Portal Lengkap Dunia Marketing

PR Hype

Buat Konsumen Tertarik dengan Iklan 5 Detik

Semua pelaku bisnis merupakan salesman yang baik, tapi tidak semua salesman merupakan pebisnis. Untuk itu, jika Anda ingin berbisnis, hal pertama yang perlu dilakukan adalah kemampuan menjual.

Reiner Rahardja menjelaskan mengenai iklan 5 detik

Reiner Bonafius Rahardja, founder Reitech Solusindo

Reiner Bonafius Rahardja, founder dari perusahaan general trading Reitech Solusindo yang juga pernah menjadi salesman ini coba berbagi tentang tips menjual yang baik. Tidak perlu repot menerapkan berbagai strategi promosi seperti above the line (ATL), below the line (BTL), digital marketing, SEO, atau semacamnya. Dengan iklan 5 detik, Anda bisa merangsang ketertarikan calon konsumen potensial.

Apa iklan 5 detik itu?

Iklan 5 detik sendiri merupakan sebuah istilah yang kemukakan oleh Reiner untuk memperkenalkan diri dalam 5 detik pertama. Tujuannya untuk membuat lawan bicara tertarik dan penasaran bisnis yang digeluti, sehingga akan menimbulkan berbagai pertanyaan yang pada akhirnya membuat si lawan bicara tertarik. Entah sebagai klien, rekan bisnis, atau bahkan investor.

Ada tiga hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam iklan 5 detik:

  1. Jelaskan apa yang Anda kerjakan?
  2. Apa hasilnya bagi orang lain?
  3. Serta efek lebih lanjut seperti apa yang ditimbulkan?

Contoh kasus

Misalnya Anda membuka sebuah bisnis digital agency baru dan bertemu dengan lawan bicara potensial di sebuah event. Lawan Bicara (LB), Anda (A).

LB: (memperkenalkan diri) James, investor dari StartUp yang sedang populer belakangan ini.

A: Kebetulan pak, saya juga memiliki bisnis yang sedang butuh angel investor.

LB: Memang apa bisnis Anda?

A: Sebuah digital agency.

LB: Cukup bagus, pertahankan terus, digital memang sedang penuh potensi (sambil mengambil minuman kemudian beranjak pergi menghampiri kenalannya yang lain).

Wajar saja, karena ia sudah tahu tentang digital agency dan sedang tidak tertarik untuk investasi di sana. Beda kalau lawan bicara memang sedang melirik digital agency.

Coba bandingkan jika Anda menggunakan strategi iklan 5 detik.

LB: James, investor dari StartUp yang sedang populer belakangan ini.

A: Saya Ivan, kebetulan saya juga sedang mengerjakan sebuah bisnis.

LB: Memang apa yang Anda kerjakan?

A: Saya melakukan kajian mendalam tentang dunia digital dan perkembangannya. Ini akan membantu perusahaan dalam meraup pangsa netizen, mengingat dunia digital semakin digemari publik. Apalagi jika diperhatikan, investasi digital jauh lebih murah ketimbang beriklan di media massa. Ini akan menghemat pengeluaran marketing perusahaan, marjin pendapatan pun semakin besar.

LB: (Mendengarkan dengan serius) Memang bisnis apa yang Anda dijalani?

Nah, inilah yang dikatakan Reiner sebagai iklan 5 detik. Yakni, bagaimana Anda membuat takjub lawan bicara dalam 5 detik pertama, tentu dengan tidak langsung mengutarakan bisnis yang sedang Anda geluti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top