Portal Lengkap Dunia Marketing

MARKETING

Cara Bernegosiasi Seorang Pemimpin Sejati, Menguasai Banyak Strategi Namun Tidak Terlihat – Bagian 2

Marketing.co.id – Artikel Marketing | Tahukan Anda bahwa superpower yang hebat adalah Invisibility (tidak kelihatan)? Jika kita bisa membaca gerak-gerik lawan, sedangkan mereka tidak bisa membaca kita, kemenangan akan cenderung jatuh ke tangan kita. Bagaimana cara menerapkannya dalam negosiasi?

Cara Bernegosiasi Seorang Pemimpin Sejati

Jangan banyak bicara

Langkah awal adalah kita harus tulus dan ramah kepada lawan negosiasi, supaya mereka menjadi nyaman dengan kita dan tidak melihat kita sebagai lawan yang harus diwaspadai. Jika lawan negosiasi menurunkan kecurigaannya, mereka akan mau terbuka kepada kita. Berikutnya kita harus bertindak dengan bijaksana, terutama sedikit berbicara dan lebih banyak mengamati. Jika kita mudah tergoda untuk banyak bercerita, lawan negosiasi akan mudah mengorek informasi dari kita dan memanfaatkannya untuk kepentingan mereka. Ini adalah kesalahan fatal yang harus dihindari. Lebih menguntungkan jika kita yang banyak mengamati, sehingga kita bisa banyak membaca lawan dan mengetahui taktik mereka.

Hindarilah kesalahan-kesalahan ini

Tidak tahan untuk menawar duluan. Kita justru perlu membuat lawan negosiasi mengucapkan tawarannya terlebih dahulu. Siapa tahu tawaran yang akan dimintanya jauh lebih menarik daripada yang kita sudah pikirkan.

Terpancing untuk langsung menerima tawaran pertama. Jika Anda menjual dengan harga 1 milyar dan saya langsung dengan spontan menerimanya tanpa menawar, bukankah Anda malah akan berpikir apakah harga tersebut terlalu murah? Maka jangan pernah langsung menerima tawaran pertama, walaupun tawarannya menarik dan sesuai keinginan kita. Selalu berikan penawaran balik (counter offer) kepada lawan negosiasi Anda.

Baca juga: Cara Bernegosiasi Seorang Pemimpin Sejati, Fokus ke Tujuan Jangka Panjang – Bagian 1

Memposisikan diri sebagai pemegang keputusan. Memang sangat bangga rasanya untuk tampil sebagai bos besar yang mempunyai wewenang tertinggi. Tetapi jika lawan Anda mengetahui bahwa Anda adalah pemegang keputusan terbesar, mereka justru akan menekan Anda. Walaupun Anda benar-benar bos terbesar di bisnis Anda, tetap buatlah skenario seakan-akan Anda tetap perlu mengambil keputusannya bersama orang lain (eg. investor, partner, suami/istri, konsultan, pengacara, dll).

Membiarkan lawan negosiasi untuk menulis perjanjian/kontrak. Menulis kontrak memang melelahkan, tetapi jangan korbankan hal penting hanya karena kita malas. Jika kontrak ditulis oleh pihak lawan, kontrol terhadap klausal-klausalnya pun akan cenderung berada di pihak mereka. Tapi bukankah kita bisa meminta mereka untuk mengubahnya? Mungkin bisa, tetapi itu akan menimbulkan gesekan yang tidak perlu, dan mungkin saja mereka akan gengsi mengubah standar dokumennya. Maka lebih bijaksana jika perjanjian ditulis oleh kita sejak awal, sehingga tidak menambah beban negosiasi yang tidak perlu.

Penulis: Edwin Lucas, entrepreneur dan writer. Instagram @3d_w1n

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing dan Berita Bisnis

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top