Portal Lengkap Dunia Marketing

News & Event

Dog Walk 2019 Ajak Pemilik Anjing Bertanggung Jawab

Marketing – Royal Canin, produsen nutrisi kesehatan untuk anjing dan kucing premium menggelar acara ‘Dog Walk 2019’ di kawasan ICE BSD, Serpong, Banten.  Dog Walk 2019 yang tahun ini digelar untuk kedua kalinya bertujuan untuk mengedukasi para Dog Lover agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap anjing peliharaan mereka, sesuai dengan tema yang diusung ‘I Am Responsible.’

Tanggung jawab yang dimaksud yakni berbertanggung jawab terhadap kesejahteraan hewan peliharaannya. Perlu diketahui, Royal Canin kerap mengedukasi konsumennya tentang 5 poin penting kebebasan atau kesejahteraan hewan atau dikenal dengan  sebutan ‘5 freedom for animal’.

Kelima freedom for animal mencakup Bebas dari Rasa Lapar dan Haus dengan menyediakan air bersih dan makanan yang tepat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Bebas dari Rasa Tidak Nyaman dengan menyediakan lingkungan yang sesuai termasuk tempat berlindung dan tempat istirahat yang nyaman. Bebas dari Rasa Sakit dan Penyakit dengan tindakan pencegahan, diagnosa tepat dan penanganan yang cepat, bawa anjing ke dokter hewan untuk pemeriksaan rutin. Bebas Mengekspresikan Perilaku Alaminya dengan menyediakan ruang gerak yang cukup, fasilitas yang memadai dan interaksi dengan hewan lain. Bebas dari Rasa Takut dan Tertekan dengan memastikan tidak adanya faktor lingkungan maupun tindakan yang menyebabkan mental hewan menderita (stress).

Sesuai namanya, pada Dog Walk 2019 para pemilik anjing mengajak berjalan anjing-anjing mereka. Jarak yang ditempuh sejauh 1 km untuk anjing berukuran kecil dan sangat kecil serta sejauh 2 km untuk anjing berukuran menengah dan besar.

Corporate Affairs Manager Royal Canin, Drh. Novi Wulandari mengatakan, ada 461 anjing berpartipasi dalam Dog Walk 2019. Peserta kebanyakan berasal dari kawasan Tangsel dan sekitarnya. Novi mengatakan, anjing yang ingin berpartisipasi dalam Dog Walk 2019 harus lolos uji kesehatan (vet health check). “Anjing yang agresif tidak boleh ikut. Peserta diberi kantog kresek untuk memungut kotoran anjing, jika anjing pup,” tutur Novi yang diwawancarai di sela-sela acara Dog Walk 2019, Minggu (4/8/19).

Aria Pradana, Direktur PT Royal Canin Indonesia (kiri) dan Corporate Affairs Manager Royal Canin, Drh. Novi Wulandari (kanan)

Pada DogWalk 2019 ini, peserta diajak untuk menjadi pemilik yang bertanggung jawab dengan mengikuti 3 alurperjalanan. Perjalanan pertama, pemeriksaan kesehatan hewan untuk memastikan anjingnya sehat, vaksin lengkap, berperilaku tidak agresif serta siap beraktifitas, dan bersosialisasi dengan anjing lain.

Perjalanan kedua, anjing bebas dari rasa lapar dan haus. Karena anjing akan beraktifitas, maka pemilik harus mengantisipasi supaya anjingnya tidak kelelahan, kepanasan ataupun dehidrasi, untuk itu dijalur ini pemilik menyiapkan peralatan dan air untuk minum selama akitifitas DogWalk 2019 berlangsung. Perjalanan ketiga, anjing bersiap start dan finish sesuai jarak yang ditentukan.

Terkait event DogWalk 2019, Aria Pradana, Direktur PT Royal Canin Indonesia menjelaskan Royal Canin berkomitmen untuk mengajak dog lovers menjadi pemilik yang bertanggung jawab. “Dengan merawat hewan peliharaannya sesuai standard Animal Welfare yang baik dan bertanggung jawab dengan hewan peliharaannya, maka akan tercipta hewan peliharaan yang sehat dan berkualitas dan dapat menjadi sahabat sejati pemiliknya,” jelasnya.

Merek Royal Canin yang dipelopori oleh Dr Jean Cathary dari Perancis Selatan memegang teguh filosofi “Dog and Cat First” dan “Knowledge and Respect”. Dr Jean berkeyakinan kuat bahwa nutrisi sangat berpengaruh terhadap kesehatan hewan kesayangan.

Aria mengungkapkan, berdasarkan data Royal Canin jumlah populasi kuncing di Indonesia 7 kali lebih besar dari anjing. “Populasi anjung di Indonesia sekirar 21,6 juta,”tandasnya. Namun meskipun jumlah populasi kucing jauh lebih besar dari anjing, namun Royal Canin belum pernah menggelar event khusus kucing. Keterlibatan Royal Canin baru sebatas sponsorship di event kucing.

“Kita sedang rencanakan. Cuma kucing situasinya harus berbeda. Kucing berbeda karakteristik dengan anjing, yang bisa dikumpulkan bareng seperti ini. Kucing lebih soliter, sifanya lebih individual. Agar cukup berisiko jika kucing dikumpulkan jadi satu sementara mereka belum saling kenal. Karena itu metodenya harus berbeda,” paparnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top