Gila, Investor Asing Raup Rp 470 Triliun

[Reading Time Estimation: < 1 minute]

Telekomunikasi merupakan salah satu sektor primadona di Indonesia. Sayangnya yang paling banyak menikmati hasilnya investor asing. Sebuah studi menunjukan bahwa investor asing meraup pendapatan Rp 470 triliun atau sekitar 52,2 miliar dolar AS dari bisnis telekomunikasi di Indonesia tiap tahunnya.

Pendapatan tersebut menurut Director Center for Indonesian Telecommunications Regulation Study (CITRUS), Asmiati diperoleh dari berbagai sektor bisnis di industri telekomunikasi. Demikian berita yang dikutip dari thejakartapost.com

Dari jumlah tersebut terminal mobile memberikan kontribusi terbesar, yakni Rp 200 triliun. Disusul layanan mobile Rp150 triliun, perangkat jaringan sebesar Rp 80 triliun, dan aplikasi mobile Rp 40 triliun.

Ironisnya pekerja di sektor telekomunikasi Indonesia hanya menikmati sebagian kecil saja, rata – rata Rp 100 miliar per tahun. “Rakyat Indonesia hanya menjadi konsumen di industri ini,” katanya Rabu lalu (16/11).

Lebih jauh ia menjelaskan, terminal mobile dan  perangkat jaringan dikuasi perusahaan global seperti Samsung, Motorola, Apple, RIM, Nokia, ZTE, dan Huawei.

Perusahaan operator telekomunikasi selular seperti Axis, Tri, Indosat and XL Axiata sahamnya dikuasi perusahaan asing. Telkomsel, katanya, sebagai market leader 35% sahamnya dikuasi asing. (www.marketing.co.id).

1 COMMENT

  1. dikupmas?? kalo maen internet di kupmas gak pake proxy ato di kupmas gak dapet materi proxy?hmmm, proxy sebenernya biar akses ke suatu site jadi agak cepet ( dengan catatan site itu sudah pernah diakses ) jd dia bertindak sebagai buffer, ada juga yang memanfaatkannya untuk filtering, misalnya suatu web gak bisa diakses.jadi mungkin dikantor menggunakan proxy karena pertimbangan itu. coba aja tanya ama adminya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here