Portal Lengkap Dunia Marketing

LIFESTYLE

Cara Menghadapi Quarter-Life Crisis Buat Anda yang Berusia 20-an

Marketing.co.id – Berita Digital | Usia 20-an kerap kali menjadi usia di mana Anda berjuang untuk mencari tahu jalan hidup yang tepat. Dalam perjalanannya, Anda pasti mengalami kebingungan, keraguan, dan ketidakpastian akan apa yang terjadi selanjutnya.

Fenomena ini sering Anda dengar sebagai fase quarter-life crisis (QLC), yaitu krisis yang biasanya dialami oleh seseorang saat berusia 20-an dan menimbulkan kecemasan akan arah hidup selanjutnya.

Tidak apa-apa kok kalau Anda mengalami QLC. Hal itu merupakan sesuatu yang sangat wajar. Memang, perubahan dalam hidup tidak dapat dihindari, tetapi bukan berarti Anda dapat langsung “terjun payung” begitu saja, kan?

Psikolog Riliv, Prita Yulia Maharani, M.Psi, menyatakan bahwa orang-orang yang berada dalam fase QLC akan merasakan hal-hal tersebut dalam waktu yang lama, tetapi bukan untuk selamanya.

“Banyak orang cerita ke saya tentang masalah quarter-life crisis-nya,” ujarnya. “Saya bilang, semua itu pasti akan berlalu.”

Nah, saat Anda mengalami QLC, jangan hanya berdiam diri saja untuk merenungi kehidupan Anda. Lakukanlah hal-hal ini untuk menghadapi QLC agar Anda kembali bersemangat dalam menjalani hidup baru Anda:

Cari nilai hidup yang Anda pegang

Situasi yang sedang Anda hadapi sekarang adalah kehilangan arah dan tujuan hidup. Untuk mengatasi hal itu, ketahuilah diri Anda secara lebih dalam lagi. Tanyakan kepada diri Anda, apa nilai hidup yang Anda pegang?

Misalnya, dalam menjalani hidup, Anda berpatok pada passion. Maka, langkah selanjutnya adalah melakukan segala sesuatunya sesuai passion Anda. Pengetahuan mengenai diri Anda dan nilai hidup yang Anda pegang berguna sebagai dasar untuk menentukan ke mana arah hidup Anda ke depannya.

Susun rencana hidup dan prioritas Anda

Tidak hanya sekadar mengetahui nilai hidup Anda saja, tetapi Anda juga dapat membuat rencana hidup setahun ke depan. “Kok cuma setahun saja?” Jangan salah, dalam waktu setahun, Anda akan dapat membuat rencana hidup yang lebih rinci daripada lima atau sepuluh tahun ke depan.

Untuk mempermudah rancangan hidup Anda, gunakan skala prioritas. Jawablah pertanyaan seperti, “Apa hal pertama yang harus Anda lakukan?” atau “Apa saja hal yang harus Anda lakukan untuk mencapai hal tersebut?”

Berhenti membandingkan diri Anda

Tanamkan di pikiran Anda bahwa setiap orang memiliki nasib yang berbeda-beda. Tidak ada gunanya untuk membandingkan kehidupan Anda dengan kehidupan orang lain—hal itu seperti membandingkan mobil dengan apel.

Justru yang harus Anda lakukan adalah membandingkan diri Anda sendiri versi hari kemarin dengan versi hari ini. Progres tetaplah progres, sekecil apapun itu. Kalau Anda sudah memulai untuk menerima bahwa kehidupan orang berbeda-beda dan berfokus pada kehidupan Anda sendiri, niscaya menavigasi hidup Anda akan lebih mudah.

Cari suasana baru

Mungkin, Anda merasa menemui jalan buntu dalam menentukan jalan hidup karena Anda stuck di situ saja. Cobalah hal-hal baru yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya. Misalnya, belajar bermain musik, menjahit, dan lain-lain.

Selain mengalihkan pikiran dari kecemasan hidup yang disebabkan oleh QLC, Anda juga berkesempatan untuk menemukan keahlian rahasia Anda. Siapa tahu, salah satu dari hal baru yang Anda coba dapat ditekuni sebagai karier. Tetap semangat dalam menghadapi quarter-life crisis yang kamu lalui di umur 20-an!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top