Portal Lengkap Dunia Marketing

UMKM

Fokus UMKM, Lion Parcel Luncurkan Layanan Pengiriman Murah JAGOPACK

Layanan JAGOPACK menawarkan pengiriman luar kota dengan ongkos kirim (ongkir) murah mulai dari Rp4.500

Marketing.co.id – Berita UMKM | Lion Parcel (PT. Lion Express) resmi meluncurkan layanan terbarunya JAGOPACK. Melalui JAGOPACK, Lion Parcel menghadirkan layanan pengiriman dengan ongkir sangat kompetitif dan menjadi jagonya ongkir murah saat ini.

Lion Parcel melihat adanya kebutuhan pelanggan yang terus berkembang dan bagaimana layanan logistik kini telah memiliki peran penting dalam aktivitas masyarakat yang serba terbatas di tengah pandemi.

Terbukti selama Januari-Agustus 2021, Lion Parcel berhasil mencatat kenaikan volume jumlah pengiriman sebesar 55% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini memungkinkan Lion Parcel mempertahankan jumlah tonase pengiriman di September 2021 sebesar 4.000 ton, sama seperti pencapaian pada periode Ramadan 2021.

“Kami memahami bahwa selain layanan pengiriman yang cepat dan andal, mudah diakses, dan memiliki jangkauan luas, para pelanggan juga menjadikan ongkir murah sebagai salah satu pertimbangan utama dalam menentukan jasa logistik yang hendak mereka gunakan. Oleh karena itu, JAGOPACK kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan dan ekspektasi tersebut. Didukung layanan pengantaran yang telah menjangkau 98% kecamatan di 34 provinsi, JAGOPACK akan memberikan kemudahan akses dan kenyamanan pengiriman paket bagi para pelanggan,” ungkap Farian Kirana, Chief Executive Officer Lion Parcel.

JAGOPACK ditawarkan dengan ongkir mulai dari Rp4.500 untuk pengiriman luar kota yang tersedia di lebih dari 40.000 rute. JAGOPACK diharapkan dapat semakin memacu percepatan roda transaksi ekonomi khususnya di kalangan pelaku bisnis UMKM guna mendukung produktivitas pengiriman barang mereka dengan lancar, efektif, dan efisien secara biaya.

Kenny Kwanto, Chief Marketing Officer Lion Parcel menjelaskan, kehadiran JAGOPACK dilengkapi dengan promo SIKAT (Setengah Kilo Hemat), dimana berlaku kebijakan pembulatan ke bawah dan tanpa perhitungan dimensi (volumetrik). Sebagai contoh, apabila pelanggan mengirimkan paket dengan berat tanggung 1,9kg, maka ongkir yang dibayarkan hanya untuk 1,5kg.

“Kami harap layanan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas, terutama para pelaku UMKM. Dengan roda transaksi yang makin bergulir, dan pasar yang makin luas, diharapkan perekonomian nasional yang tengah terdampak pandemi dapat segera pulih kembali,” ujarnya tandas.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top