Portal Lengkap Dunia Marketing

Headline

Visi dan Misi Senjata Hadapi Black Campaign

kampanyehitam

Makin mendekati hari pemilihan presiden, media sosial kian ramai diwarnai dengan berita-berita berbau negatif atau black campaign seputar capres. Alih-alih paparan visi dan misi, kita jauh lebih banyak mendapatkan pemberitaan negatif yang tak jelas kebenarannya di media sosial.

Black campaign atau kampanye hitam adalah manuver untuk menjatuhkan lawan melalui isu-isu negatif tak berdasar. Isu negatif yang ditampilkan bisa berupa SARA, moral, atau track record yang belum terbukti kebenarannya.

Tak hanya dalam politik, black campaign dalam dunia bisnis pun kerap terjadi. Ambil contoh black campaign yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap CPO Indonesia. Pihak AS gencar melancarkan kampanye tak berdasar yang mengatakan bahwa CPO Indonesia diproduksi dengan cara yang tidak ramah lingkungan melalui gerakan-gerakan yang dikomandoi oleh LSM.

Tak hanya produk Sawit, kopi luwak Indonesia pun jadi sasaran pihak Eropa dan AS. Mereka menuding proses produksi Kopi Luwak mengeksploitasi hewan luwak. Sekadar infromasi, Kopi Luwak adalah milik Indonesia. Tak ada negara lain yang bisa menghasilkan jenis kopi tersebut karena luwak hanya ada di Indonesia.

CPO Indonesia terkenal dengan kualitasnya yang baik dibanding CPO dari negara lain. Adapun posisi tawar kopi luwak dinilai tinggi karena hanya Indonesia yang punya. Tak heran jika kedua komoditas bisnis Indonesia tersebut menjadi sasaran kampanye hitam.

Jadi, apakah black campaign muncul karena lawan takut dengan keunggulan yang kita miliki? Bisa jadi. Pasangan capres Jokowi dan Prabowo memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Tapi, yang lebih penting adalah bagaimana cara kedua capres menghadapi black campaign yang marak beredar. Jika hanya didiamkan bukan tidak mungkin bisa merusak citra masing-masing capres. Terlebih black campaign hadir di tengah masyarakat yang kini mengandalkan media sosial – yang cenderung tidak jelas sumber kebenaran beritanya – dan tak mau repot mencari kebenaran berita.

Dalam kasus CPO, black campaign cukup memengaruhi harga ekspor hingga sempat turun. Oleh karena itu, pihak Indonesia kemudian memutuskan mengadakan riset untuk menghadapinya. Riset diharapkan memberikan bukti mendasar yang berlawanan dengan isi kampanye yang menjelekkan produk sawit Indonesia.

Lalu cara seperti apa yang harus dilakukan oleh para capres untuk ketika diserang kampanye hitam?

Segera berkoordinasi dengan timses dan lakukan apa yang seharusnya dilakukan. Entah itu klarifikasi, membenarkan, atau meluruskan, apapun itu jangan hanya duduk dan menunggu isu hilang dengan sendirinya. Kalau begitu caranya bisa-bisa begitu isu hilang, hilang punya seluruh citra baik mereka. Jangan lupa sertakan bukti-bukti mendasar.

Hal yang lebih penting fokuslah pada tujuan kampanye yang sebenarnya, yaitu memperkenalkan visi dan misi. Visi dan misi yang tidak jelas hanya akan menambah yakin para voters tentang isu negatif yang beredar.

Ajak para voters untuk fokus pada isu-isu yang jauh lebih penting. Semakin cepat capres dan timsesnya melakukan langkah ini, semakin cepat mereka bisa menghindari pemberitaan negatif dan menanamkan persepsi positif di benak para voters.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top