Portal Lengkap Dunia Marketing

XXX Tokoh Bicara

Digital Leader Wanita Lab Cito (1)

Dyah Anggaraeni, digital leader wanita Lab Cito menjadi contoh, bahwa menjadi digital leader berarti pengambilan keputusan harus selalu berdasarkan data dan fakta, transparan, dan real time.

Marketing.co.id – Awal ketertarikan Dyah Anggraeni pada bidang diagnostic laboratorium dimulai di tahun 1998, ketika ia bekerja di Balai Laboratorium Kesehatan Semarang, yang dilakoninya hingga tahun 2000. Diagnostic laboratorium merupakan bidang usaha yang selama ini ditekuni orang tuanya. Selanjutnya untuk mendalami bidang tersebut, Dyah mengambil pendidikan spesialis Patologi Klinik di UGM, Yogyakarta.

Setelah menamatkan pendidikan spesialis di UGM di tahun 2004, Dyah belum bergabung ke perusahaan orang tuanya. Empat tahun kemudian, barulah dia memutuskan untuk ikut membesarkan usaha yang dirintis orang tuanya .“Tahun 2008, saya memutuskan untuk terjun di bidang usaha laboratorium klinik hingga sekarang,” tutur wanita yang sempat menjadi PNS di Puskesmas Kaliwungu, Kendal ini.

Sebagai pemimpin wanita di perusahaan, dia mengaku awalnya cukup banyak menghadapi tantangan. Apalagi dia menjadi pemimpin generasi kedua di perusahaan itu. “Tentu kemampuan kita dalam mengelola masih sangat diragukan,” tandasnya. Dia juga menghadapi tantangan soal gender, namun bukan lantaran jumlah karyawan pria lebih dominan, justru karyawan wanita yang saat itu lebih dominan.

Ketidakseimbangan antara jumlah karyawan pria dan wanita menyulitkannya untuk mengatur jam kerja, seperti jam kerja di malam hari, penugasan luar kota, lembur, dan lain-lain. “Belum lagi dari sisi usia, banyak karyawan yang sudah berusia senior dan mulai ada karyawan yang berusia yunior, sehingga dibutuhkan kemampuan untuk menyatukan visi dan misi masing-masing, agar bisa sesuai dengan visi dan misi perusahaan,” imbuh CEO PT Cito Putra Utama ini. Tantangan lain, persaingan yang mulai ketat, karena semakin banyak pemain baru di industri ini, yang mesti dijawab dengan inovasi berkelanjutan.

Wanita Lebih Emosional

Dyah tidak menampik jika ada yang mengatakan wanita lebih emosional dalam memimpin. Justru ini menjadi kelebihan bagi wanita. Sikap emosional membuat wanita lebih berhati-hati dalam mengambil  keputusan, lebih sabar menghadapi setiap masalah, serta cenderung lebih telaten. “Hal ini sangat dibutuhkan, apalagi bidang usaha yang saya tekuni adalah bisnis jasa kesehatan, dimana pelanggan yang kami hadapi dalam keadaan sakit atau membutuhkan pertolongan di bidang kesehatan, sehingga aspek melayani atau servis adalah kebutuhan utama pelanggan,” bebernya.

Cito, Cito Lab, Kesehatan, Laboratorium, Apotik, Medis, dr. Dyah Anggraeni, M.Kes.Sp.PK CEO PT Cito Putra Utama

dr. Dyah Anggraeni, M.Kes.Sp.PK, CEO PT Cito Putra Utama. Foto: Ist.

Meski dapat menjadi faktor keunggulan, dia menyarankan sisi emosional pada pemimpin wanita mesti dijaga keseimbangannya. Ini perlu mendapat perhatian, karena ketegasan adalah faktor utama dalam pengambilan keputusan. “Kita harus menyadari, bahwa tidak ada satupun keputusan yang dapat memuaskan semua pihak,” tuturnya dalam wawancara melalui surel.

Berkembangnya era digital 4.0 mendorongnya untuk bertransformasi menjadi pemimpin yang lebih sadar digital. Dyah berusaha untuk mengembangkan peran sebagai digital leader wanita. Menjadi digital leaders berarti pengambilan keputusan harus selalu berdasarkan data dan fakta, transparan, dan real time.

“Karena bila kita terlambat mengambil keputusan, maka kita akan tertinggal. Disamping itu, saya selalu berusaha berkolaborasi dengan tim inti manajemen, serta segenap talent yang saya miliki, sebab pada hakikatnya saya hanyalah manusia biasa yang tentu membutuhkan team work yang solid dalam organisasi saya,” ungkap Dyah.

Digitaliasi sudah diterapkan dalam pelayanan pelanggan. Perusahaan yang dipimpinya diperkuat dengan program E-membership. Program ini untuk memudahkan pelanggan mendapatkan riwayat hasil pemeriksaan yang telah diikuti di Lab Cito. Edukasi dan komunikasi pemasaran juga sudah menggunakan kanal digital seperti  Youtube dan Instagram.

Editor: Hanantiwi Adityasari

(Bersambung ke Bagian 2)

Marketing.co.id | Info & Portal Berita Marketing dan Bisnis

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top