha di masyarakat.

go-pay dan BNI

(Ki-Ka) Komisaris GO-PAY Kusumaningtuti S. Soetiono, Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK Eko Ariantoro, CEO GO-PAY Aldi Haryopratomo, SEVP Information Technology BNI Dadang Setiabudi, CEO GO-FOOD Catherine Hindra Sutjahyo, Deputi 1 Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenkoperekonomian dan Ketua Sektretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif Iskandar Simorangkir, Komisaris GO-PAY Ellyana Fuad

GO-PAY menjadi jembatan bagi perbankan untuk salurkan kredit murah kepada pengusaha UMKM kuliner. Chief Executive Officer GO-PAY, Aldi Haryopratomo, dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Pasaraya Blok M, mengatakan, “Kami melihat terdapat tantangan dalam penyaluran KUR, baik dari sisi perbankan maupun dari pengusaha UMKM. Perbankan memiliki tantangan dalam penentuan target sasar UMKM yang lebih tepat, sementara di sisi UMKM ada tantangan terkait kemudahan akses kepada kredit murah,” ungkapnya.

Dalam hal ini Aldi melihat lebih dalam, akar pemasalahannya adalahnya sejarah transaksi UMKM yang belum tercatat dengan baik. Di sini, GO-PAY berusaha menawarkan solusi. Dengan memanfaatkan data transaksi GO-PAY, perbankan bisa lebih mudah menilai kelayakan UMKM untuk menerima kredit. Sedangkan di sisi UMKM, mereka lebih mudah dalam mengakses kredit.

Kerja sama strategis dengan BNI ini sejalan dengan komitmen GO-PAY dalam mempermudah akses layanan jasa keuangan bagi jutaan keluarga di Indonesia.

“GO-PAY sebagai bagian dari ekosistem GO-JEK, punya visi sebagai jembatan antara perbankan dan layanan jasa keuangan dengan masyarakat. Dengan kerja sama ini, para pengusaha UMKM bisa mengakses kredit murah tanpa memerlukan agunan tambahan. Dengan persetujuan pengusaha UMKM, data transaksi di GO-PAY bisa menjadi rekomendasi dalam proses underwriting perbankan,”ujar Aldi.

Aldi melanjutkan, tahap pertama program ini menyasar merchant GO-FOOD yang ada di empat kota yaitu Semarang, Solo, Yogyakarta dan Malang. Para merchant tersebut akan mendapatkan penawaran untuk mengakses KUR mikro dari BNI, dengan plafon kredit maksimal Rp 25 juta.

“Kami berharap tahap pertama program ini bisa berjalan dengan baik dan bisa membantu para merchant GO-FOOD untuk mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Aldi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto menyambut baik kerja sama strategis yang terjalin dengan GO-PAY.

“Dengan memanfaatkan data transaksi GO-PAY, BNI bisa lebih mudah menentukan pelaku UMKM mana yang bisa mendapatkan kredit. Dengan proses yang lebih efisien dan efektif, penyaluran KUR dapat lebih cepat.Pada tahap awal, KUR hanya dapat dicairkan sebagai Kredit Modal Kerja (KMK) dengan metode repayment angsuran. Pembayaran angsuran dipungut per hari dari pendapatan debitur agar terasa lebih ringan,” ujar Catur.

Catur mengungkapkan, kerjasama strategis ini sejalan dengan komitmen BNI untuk menyalurkan KUR sesuai dengan kebijakan Pemerintah. Catur berharap kerjasama ini bisa mendukung pemerintah untuk mencapai target realisasi penyaluran KUR kesektor produksi yang minimal harus mencapai 50% dari target KUR yang diberikan oleh Pemerintah kepada BNI sebesar Rp. 13,5 Triliun.

SEVP Teknologi Informasi BNI Dadang Setiabudi yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan bawah Tim BNI Dan GO-JEK telah menyiapkan sistem aplikasi yang mudah sehingga dapat mendorong percepatan penyaluran kredit kepada UMKM GO-FOOD diseluruh tanah air.

Sementara itu, Chief Commercial Expansion GO-JEK, Catherine Hindra Sutjahyo mengapresiasi kerja sama antara GO-PAY dengan BNI. “Saat ini GO-FOOD telah bekerja sama dengan lebih dari 125.000 merchant, dimana 70% diantaranya UMKM. Salah satu tantangan yang dihadapi teman-teman UMKM adalah terkait akses pembiayaan. Kami berharap dengan kemudahan akses kredit murah ini, mereka bisa mengembangkan bisnis, menjangkau pasar yang lebih besar dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan,” ujar Catherine.

 

Hernawan

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top