Portal Lengkap Dunia Marketing

UMKM

Geliat Industri Kreatif, Geliat Pengusaha Kreatif

Siapa yang kenal dengan Arnold Sebastian Egg dan Remco Lupker? Barangkali tidak banyak diantara kita yang kenal, bahwa mereka berdua adalah pendiri situs jual beli online populer tokobagus.com. Situs yang sempat menjadi pemain nomor satu di e-commerce untuk segmen classified ad tersebut, kini berhasil membukukan nilai transaksi Rp 1,6 triliun per bulan. Sedangkan jumlah pengunjung situs yang awalnya yang didirikan di Bali pada tahun 2005 itu, setidaknya telah mencapai 600 ribu orang setiap hari.

Mengutip ungkapan Arnold dalam wawancara di sejumlah media elektronik, bahwa jika ingin sukses berbisnis, mulailah dari Indonesia. Menurut pria kelahiran Belanda tersebut, Indonesia adalah pasar yang sangat potensial. Dia menyatakan, kalau ingin berbisnis di Eropa teramat sulit, mengingat di Eropa banyak sekali perusahaan besar sehingga persaingan akan semakin ketat.

Saat ini, menurut data dari Master Card World Wide, sekitar 57 % orang Indonesia, dinilai sudah akrab dengan ide belanja online. Hal itu menunjukkan, lebih dari 100 Juta jiwa, betul – betul telah menjelma menjadi pasar yang sangat potensial.

Bukan hanya dari sisi potensi pasar, dari sisi Infrastruktur, Pemerintah Indonesia juga terus berbenah. Kementerian Kominfo saat ini bahkan telah menyiapkan kehadiran Long Term Evolution (LTE) atau setara 4G, mulai tahun 2013 di frekuensi 2,3 GHz. Jika hal ini betul dapat terelasisasi, maka masyarakat di Indonesia akan menikmati pengiriman data sampai kecepatan 100 hingga 300 Mbps untuk download dan 75 Mbps untuk upload. Jauh di atas kecepatan yang biasa dinikmati saat ini, yang berkisar antara 1 hingga 3 Mbps.

Kombinasi dari pertumbuhan pasar dan infrastuktur ini, diyakini akan semakin mempercepat pertumbuhan sektor industri kreatif di Indonesia. Hanya saja yang menjadi pertanyaan adalah, akankah peluang ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pengusaha kreatif lokal atau justru pengusaha lokal hanya mendapatkan ‘remahan kue’, sementara potongan porsi besar hanya dapat dinikmati oleh para investor asing? (BBH)

Tentang Penulis : Bayu Bagas Hapsoro, lahir pada tanggal 21 Juni 1982, saat ini penulis adalah Staff Pengajar di Jurusan Manajemen, Universitas Negeri Semarang, lulusan Magister Manajemen UNDIP.

 

1 Comment

1 Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    To Top