Portal Lengkap Dunia Marketing

CONSUMER GOODS

Frisian Flag Indonesia Gelar Diskusi Refleksi Setahun Pandemi

Marketing.co.id – Berita Consumer Goods | Bulan Maret 2021 ditandai sebagai momen tepat satu tahun sejak pertama kali diumumkan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Selama satu tahun, masyarakat Indonesia hidup di tengah pandemi dan terus berusaha beradaptasi dalam segala hal, mulai dari cara bersosialisasi hingga kesadaran mengenai gaya hidup bersih dan sehat, termasuk asupan bergizi sesuai pedoman gizi seimbang. Menandai itu, Forum Ngobras bersama Frisian Flag Indonesia menggelar diskusi melalui kegiatan bertajuk “Refleksi Setahun Pandemi: Masyarakat Semakin Abai atau Peduli”.

Andrew F. Saputro, Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia menjelaskan, bahwa secara garis besar industri susu tetap bisa berproduksi – mulai dari menyerap susu segar dari peternak mitra di Jawa Barat dan Jawa Timur. Terlebih, tahun depan Frisian Flag Indonesia akan merayakan anniversary ke-100 tahun.

“Di Indonesia, selama pandemi kami berusaha meningkatkan literasi gizi masyarakat melalui berbagai kegiatan.  FFI pun berupaya meningkatkan edukasi seputar kesehatan, pedoman gizi seimbang, gaya hidup sehat dan aktif. Beberapa kegiatan pun dilakukan dengan format-format digital,” ujar dia.

Misal, pada program kampanye Indonesia Siap. Melalui peluncuran susu bubuk Kompleta yang dilakukan sebelum pandemi, dan sampai saat ini masih berlanjut. Tahun lalu, kerja sama dengan PKK di Jabar dan Sumsel dengqn menjangkau 25.000 keluarga – termasuk juga membuat konten-konten edukasi gizi melalui seluruh kanal media sosial secara aktif dan konsisten.

“Sejak pemberlakukan pembatasan mobilitad, kami berupaya untuk tetap produksi dan distribusi. Akhirnya, pada Mei 2020, FFI melayani program home delivery untuk daerah-daerah tertentu, membuka pesanan lewat What’s App, memberi informasi seputar gizi, hingga menjalin kerjasama dengan e-commerce,” imbuh dia.

Daisy Indira Yasmine, Sosiolog menambahkan, selama setahun belakangan, memang tak bisa dipungkiri muncul rasa jenuh. Dimana, kejenuhan ini dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman yang dirasakan selama pandemi. Ini bisa dilihat ada yang mengalami pandemic fatigue sehingga pasrah – daripada tidak bisa melakukan yang diinginkan. Namun, ada juga yang mengalami stress karena tekanan terlalu kuat, tidak jelas kapan berakhir, itu mengganggu kesehatan mentalnya.

Baca juga: Frisian Flag Indonesia Salurkan 157 Ribu Produk Susu

“Pandemic fatigue sudah diduga, apalagi kalau ada krisis kesehatan publik yang berlarut-larut. Selain itu, karena ada perubahan-perubahan yang dipaksakan harus dilakukan, baik oleh institusi, negara, komunitas global, kepada orang yang terkena/tidak. Maka, seseorang yang hidupnya biasa-biasa saja diminta melakukan perubahan, sehingga kejenuhan itu bisa muncul,” ujar dia.

Untuk itu, dia pun menyarankan agar fokus tidak sekedar beradaptasi, tapi tumbuh menjadi keluarga yang kuat. Adapun beberapa cara yang bisa diterapkan, antara lain mengurangi sumber beban yang negatif/stressful, ada baiknya menambah hal-hal yang positif seperti membangun relasi yang suportif, membangun relasi dengan komunitas, atau menggunakan virtual meeting untuk meningkatkan engagement. Selain itu, tetap berinteraksi meski online juga mengurangi pandemic fatique.

Masih dalam kesempatan yang sama, dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK, Spesialis Gizi Klinik menambahkan, selain itu masyarakat tetap harus mengatur pola hidup sehat. Sesuaikan dengan pola gizi seimbang dan komposisi makanan – termasuk mengkonsumsi susu. Selain merupakan sumber protein hewani, susu memiliki skor DIAAS yang sangat baik.

“Ingat, virus COVID-19 masih ada. Untuk itu, penting untuk tetap menjaga imunitas tubuh. Selain menjaga pola makan, tetap aktif bergerak, dan menerapkan protokol kesehatan 5M,” ujar dia.

Marketing.co.id | Portal Berita Marketing dan Berita Bisnis

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top