Branding Talk for TOP Brand Achievers: 3 Langkah Membangun Digital Distribution Channel

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Branding Talk for TOP Brand Achievers: 3 Langkah Membangun Digital Distribution Channel

Marketing.co.id – Award Achiecers | Frontier dan Majalah MARKETING kembali menyelenggarakan Branding Talk for TOP BRAND Achievers di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2024. Mengusung tema “Channel & Umbrella Brand Strategy”, acara yang dihadiri lebih dari 50 peserta yang sebagian besar merupakan TOP BRAND Award Achiever ini menghadirkan Founder TOP BRAND Handi Irawan D sebagai pembicara utama.

Handi Irawan kembali membahas secara mendalam tentang 7 trend in branding strategy 2024, berdasarkan hasil TOP Brand Index selama 10 tahun terakhir. Tujuh tren tersebut yaitu The Decline of the strongest, continual decrease of brand loyalty, creative channel is the most effective strategy, the power of umbrella brand, shifting focus from functional to emotional benefit, quality oriented customers build sustainable top brands, dan the rise of corporate & retail branding.

Melanjutkan Branding Talks sebelumnya, Handi Irawan dalam kesempatan kali ini memfokuskan pembahasannya pada creative channel is the most effective strategy & the power of umbrella brand. “Channel strategy sering kali menjadi sesuatu yang powerfull. Channel adalah cara terbaik untuk membangun brand saat ini,” kata Handi Irawan.

Handi Irawan pun membagikan 3 langkah penting dalam membangun digital distribution channel, yakni Choose the right business model, Execute an effective digital transformation, dan focus on user – not buyer for long-term strategy.

Branding Talk for TOP BRAND Achievers kali ini berlangsung seru dan lebih interaktif, dimana para peserta banyak yang bertanya atau hanya sekadar sharing. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul misalnya bagaimana strategi agar merek tetap menjadi TOP BRAND di tengah persaingan yang ketat.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Handi Irawan mengatakan, zaman dulu, para pemenang TOP BRAND itu rasa-rasanya akan sangat sulit disalip kompetitor. Namun, saat ini jika melihat TOP Brand Index, persaingannya sangat sengit. Brand yang ada di posisi pertama pun ketar-ketir.

Meski begitu, lanjut Handi Irawan, setidaknya ada 3 hal yang bisa dilakukan brand agar tetap menjadi TOP BRAND, yakni quality before price, innovation before cost, dan engagement before sales.

Pertama, brand haruslah dibangun melalui quality before price. Artinya, menciptakan kualitas terlebih dahulu ketimbang harga. Para pemenang TOP BRAND umumnya memiliki harga lebih premium. Meski begitu konsumen justru lebih memilih atau menggunakan brand-brand ini (pemenang TOP BRAND). Hal tersebut karena para pemenang TOP BRAND concern terhadap kualitas. Sehingga, mereka dipersepsi sebagai merek berkualitas baik.

Kedua adalan innovation before cost. Perusahaan yang mengedepankan inovasi telah menjalankan langkah yang tepat menuju TOP BRAND. Perusahaan-perusahaan ini melakukan perbaikan berkelanjutan, diferensiasi, dan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen demi mencapai efektivitas, bukan sekadar mengejar efisiensi. Memperkuat brand dengan mengedepankan kualitas dan inovasi adalah langkah yang tepat di tengah persaingan ketat.

Ketiga adalah engagement before sales. Perusahaan pemilik TOP BRAND mengutamakan fokus mereka untuk membangun keterlekatan merek dengan konsumen serta hubungan yang erat demi meraih loyalitas. Strategi penjualan produk mereka didasarkan pada upaya membangun customer engagement serta brand loyalty, bukan yang lain.

Dengan semakin besarnya peran teknologi digital di masa depan, strategi engagement menjadi kian penting. Kita tahu di industri digital yang lebih dulu diutamakan adalah menciptakan engagement, bukan revenue, apalagi laba. Jadi, engagement dipercaya akan menjadi dasar untuk membangun merek yang “TOP”, kemudian menciptakan perusahaan yang menguntungkan di masa mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here