Fintech Dorong Percepatan Inklusi Keuangan

Keunggulan layanan keuangan berbasis teknologi atau financial tecnology (fintech) yang dinilai lebih praktis dan aman bakal mempercepat adopsi inklusi keuangan di Tanah Air.

Bisnis fintech Indonesia diyakini berkembang pesat dalam beberapa waktu mendatang. Pasalnya, nilai transaksi fintech di Indonesia pada tahun 2016 diestimasi sudah mencapai US$14,5 miliar, atau berkontribusi sebesar 0,6% dari transaksi global yang mencapai US$2,356 miliar.

Angka ini diprediksi terus bertambah mencapai US$130 miliar di tahun 2020, dengan transaksi didominasi oleh ecommerce, marketplace, dan perusahaan fintech. “Prospek pertumbuhan fintech di Indonesia cukup besar dan akan semakin progresif,” kata Nurhaida, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).