Portal Lengkap Dunia Marketing

CONSUMER GOODS

Cegah Stunting, Danone Indonesia Menggelar “Festival Isi Piringku”

Marketing.co.id – Berita Consumer Goods | Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, Danone Indonesia menggelar Festival Isi Piringku untuk anak usia 4-6 tahun yang dilakukan secara daring bertajuk “Membangun Generasi Sehat Melalui Edukasi Gizi seimbang Sejak Dini”. Festival ini mengajak ribuan guru dan anak Indonesia sebagai upaya untuk terus mengingatkan guru, orang tua, dan anak tentang pentingnya gizi seimbang sejak dini sebagai salah satu langkah penting pencegahan stunting.

Danone Indonesia

Karyanto Wibowo, Direktur Sustainable Development Danone Indonesia mengatakan, sebagai mitra pemerintah dalam program penanggulangan stunting, Danone Indonesia membangun pengetahuan mendalam tentang kebiasaan makan dan minum bergizi seimbang melalui pembuatan buku panduan, pelatihan guru PAUD dan orang tua, maupun kegiatan edukatif untuk anak di rumah.

“Selain itu, kami juga menyediakan produk bergizi yang dibuat khusus untuk membantu menjawab tantangan kebutuhan gizi pada anak. Contohnya, peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx yang dilengkapi dengan mikronutrien zat besi dan Vitamin C maupun Omega 3 & 6, Kalsium, Vitamin D, Vitamin B, dan lainnya,” tutur dia.

Dia menambahkan, Danone Indonesia menghadirkan Festival Isi Piringku untuk anak usia 4-6 tahun untuk menjawab tantangan yang dihadapi orang tua maupun guru PAUD dalam membiasakan konsumsi pangan sesuai gizi seimbang pada anak, terlebih di masa pandemi melalui berbagai kegiatan menarik seperti Lomba Foto Kreasi Menu Anak, Lomba Kreativitas Guru saat Belajar Daring dan Lomba Gerak dan Lagu Isi Piringku.

Baca juga: Danone Indonesia Mengedukasi Lebih 1000 Anak Melalui Dongeng Digital ABCD

“Ini merupakan salah satu kontribusi nyata dari Danone Indonesia dalam membantu pemerintah mensosialiasikan panduan ‘Isi Piringku’ agar masyarakat Indonesia semakin paham dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari sehari. Bagi kami, edukasi seperti ini penting dilakukan karena pandemi telah memengaruhi banyak sektor kehidupan masyarakat, tidak terkecuali sektor pendidikan,” imbuh Karyanto.

Sebelumnya, Danone Indonesia telah menyusun dan memproduksi buku edukasi “Isi Piringku” yang merupakan pedoman edukasi yang dapat digunakan oleh guru-guru PAUD untuk edukasi makan dan minum sekali saji untuk anak usia 4-6 tahun pada tahun 2017 bekerjasama dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) – IPB.

Adapun porsi Isi Piringku terdiri dari kombinasi 50% buah dan sayur, serta 50% karbohidrat dan protein; dengan pembagian sepertiga lauk dan dua pertiga karbohidrat. Panduan makan sehat tersebut tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga memastikan tubuh sehat dan cukup gizi. Sejak tahun 2018-2020, Danone Indonesia telah berhasil mendesiminasikan buku Panduan Isi Piringku yang telah mencapai 2.746 PAUD, 6.377 Guru, 75.915 Orang tua dan, 81.162 Siswa.

Baca juga: Danone SN Indonesia Raih Penghargaan di Asia Sustainability Reporting Rating 2020

“Dari data tersebut terlihat bahwa setiap tahunnya ada peningkatan jumlah guru PAUD, orang tua dan siswa yang mendapatkan edukasi gizi dan pola asuh. Kami pun terus berkomitmen untuk melakukan berbagai inisiatif dan program yang dapat mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stuting dan menghasilkan anak-anak Indonesia sebagai SDM yang berkualitas,” tutup dia.

Berdasarkan angka Riskesdas 2018, proporsi anak dengan status gizi pendek atau sangat pendek (stunting) sekitar 30.8%, masih lebih tinggi dibandingkan angka yang dianjurkan WHO di bawah 20%. Tingkat kemiskinan yang melonjak 10,7%-11,6% selama pandemi maupu perkiraan tambahan 5 juta penduduk miskin baru berpotensi menghambat akses anak-anak terhadap konsumsi pangan sesuai gizi seimbang.

Ditambah lagi, edukasi gizi seimbang di sekolah maupun di rumah menjadi tidak optimal semasa pandemi. Jika kondisi ini tidak segera ditangani bersama, maka akan dapat berdampak buruk bagi negara, bukan hanya terhadap kualias SDM namun juga ekonomi.

Sebab, stunting dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi negara sebesar 2-3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun. Jika PDB Indonesia tahun 2020 sebesar Rp15.434 triliun, kerugian akibat permasalahan ini sekitar Rp400 triliun rupiah per tahun.

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing & Berita Bisnis

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top